MerahPutih.com - Minat masyarakat terhadap reptil, khususnya ular, sebagai hewan peliharaan terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu jenis yang paling sering direkomendasikan untuk pemula adalah ball python.
Hal ini juga diamini oleh David Suarez, Ball Python Designer Morph Breeder di Indonesia, yang melihat langsung perkembangan tren tersebut saat ditemui Merah Putih dalam acara 'Halal Bihalal : Komunitas Ballpython Lovers' di kawasan Depok.
“Sangat senang melihat antusiasme hari ini, dan banyak wajah wajah baru yang saya lihat. Jadi bisa dikatakan antusias ke ball python cukup tinggi,” ujar melihat para peserta pencinta piton bola yang hadir.
Tak hanya populer, ball python juga dikenal sebagai jenis ular yang relatif aman dan mudah dirawat, bahkan bagi mereka yang baru pertama kali memelihara reptil.
“Kalau ngomongin tentang peliharaan ular untuk pemula ya Ball Python jawabannya. Karena temprament-nya baik dan enggak sulit untuk memeliharanya, dari size juga ideal enggak besar dan enggak kecil. Ball Python juga cenderung lebih tenang. Makannya seminggu sekali, buang air kecil atau besar juga sama,” jelas David.
Ia juga menambahkan, “Sangat minim dipatok oleh Ball Python, setahun saja mungkin hanya sekali. Itu juga karena masih baby. Karena masih belum terbiasa dipegang oleh manusia.”
Baca juga:
5 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Titip Hewan Peliharaan Kesayangan
Acara 'Halal Bihalal : Komunitas Ballpython Lovers' dihadiri oleh sekitar 100 perserta dari berbagai daerah.
"Selama acara berlangsung, tidak memandang bulu mau yang muda sampai yang tua mereka semua gabung untuk meramaikan acara, bahkan yang bikin kaget ada beberapa peserta yang datang dari luar kota seperti bandung, semarang dan klaten,” ucap Ketua Ballpython lovers Dea Nurlita Putri.
Alasan Ball Python Cocok untuk Pemula
1. Temperamen Tenang dan Tidak Agresif
Salah satu keunggulan utama ball python adalah sifatnya yang cenderung jinak dan tidak agresif. Ular ini jarang menunjukkan perilaku menyerang, terutama jika sudah terbiasa dengan interaksi manusia.
Bahkan saat merasa terancam, ball python lebih sering memilih menggulung tubuhnya menjadi bola—asal-usul dari namanya—dibandingkan menyerang. Hal ini tentu memberikan rasa aman bagi pemilik baru yang mungkin masih merasa canggung atau takut.
2. Ukuran Ideal dan Mudah Ditangani
Ball python memiliki ukuran tubuh yang tidak terlalu besar, rata-rata berkisar antara 90 hingga 150 cm saat dewasa. Ukuran ini membuatnya mudah ditangani dan tidak membutuhkan ruang yang terlalu luas.
Berbeda dengan beberapa jenis ular lain yang bisa tumbuh sangat besar, ball python tetap manageable untuk dipelihara di lingkungan rumah.
Baca juga:
Taman Reptil Australia Terima Laba-Laba Sepanjang 10 Cm, Dinamai Hemsworth
3. Pola Makan yang Sederhana
Dalam hal perawatan, ball python juga tergolong praktis. Mereka hanya perlu diberi makan sekitar satu kali dalam seminggu, biasanya berupa tikus beku atau hidup yang sudah disesuaikan dengan ukuran tubuhnya. Frekuensi makan yang tidak terlalu sering ini tentu memudahkan pemilik dalam mengatur jadwal perawatan.
4. Perawatan Kandang yang Tidak Rumit
Ball python tidak membutuhkan setup kandang yang terlalu kompleks. Suhu lingkungan di Indonesia pada dasarnya sudah cukup ideal untuk mereka.
“Mungkin yang harus diperhatikan itu suhu ruangan, sebenarnya enggak perlu nambah penghangat ruangan, karena suhu di Indonesia udah sangat cocok. Jangan taruh di ruangan ber-ac,” jelas David.
Hal ini membuat biaya dan usaha perawatan menjadi lebih ringan dibandingkan reptil lain yang membutuhkan kontrol suhu ketat.
5. Risiko Gigitan Sangat Rendah
Banyak orang ragu memelihara ular karena takut digigit. Namun, ball python dikenal sangat jarang menggigit. Jika pun terjadi, biasanya hanya pada fase awal ketika ular masih bayi dan belum terbiasa dengan manusia. Seiring waktu dan interaksi yang konsisten, risiko tersebut akan semakin berkurang. (Far)