Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan

Ilustrasi (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Keberadaan ikan sapu-sapu awalnya dikenal sebagai 'penyelamat' bagi para pecinta aquarium dan aquascape. Ikan ini kerap dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan kaca akuarium karena kemampuannya memakan lumut dan kotoran yang menempel.

Namun seiring waktu, peran tersebut justru berubah. Ikan sapu-sapu yang semula membantu menjaga ekosistem akuarium, perlahan bisa menjadi ancaman. Sifatnya yang omnivora membuat ikan ini tak segan memangsa ikan-ikan kecil lain di dalam akuarium.

Karena itu, para pecinta aquascape diimbau tidak sembarangan melepaskan ikan sapu-sapu ke habitat liar. Spesies ini memiliki daya rusak tinggi terhadap ekosistem perairan.

Tahan Banting dan Sulit Dikendalikan

Ikan sapu-sapu dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi. Dibandingkan ikan hias lainnya, spesies ini mampu bertahan dalam kondisi ekstrem, bahkan di perairan dengan kadar oksigen rendah.

Perlu diketahui, ikan sapu-sapu bukan hewan endemik Indonesia. Spesies ini berasal dari Amerika Selatan dan masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias sejak era 1980-an. Sejak saat itu, populasinya terus berkembang dan menyebar luas.

Salah satu faktor utama yang membuat populasinya melonjak adalah kemampuan reproduksi yang sangat tinggi. Dalam kondisi tertentu, satu induk betina dapat menghasilkan hingga 3.000 telur dalam satu musim, sehingga sulit dikendalikan di alam liar.

Baca juga:

Negara-Negara yang Menjadikan Ikan Sapu-Sapu Menu Tradisional

Cara Aman Menangani Ikan Sapu-Sapu

Jika tidak lagi ingin memelihara ikan sapu-sapu, ada beberapa cara yang lebih aman dan ramah lingkungan:

1. Mengembalikan ke toko ikan

Banyak toko hewan peliharaan yang bersedia menerima kembali ikan jenis pleco, termasuk yang berukuran besar.

2. Menyalurkan ke komunitas pecinta ikan

Pemilik dapat mencari adopter baru melalui komunitas ikan hias di media sosial atau forum online. Penghobi dengan akuarium besar biasanya bersedia merawat ikan ini.

3. Penanganan yang tepat jika tidak bisa dipelihara

Sebagai opsi terakhir, ikan dapat dimatikan dengan cara yang benar sebelum dikubur, untuk menghindari dampak lingkungan seperti bau bangkai yang mengundang hewan lain.

Baca juga:

Perburuan Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung: Mengatasi Spesies Invasif di Jakarta

Ada Sanksi Hukum

Pelepasan ikan sapu-sapu ke alam liar juga memiliki konsekuensi hukum. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan yang melarang pelepasan spesies invasif ke lingkungan.

Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenakan sanksi pidana berupa hukuman penjara hingga maksimal 10 tahun serta denda hingga Rp2 miliar, tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan. (Tka)

#Ikan Sapu-sapu #Hobi #Sanksi #Kelestarian Ekosistem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Populasi Ikan Sapu-Sapu Capai 80 Persen, Pemprov DKI Siapkan Rp 250 Juta
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Rp 250 juta untuk kajian ikan sapu-sapu yang populasinya diperkirakan mencapai 60-80 persen di perairan Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
Populasi Ikan Sapu-Sapu Capai 80 Persen, Pemprov DKI Siapkan Rp 250 Juta
Fun
Nutrisi Tepat Jaga Kesehatan Anabul, Bisa Habiskan Lebih Banyak Waktu Bersama Kesayangan
Para pemilik hewan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anabul kesayangan mereka.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Nutrisi Tepat Jaga Kesehatan Anabul, Bisa Habiskan Lebih Banyak Waktu Bersama Kesayangan
Indonesia
Kemenhut Awasi 32 Perizinan Pemanfaatan Hutan, 20 Perusahaan Dijatuhi Sanksi
Kemenhut memperluas pengawasan karhutla terhadap perusahaan pemegang konsesi. Sebanyak 32 perizinan diawasi dan 20 perusahaan dijatuhi sanksi administratif.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Kemenhut Awasi 32 Perizinan Pemanfaatan Hutan, 20 Perusahaan Dijatuhi Sanksi
Fun
CRYBABY Berubah Jadi Ikon Nusantara, POP MART Hadirkan Edisi Khusus Indonesia
POP MART merayakan dua tahun di Indonesia lewat CRYBABY Indonesia Limited Edition yang terinspirasi alam, budaya, dan kehidupan pesisir Tanah Air.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
CRYBABY Berubah Jadi Ikon Nusantara, POP MART Hadirkan Edisi Khusus Indonesia
Indonesia
Nelayan Waduk Kedung Ombo Keluhkan Invasi Ikan Sapu-Sapu, Rugikan Petani Puluhan Juta
Jaring nelayan sekali dapat ikan sapu-sapu harus dipotong dan jaring tidak bisa dipakai lagi dan harus diperbaiki.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Nelayan Waduk Kedung Ombo Keluhkan Invasi Ikan Sapu-Sapu, Rugikan Petani Puluhan Juta
Fun
Thirtytree Luncurkan Terrestrial, Album Debut Refleksi Manusia Memandang Alam
Thirtytree resmi merilis album debut Terrestrial berisi 10 lagu bertema alam. Album ini mengajak refleksi hubungan manusia dengan alam, menghadirkan eksplorasi genre dan konsep upcycling.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Thirtytree Luncurkan Terrestrial, Album Debut Refleksi Manusia Memandang Alam
Fun
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Secara sepintas, tampilannya menyerupai tongkat atau kail berukuran besar dengan lengkungan alami yang hampir membentuk huruf 'U'.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Indonesia
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Selain protein, hasil uji laboratorium menunjukkan ikan sapu-sapu mengandung karbohidrat sebesar 9 persen
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2026
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Berita Foto
TNI AL dan Pasukan Oranye Kompak Basmi Ikan Sapu-Sapu di Setu Babakan
Petugas gabungan dari TNI AL dan PPSU menangkap ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 05 Mei 2026
TNI AL dan Pasukan Oranye Kompak Basmi Ikan Sapu-Sapu di Setu Babakan
Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Bagikan