Pasar Ikan Balekambang, Surganya Pecinta Ikan Laut di Solo
Pasar ikan yang paling besar di Kota Solo. (MP/Ismail)
BELASAN mobil pickup tampak kelur masuk di Pasar Ikan Balekambang yang berlokasi di Jalan RM Said, Kelurahan, Manahan, Solo, Jawa Tengah Sabtu (13/3) malam.
Bau amis seketika muncul saat mencoba masuk ke dalam pasar yang berlokasi di pinggir jalan. Ratusan ikan laut yang didatangkan dari wilayah Pantura berserakan di lapak pedagang. Transaksi ikan antara pembeli dan penjual pun mulai ramai.
Baca Juga:
Bahkan, pembeli sampai rela antri 30 menit sampai 1 jam untuk dapat membeli ikan laut. Suasana Pasar Ikan Balekambang semakin malam semakin ramai.
Bagi masyarakat Solo, Pasar Ikan Balekambang adalah surganya pecinta ikan laut. Pasar ikan laut terbesar di Solo ini diresmikan Jokowi saat masih menjadi Wali Kota Solo pada 2012 silam.
Sempat pasar ini vakum beberapa tahun dan baru diaktifkan lagi oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo pada tanggal 3 Februari. Awal mulanya dibangunnya pasar ikan bertujuan untuk mengkampanyekan Gemar Makan Ikan (Gemari) bagi masyarakat Solo.
Tim Manajemen Pasar Ikan Balekambang, David Rahadi, mengatakan Pasar Ikan Balekambang buka setiap hari mulai pukul pukul 19.00 WIB sampai 04.00 WIB. Terdapat 25 lapak yang disediakan untuk pedagang di area pasar tersebut. Namun, saat ini baru terisi sekitar 15 pedagang.
Baca Juga:
"Berbagai jenis ikan air tawar maupun air laut ditawarkan di pasar. Ikan laut yang dijual seperti ikan cumi, udang, patin, tongkol, tuna, sardin, keong laut, tenggiri, dan lainnya," kata David, Minggu (14/3).
Ia mengatakan ikan dari tambak seperti teri, bandeng, dan udang juga dijual. Untuk harga ikan sangat terjangkau. Pihaknya mestikan ikan yang dijual dalam kondisi masih segar.
"Ikan laut segar kami datangkan dari berbagai daerah, seperti Jepara, Rembang, Demak, Rembang Kendal, Gresik, Lamongan, Banyuwangi, Trenggalek, Pacitan, sampai Cilacap," kata dia.
Sementara ikan air tawar didatangkan dari Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Waduk Kedung Ombo, kolam ikan di Klaten, Karanganyar dan Sukoharjo. Serta sentra ikan air tawar di Blitar dan Tulungagung.
"Kapasitas ikan yang diperdagangkan bisa mencapai 5 ton per hari," jelasnya.
Seorang pedagang ikan asal Semarang, Harso (51) mengaku per hari mampu menjual ikan laut berbagai jenis sebanyak 30 kg sampai 50 kg. Permintaan ikan akhir-akhir ini meningkat drastis seiring banyaknya orang yang mulai tahu adanya pasar ikan laut murah di Solo.
"Ikan cumi dan patin paling banyak dibeli konsumen," kata David. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
10 Rekomendasi Tempat Wisata Purwokerto Terbaik 2025, Harga Terjangkau!