Pilpres 2019

KPU: Semua Saksi Prabowo-Sandi Dipertanyakan Kualitasnya

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 20 Juni 2019
KPU: Semua Saksi Prabowo-Sandi Dipertanyakan Kualitasnya

Anggota KPU RI Hasyim Asy'ari di Gedung MK, Jakarta, Kamis (20/6) (Antaranews/Rangga)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Komisioner KPU Hasyim Asyari menilai keterangan sejumlah saksi BPN Prabowo-Sandiaga bisa dipatahkankan dengan mudah di persidangan.

Hasyim mencontohkan, salah satu saksi pemohon, Beti Kristina yang mengaku datang ke kantor kecamatan Juwangi Boyolali. Dia mengaku orang kecamatan Teras, dan mengaku menemukan amplop.

"Disampaikan ke majelis ini gimana? Kemudian majelis kan minta pembanding, ini benar punya KPU tidak? Nah sementara berdasarkan yang disampaikan tadi malam kami sampaikan, kalau betul punya KPU dan kemudian diamplop ada kolom tentang berapa lembar, ternyata kosong. Itu bisa jadi amplop yang belum digunakan untuk jadi sampul surat suara sah atau tidak sah atau tidak terpakai," kata Hasyim di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (20/6).

BACA JUGA: Kemana Pak BW, Kok Tak Kelihatan di Sidang MK?

Hasyim melanjutkan, kemudian majelis meminta untuk membandingkan, sehingga tadi KKPU menghadirkan dan membawa amplop untuk perbandingannya.

"Kalau diragukan kenapa ada onggokan, yang ngomong onggokan kan bukan KPU, saksi. Mestinya mereka tanya saksinya kan. Karena kami terus terang saja ya, tidak percaya dengan kualitas saksi kemarin karena dua hal. Dia ngomong tinggal di kecamatan teras, tapi kita cek KTP bukan orang situ, orang Semarang," papar Hasyim.

Selain itu, keterangan Beti lainnya seperti mobil juga dianggap tak nyambung. Kemudian ia mempertanyakan kenapa saksi tidak mengambil contoh.

Hakim MK
Hakim MK saat menyidang sengketa hasil Pilpres 2019. (Antaranews)

"Karena mereka ga bawa kendaraan. Mungkin yang dimaksud mobil yak. Tapi begitu keterangan agak terakhir ngomong datang ke sana menggunakan mobil kemudian mengeluarkan amplop. Amplopnya katanya sudah disampaikan kepada siapa, tapi nyatanya semalam dibawa. Ini penuh tanda tanya. Ini pertanyaanya, itu amplop apakah nemu di sana atau bikin amplop sendiri kan gitu," jelas Hasyim.

Sementara itu, salah satu saksi Rahmadsyah Batubara sendiri merupakan tahanan kota di Bekasi yang bisa bersaksi.

"Kalau hakim silakan hakim mau mempercaya atau tidak. Bagi kami sudah meragukan. Ngomongnya dipesan-pelanin, pakai kacamata hitam. Kami sudah mau tanya itu kacamata minus atau gaya, cuma kami nggak tega. Ketika ditanya hakim ternyata kacamata gaya dan untuk menghindari publikasi bahwa statusnya sebagai tahanan kota. Bahwa kemudian orang tahanan kota dijadikan saksi kualitasnya seperti apa ya tergantung yang mengajukan bisa dinilai publik," sebutnya.

BACA JUGA: Upaya Mematahkan Propaganda Prabowo-Sandi di Sidang MK

Ia juga mengkritisi Hermansyah ahli IT yang diduga bukan lulusan IT. "Ada yang ngakunya ahli IT ternyata sekolah bukan IT. Kemudian ngakunya tahu pemilu ternyata tak tahu pemilu. Kalau saksi, sebagaimana yg kita dengarkan dan saksikan bersama melalui rekaman media, itu bisa kita buat penilaian. Dalam pandangan KPU kesaksiannya tidak cukup membuktikan," tandas Hasyim. (Knu)

#Pilpres 2019 #Komisi Pemilihan Umum #Mahkamah Konstitusi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Polemik Syarat Pendidikan Gibran Berlanjut, Wacana Pansus di DPR Mulai Bergulir
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini masih berlanjut. Muncul wacana pansus di DPR yang mulai bergulir.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Polemik Syarat Pendidikan Gibran Berlanjut, Wacana Pansus di DPR Mulai Bergulir
Indonesia
Penjelasan Detail KPU Soal Verifikasi Ijazah Gibran Saat Pencalonan Pilpres
KPU bertanggung jawab melakukan verifikasi dokumen persyaratan calon, sedangkan penilaian dan penyetaraan pendidikan luar negeri merupakan kewenangan kementerian
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Penjelasan Detail KPU Soal Verifikasi Ijazah Gibran Saat Pencalonan Pilpres
Indonesia
MK Tidak Temukan Bukti Ijazah SMA, Wapres Gibran Siap Atur: Nanti Segera Kami Follow-up
Wapres Gibran Rakabuming merespons putusan MK yang tak menemukan bukti ijazah SMA miliknya. Gibran pastikan siap follow-up penyetaraan dokumen luar negeri.
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
MK Tidak Temukan Bukti Ijazah SMA, Wapres Gibran Siap Atur: Nanti Segera Kami Follow-up
Indonesia
Gibran Tanggapi Putusan MK soal Ijazah, Singgung Pernah Kuliah di Singapura
Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, merespons putusan MK soal ijazah setara SMA. Ia menegaskan kuliah sampai S1 di Singapura.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Gibran Tanggapi Putusan MK soal Ijazah, Singgung Pernah Kuliah di Singapura
Indonesia
Tanggapi Putusan MK soal Ijazah, Gibran: Kalau Saya Tak Lulus SMA, Tak Mungkin Bisa Kuliah
Gibran Rakabuming Raka menghormati putusan MK soal syarat pendidikan Pilpres 2024. Ia menegaskan pernah kuliah hingga S1 di Singapura.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Tanggapi Putusan MK soal Ijazah, Gibran: Kalau Saya Tak Lulus SMA, Tak Mungkin Bisa Kuliah
Indonesia
MK Sebut tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Gugatan Tetap Ditolak
Mahkamah Konstitusi tak menemukan bukti bahwa Gibran Rakabuming Raka, memiliki ijazah setara SMA.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
MK Sebut tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Gugatan Tetap Ditolak
Bagikan