KPU Persilakan Parpol Perbaiki Berkas Keanggotaan

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 14 November 2017
KPU Persilakan Parpol Perbaiki Berkas Keanggotaan

Ilustrasi KPU. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai politik hanya memiliki satu kali kesempatan untuk memperbaiki berkas keanggotaan partai apabila jumlah anggota yang diserahkan belum memenuhi batas minimal setelah dilakukan verifikasi faktual oleh KPU Kota Yogyakarta.

"Partai politik hanya memiliki satu kali kesempatan saja untuk memperbaiki berkas. Perbaikan sudah harus diselesaikan sebelum kami memasuki proses verifikasi faktual pada Desember 2017," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta Wawan Budiyanto seperti dikutip dari Antara di Yogyakarta, Senin (13/11).

Saat ini, kata Wawan, KPU Kota Yogyakarta masih melakukan tahapan penelitian administrasi terhadap berkas keanggotaan yang diserahkan oleh partai politik calon peserta Pemilu 2019.

Dalam tahap penelitian administrasi tersebut, KPU Kota Yogyakarta melakukan klarifikasi faktual terhadap data keanggotaan partai politik yang diduga ganda termasuk status pekerjaan yaitu aparatur sipil negara (ASN) dan TNI/polri.

"Pada dasarnya, kami sudah menyelesaikan proses klarifikasi faktual. Tinggal merangkum hasil verifikasi tersebut. Hasilnya akan kami serahkan ke tiap partai politik pada 16 dan 17 November," katanya.

Di Kota Yogyakarta, terdapat 13 partai politik yang menjalani tahapan penelitian administrasi adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Perindo, Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, Partai Hanura, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai Garuda.

Pada tahap penelitian administrasi, KPU Kota Yogyakarta melakukan verifikasi faktual terhadap 594 data keanggotaan partai politik yang diduga ganda yang tersebar di hampir semua partai politik yang mendaftar di Kota Yogyakarta.

"Ada juga temuan status pekerjaan anggota partai sebagai ASN. Setelah diverifikasi diketahui jika yang bersangkutan sudah pensiun tetapi ada pula yang masih aktif bekerja. Jika masih aktif, tentu akan kami coret dari daftar keanggotaan," katanya.

Wawan menyebut dari hasil verifikasi tersebut jika partai politik tidak memenuhi batas minimal jumlah anggota yang harus diserahkan yaitu 410 orang, maka partai harus melakukan perbaikan.

KPU Kota Yogyakarta akan kembali melakukan verifikasi terhadap hasil perbaikan yang diserahkan. "Hanya ada satu kali kesempatan untuk memperbaiki. Setelah itu, kami akan memasuki proses verifikasi faktual terhadap partai politik," katanya. (*)

#Partai Politik
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai, Daftar Februari 2026
Gerakan Rakyat harus mengurus surat domisili tiap-tiap kantor partai, menetapkan kuota perempuan sebanyak 30 persen
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
 Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai, Daftar Februari 2026
Indonesia
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
PDIP memilih tema Satyam Eva Jayate, dengan sub tema Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
Indonesia
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Hanya 53,3 persen publik percaya partai politik bekerja untuk kepentingan rakyat, sementara 39,3 persen menyatakan tak percaya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Berita
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
Pria yang akrab disapa Pram itu pun mengaku tidak peduli jika ia dikritik terkait keputusannya untuk membersihkan spanduk dan bendera partai di Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Desember 2025
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
Indonesia
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Ketua Harian PSI Ahmad Ali mencontohkan sapaan Bro dan Sis tidak sesuai jika digunakan dalam konteks tertentu, misalnya saat berkunjung ke pondok pesantren.
Wisnu Cipto - Sabtu, 22 November 2025
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Indonesia
Presiden Perintahkan Kader PKS Jadi Negarawan, Jaga Integritas
Al Muzzammil berpesan kepada para kader PKS untuk menjadi negarawan sejati yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 02 November 2025
Presiden Perintahkan Kader PKS Jadi Negarawan, Jaga Integritas
Indonesia
Kader Partai Lain Loncat Gabung PSI, Jokowi Melihat Masa Depan Cerah
Jokowi menilai mereka yang bergabung ke PSI kemungkinan melihat masa depan cerah PSI atau merasa cocok dengan suasananya.
Wisnu Cipto - Senin, 13 Oktober 2025
Kader Partai Lain Loncat Gabung PSI, Jokowi Melihat Masa Depan Cerah
Indonesia
Pramono Bakal Tindak Bendera Partai yang Ganggu Keindahan Kota, Pasukan Oranye Jadi Andalan
DLH DKI Jakarta kini menyediakan layanan khusus pengangkutan sampah berukuran besar
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Oktober 2025
Pramono Bakal Tindak Bendera Partai yang Ganggu Keindahan Kota, Pasukan Oranye Jadi Andalan
Indonesia
Pegang SK Menkum, PPP Kubu Mardiono Ajak Agus Suparmanto Cs Gabung
Usman mengajak Agus dan Husnan Bey Fananie kembali bersatu di bawah komando Mardiono dan berjuang bersama-sama demi masa depan PPP.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Oktober 2025
Pegang SK Menkum, PPP Kubu Mardiono Ajak Agus Suparmanto Cs Gabung
Indonesia
Kata Menteri Hukum Soal Klaim 2 Ketum PPP Merasa Menang di Muktamar
Pemerintah pun tidak akan mencampuri urusan partai, termasuk adanya aksi kericuhan dalam munas PPP tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 September 2025
Kata Menteri Hukum Soal Klaim 2 Ketum PPP Merasa Menang di Muktamar
Bagikan