Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula

Ball Python jadi peliharaan yang ramah bagi mereka yang pemula. (Foto: dok/ballpyhton lovers)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Minat masyarakat terhadap reptil, khususnya ular, sebagai hewan peliharaan terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu jenis yang paling sering direkomendasikan untuk pemula adalah ball python.

Hal ini juga diamini oleh David Suarez, Ball Python Designer Morph Breeder di Indonesia, yang melihat langsung perkembangan tren tersebut saat ditemui Merah Putih dalam acara 'Halal Bihalal : Komunitas Ballpython Lovers' di kawasan Depok.

“Sangat senang melihat antusiasme hari ini, dan banyak wajah wajah baru yang saya lihat. Jadi bisa dikatakan antusias ke ball python cukup tinggi,” ujar melihat para peserta pencinta piton bola yang hadir.

Tak hanya populer, ball python juga dikenal sebagai jenis ular yang relatif aman dan mudah dirawat, bahkan bagi mereka yang baru pertama kali memelihara reptil.

“Kalau ngomongin tentang peliharaan ular untuk pemula ya Ball Python jawabannya. Karena temprament-nya baik dan enggak sulit untuk memeliharanya, dari size juga ideal enggak besar dan enggak kecil. Ball Python juga cenderung lebih tenang. Makannya seminggu sekali, buang air kecil atau besar juga sama,” jelas David.

Ia juga menambahkan, “Sangat minim dipatok oleh Ball Python, setahun saja mungkin hanya sekali. Itu juga karena masih baby. Karena masih belum terbiasa dipegang oleh manusia.”

Baca juga:

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Titip Hewan Peliharaan Kesayangan

Acara 'Halal Bihalal : Komunitas Ballpython Lovers' dihadiri oleh sekitar 100 perserta dari berbagai daerah.

"Selama acara berlangsung, tidak memandang bulu mau yang muda sampai yang tua mereka semua gabung untuk meramaikan acara, bahkan yang bikin kaget ada beberapa peserta yang datang dari luar kota seperti bandung, semarang dan klaten,” ucap Ketua Ballpython lovers Dea Nurlita Putri.

Alasan Ball Python Cocok untuk Pemula

1. Temperamen Tenang dan Tidak Agresif

Salah satu keunggulan utama ball python adalah sifatnya yang cenderung jinak dan tidak agresif. Ular ini jarang menunjukkan perilaku menyerang, terutama jika sudah terbiasa dengan interaksi manusia.

Bahkan saat merasa terancam, ball python lebih sering memilih menggulung tubuhnya menjadi bola—asal-usul dari namanya—dibandingkan menyerang. Hal ini tentu memberikan rasa aman bagi pemilik baru yang mungkin masih merasa canggung atau takut.

2. Ukuran Ideal dan Mudah Ditangani

Ball python memiliki ukuran tubuh yang tidak terlalu besar, rata-rata berkisar antara 90 hingga 150 cm saat dewasa. Ukuran ini membuatnya mudah ditangani dan tidak membutuhkan ruang yang terlalu luas.

Berbeda dengan beberapa jenis ular lain yang bisa tumbuh sangat besar, ball python tetap manageable untuk dipelihara di lingkungan rumah.

Baca juga:

Taman Reptil Australia Terima Laba-Laba Sepanjang 10 Cm, Dinamai Hemsworth

3. Pola Makan yang Sederhana

Dalam hal perawatan, ball python juga tergolong praktis. Mereka hanya perlu diberi makan sekitar satu kali dalam seminggu, biasanya berupa tikus beku atau hidup yang sudah disesuaikan dengan ukuran tubuhnya. Frekuensi makan yang tidak terlalu sering ini tentu memudahkan pemilik dalam mengatur jadwal perawatan.

4. Perawatan Kandang yang Tidak Rumit

Ball python tidak membutuhkan setup kandang yang terlalu kompleks. Suhu lingkungan di Indonesia pada dasarnya sudah cukup ideal untuk mereka.

