Ini Alasan Wisata 'Hantu' Sangat Potensial di Indonesia
Wisata Hantu cukup potensial di pasar Indonesia (foto: pixabaytema66)
WISATA hantu atau mistis berpeluang besar diminati oleh masyarakat Indonesia. Apalagi saat ini permintaan pariwisata bergeser ke arah yang lebih khusus, seperti bisa memberikan pengalaman unik bagi pengunjung.
Pada sebuah seminar, Dr. Diaz Pranita selaku Dosen Program Studi Pariwista Universitas Indonesia (UI), menuturkan bahwa wisata hantu merupakan satu dari sembilan wisata khusus yang sangat potensial.
Baca Juga:
Wisata khusus lainnya yang cukup potensial yakni wisata perdesaan, wisata pendakian gunung dan olahraga paralayang, wisata bahari kapal layar dan diving, wisata olahraga marathon, wisata arung jeram, ekonwisata, wisata gua dan paramotor, serta wisata relawan.
"Seminar tempo lalu ingin memberi gambaran kepada khalayak kalau saat ini permintaan pariwisata juga berubah dari mass dan low content menjadi niche, customize dan high content," jelas Diaz seperti yang dikutip dari laman Antara.
Lebih lanjut Diaz menuturkan, bahwa industri pariwisata harus menggali pasar yang potensial, dengan minat khususnya seperti apa.
Diaz juga menjelaskan wisata hantu bisa ditemui di berbagai negara, seperti Inggris, Prancis hingga Jerman. Wisata hantu tumbuh dalam bagian dari dark tourism, yakni masa gelap yang pernah dialami sejumlah negara, seperti peperangan atau genosida.
Kemudian, sejarah gelap di sebuah tempat yang terjadi pada masal lalu, dapat dikemas menjadi sebuah kisah dan pengalaman unik yang cukup menarik untuk ditelusuri. Dalam hal ini tentu tanpa meninggalkan edukasi tentang kisah moral dibalik tempat tersebut saat disugukan pada turis.
Masyarakat di Indonesia sendiri, banyak yang suka dengan hal-hal berbau mistis. Hal itu tentunya membuat wisata hantu berpeluang untuk menarik banyak orang yang penasaran akan sebuah tempat dengan kisah mistis di baliknya. Menurut Diaz, hal tersebut tak lepas dari budaya nenek moyang kita yakni animisme dan dinamisme.
Baca Juga:
Ada beberapa tempat yang berpotensi diangkat sebagai tujuan wisata hantu, yaitu wilayah yah punya sejarah gelap di masa lalu, atau kawasan yang dapat dikaitkan dengan budaya dan hal mistis.
Terkait hal itu, Diaz berpendapat, hampir semua tempat di Indonesia pasti punya cerita yang terkait dengan hal-hal mistis. Seperti Alas Purwo, Pelabuhan Ratu, Trunyan, Laut Selatan, Toraja dan seabagainya.
Meski begitu, dia mengatakan bahwa para ahli menyarankan untuk berhati-hati dalam mengembangkan tujuan wisata minat khusus, agar tak menjadi bumerang bagi daerah tersebut. Seperti halnya jangan sampai hal itu membuat orang tak mau mendatangi kawasna tersebut.
Di sisi lain, Reza Permadi Halim selaku Chief Operating Officer Atourin, bahwa wisata mistis cukup menarik untuk diangkat, meski lebih menarik bila dieksplorasi langsung ke lokasi, bukan tur virtual.
Baca Juga:
Penyebab Harga Tiket Wisata Lokal dan Asing Berbeda di Negeri Aing
Menurut Reza, latar belakang atau cerita yang membuat bulu kuduk merinding, tak cukup untuk mengembangkan wisata jenis tersebut. Karena, pengetahuan dan sejarah kelamnya pun harus ditonjolkan.
Namun ada hal yang perlu dipikirkan dalam wisata hantu, yaitu keselamatan pengunjung di lokasi. Pihak penyelenggara harus memastikan keamanan bagi peserta yang mengikuti tur tersebut. (Ryn)
Bagikan
Berita Terkait
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku