Kota Solo, Kota Terpadat di Jawa Tengah, Kalahkan Semarang

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 23 Maret 2021
Kota Solo, Kota Terpadat di Jawa Tengah, Kalahkan Semarang

Kota Solo ternyata lebih pada daripada kota Semarang. (Foto: Unsplash/Fauzan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KOTA Solo masuk sebagai daerah terpadat di Jawa Tengah mengalahkan Kota Semarang yang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. Ini terungkap dari hasil survei penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala BPS Solo Totok Tavirijanto mengatakan, data sensus penduduk September 2020 menunjukkan, jumlah penduduk Kota Solo sebanyak 522.364 jiwa. Sementara itu, luas Kota Solo hanya 46 kilometer persegi.

Baca Juga:

Pasar Ikan Balekambang, Surganya Pecinta Ikan Laut di Solo

kota
Lawang Sewu, Semarang. Bukan kota terpadat di Jawa Tengah. (Foto: Unsplash/khofifahmi annisa)

"Hasil survei penduduk BPS Kota Solo masuk sebagai Kota Terpadat di Jawa Tengah, dengan jumlah penduduk Solo sebanyak 522.364 jiwa," ujar Totok, Sabtu (20/3).

Dikatakannya, dari total 522.364 jiwa itu, jumlah penduduk laki-laki ada 257.043 jiwa dan perempuan 265.321 jiwa. Sedangkan kepadatan penduduk Solo sebesar 11.353 jiwa/km persegi.

"Jika melihat data angka tersebut, Kota Solo memang tertinggi kepadatan penduduk," ungkapnya.

Sementara itu berdasarkan kelompok umur, dari 522.364jiwa itu 11 persen post generasi Z (usia sekarang sampai tujuh tahun), 25 persen generasi Z (usia 8-23 tahun). Kemudian 24 persen milenial (usia 24-39 tahun), 23 persen generasi X (usia 40-55 tahun), 15 persen boomer (56-74) dan 2 persen pre-boomer (usia di atas 75 tahun).

Kalau dibanding dengan rata-rata kota/kabupaten lain di Jawa Tengah, lanjut dia, masih paling tinggi. Jawa Tengah ada 35 kabupaten/kota. Kepadatannya cuma 1.113 jiwa/km².

Baca Juga:

Beda Blangkon Yogyakarta dan Solo di Negeri Aing

kota
Kota Solo yang menarik orang untuk datang. (Foto: Unsplash/Denny Aulia)

"Jika dibandingkan Semarang jumlah kepadatan pendudukan Solo lebih tinggi. Dimana di Kota Semarang, kepadatannya hanya 4.424 jiwa. Sehingga bisa dikatakan 2,5 kali lipat kepadatan penduduk di Semarang," papar dia.

Ia menjelaskan jumlah penduduk Solo ini tersebar di 5 kecamatan, perinciannya Laweyan 88.524 jiwa, Serengan 47.778jiwa, Pasarkliwon 78.517 jiwa, Jebres 138.775 jiwa dan Banjarsari 168.770 jiwa. Ia menambahkan, jika dilihat sebarannya, berdasarkan luasan kecamatan maka paling padat itu ada di Pasar Kliwon.

"Di wilayah timur Solo itu, hasil sensus menunjukkan jumlah penduduk 78.517 jiwa dengan luas 4.882 km². Sehingga kepadatan penduduknya 16.083 jiwa," terang dia.

Ia pun membeberkan alasan Kota Bengawan menjadi kota terpadat di Jawa Tengah, diantaranya karena merupakan pusat perekonomian, wisata dan pendidikan. Dengan demikian banyak sekali orang-orang yang dari luar kota Solo juga tinggal di Solo.

"Solo punya daya tarik tersendiri bagi daerah sekitar. Jadi wajar jika Solo jadi kota terpadat di Jawa Tengah," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Ini Alasan Wisata 'Hantu' Sangat Potensial di Indonesia

#Solo #Kota Solo #Wisata Solo #Jawa Tengah #Kota Semarang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
BGN memberikan suspend berat kepada SPPG Batang Bawang Bawang setelah 219 penerima MBG mengalami gangguan kesehatan dan ditemukan pelanggaran SOP.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
Indonesia
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan yakni dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dan ketersediaan hunian.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Tradisi
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Hari Jadi Kabupaten Kudus resmi digeser dari 23 September ke 23 Agustus mulai tahun 2027 berdasarkan kajian ilmiah Prasasti Masjid Menara Kudus.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Indonesia
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Hasil tes DNA akan dikirim ke Pusdokkes untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan dengan sampel jenazah yang telah ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Indonesia
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Penutupan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan yang masih cukup rawan.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Indonesia
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Warga terancam kena gusur akibat perluasan Stasiun Solo Jebres.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Indonesia
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Tahir Solo Museum diketahui memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp600 juta.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Indonesia
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Menjadi wadah bersatunya para insan pers dan masyarakat Solo guna mendoakan keselamatan seluruh korban yang hingga saat ini belum ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Indonesia
Simbang Kulon Night Karnaval Pekalongan Dihujat, Disebut Tampilkan Praktikkan Ritual Satanik
Bukan hanya visual kostum yang tidak biasa, di sana juga diduga ada aktivitas penyembelihan hewan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Simbang Kulon Night Karnaval Pekalongan Dihujat, Disebut Tampilkan Praktikkan Ritual Satanik
Bagikan