“Mungkin yang harus diperhatikan itu suhu ruangan, sebenarnya enggak perlu nambah penghangat ruangan, karena suhu di Indonesia udah sangat cocok. Jangan taruh di ruangan ber-ac,” jelas David.

Hal ini membuat biaya dan usaha perawatan menjadi lebih ringan dibandingkan reptil lain yang membutuhkan kontrol suhu ketat.

5. Risiko Gigitan Sangat Rendah

Banyak orang ragu memelihara ular karena takut digigit. Namun, ball python dikenal sangat jarang menggigit. Jika pun terjadi, biasanya hanya pada fase awal ketika ular masih bayi dan belum terbiasa dengan manusia. Seiring waktu dan interaksi yang konsisten, risiko tersebut akan semakin berkurang. (Far)

#Hobi #Reptil #Ular #Hewan Peliharaan
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Fun
PetFest Indonesia 2026 Tawarkan Pengalaman Imersif, dari Petting Zoo hingga Safari Garden
PetFest Indonesia 2026 hadir di ICE BSD dengan konsep Petropolis. Ada petting zoo, adopsi hewan, hingga safari garden. Tiket mulai Rp50.000.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
PetFest Indonesia 2026 Tawarkan Pengalaman Imersif, dari Petting Zoo hingga Safari Garden
Berita
Dari Hama Jadi Cuan, Di Meksiko Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Camilan Hewan
Start-up di Meksiko mengolah ikan sapu-sapu menjadi camilan hewan bernutrisi. Inovasi ini jadi solusi masalah lingkungan sekaligus peluang bisnis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Dari Hama Jadi Cuan, Di Meksiko Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Camilan Hewan
Lifestyle
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Ikan sapu-sapu ternyata berbahaya jika dilepas ke alam liar. Simak dampak, cara penanganan, dan ancaman hukumnya di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Fun
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Minat pelihara ular meningkat. Ball python jadi pilihan pemula karena jinak, mudah dirawat, dan minim risiko gigitan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Fun
Mudik Tanpa Khawatir, Ini 5 Tips Aman Menitipkan Anabul di Pet Hotel
Ingin menitipkan hewan peliharaan saat mudik Lebaran? Simak 5 tips memilih pet hotel agar anabul tetap aman, sehat, dan tidak stres selama ditinggal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 16 Maret 2026
Mudik Tanpa Khawatir, Ini 5 Tips Aman Menitipkan Anabul di Pet Hotel
Fashion
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Kolaborasi Black Sabbath dan Lawless Jakarta menghadirkan koleksi eksklusif "Heavier Than Ever" berupa apparel, helm, dan skate deck edisi terbatas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Desember 2025
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Fun
GJAW 2025 Hadirkan Program Komunitas Seru, Dari Campervan Show hingga Diecast
GJAW 2025 menghadirkan program komunitas seperti Campervan Show dan Diecast On GJAW, memperkaya pengalaman pengunjung di ICE BSD.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 November 2025
GJAW 2025 Hadirkan Program Komunitas Seru, Dari Campervan Show hingga Diecast
Fun
Dari Miniatur ke Mahakarya: Geliat Karya Anak Bangsa di Dunia Custom Diecast
Costum diecast telah menjadi gerakan kreatif yang menumbuhkan kebanggaan, kolaborasi, dan inovasi anak bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 November 2025
Dari Miniatur ke Mahakarya: Geliat Karya Anak Bangsa di Dunia Custom Diecast
Fun
Era Baru Audio Mobil: Nakamichi Hadirkan Inovasi Lewat Acara ‘All Things New’
Nakamichi hadirkan solusi audio dan teknologi kendaraan yang lebih pintar, terintegrasi, serta memberikan pengalaman mendalam bagi penggunanya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Era Baru Audio Mobil: Nakamichi Hadirkan Inovasi Lewat Acara ‘All Things New’
Bagikan