Korban "Biro Umrah" Amanah Bertambah Banyak

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 29 Agustus 2017
Korban

Majelis taklim Amanah Yogyakarta (Foto: MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Korban penipuan Majelis Taklim "Amanah" Yogyakarta bertambah banyak. Hingga kini total ada sekitar 20 korban yang mengadu ke Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY).

"Kami sudah terima laporan ada sekitar 20 orang lebih. Saya lupa data detailnya," kata Sekretaris LKY Dwi Priyono pada Merahputih.com melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Selasa 29 Agustus 2017.

Pria yang akrab disapa Depe ini menjelaskan, Majelis Taklim Amanah menipu para korbannya dengan berperan sebagai biro umrah dan mengiming-iming korban akan berangkat umroh ke tanah Suci. Mereka mempromosikan jasa pemberangkatan umrah ini melalui mulut ke mulut ke anggota pengajian.

Dwi memprediksi masih ada ratusan korban majelis taklim Amanah yang belum melapor. Sebab pihak-pihak yang melapor ini mewakili beberapa orang dalam kloternya.

Lembaga Konsumen Yogyakarta(LKY) akan memanggil pemilik Majelis Ta'lim "Biro Umrah" Amanah esok, Rabu 30 Agustus 2017. Selain itu LKY turut akan memanggil para korban dan Kemenag DIY untuk memdiskusikan bersama solusi permasalahan ini.

"Kami akan dudukkan mereka bersama untuk mengklarifikasi dan mencari solusi ke depan. Kasihan para korban, " ujar Depe.

Menurut pengakuan para korban, Majelis Ta'lim menawarkan paketan umroh kepada beberapa pihak sejak tahun 2015. Banyak klien yang sudah diberangkatkan. Namun ada pula yang belum diberangkatkan hingga kini.

"Beberapa korban mengaku ada yang sudah daftar dari tahun 2015 seharusnya berangkat awal tahun 2016. Tapi sampai sekarang belum berangkat. Ada yang sudah minta uang kembali tapi belum diberikan sampai sekarang," pungkasnya.

Sementara itu Pemilik Majelis Taklim Amanah, Yuli Astuti menegaskan siap untuk bertanggung jawab memberangkatkan klien-kliennya. Ia juga siap dipanggil ke LKY untuk memberi penjelasan kepada korban. Ia membantah telah menipu kliennya.

"Klien kami memang ada yang belum berangkat karena masalah visa dan administrasi. Tapi akan kami berangkatkan akhir tahun ini," tegas Yuli.

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Ikuti berita-berita menarik dari Yogyakarta dalam artikel: Kekeringan Di Wilayah Kulonprogo Masuk Level Bahaya

#Biro Perjalanan Haji Dan Umrah #First Travel #YLKI #Yogyakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Setelah hasil pemeriksaan oleh tim lapangan menyatakan semua lintas dan jalur KA aman, seluruh kereta api telah melanjutkan perjalanannya kembali.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Indonesia
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
QS Best Student Cities 2027 menempatkan Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya dalam 10 kota dengan biaya studi termurah dunia. Jakarta juga masuk daftar kota pelajar terbaik global.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Berita Foto
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Presiden Prabowo Subianto mendampingi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan di DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 Juli 2026
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Indonesia
Hak Konsumen Terganggu Imbas Listrik Padam, YLKI Minta Prabowo Turun Tangan
YLKI mendesak Prabowo turun tangan atas pemadaman listrik bergilir di Indonesia. Gangguan listrik dinilai merugikan konsumen dan perlu evaluasi menyeluruh.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 22 Juni 2026
Hak Konsumen Terganggu Imbas Listrik Padam, YLKI Minta Prabowo Turun Tangan
Indonesia
Polisi Bakal Jerat Dirut Hanania Group Pakai Pasal Berlapis
Skandal investasi bodong berkedok perjalanan ibadah ini menyisakan luka mendalam bagi para korban
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
Polisi Bakal Jerat Dirut Hanania Group Pakai Pasal Berlapis
Indonesia
Kasus Hanania Travel Tilep Rp 12 Miliar, DPR Desak Pemulihan Total Uang Jemaah
Pemerintah dan aparat penegak hukum wajib memastikan seluruh hak materiil korban pulih secara nyata. 

Dwi Astarini - Rabu, 03 Juni 2026
Kasus Hanania Travel Tilep Rp 12 Miliar, DPR Desak Pemulihan Total Uang Jemaah
Indonesia
Korban Hanania Travel Rugi Rp 60 M, Kemenhaj Didesak Buka Nama-Nama Biro Haji-Umrah Bermasalah
Kasus gagal berangkat umrah yang menimpa ribuan calon jamaah Hanania Travel kembali menambah daftar panjang persoalan penyelenggaraan ibadah umrah di Indonesia.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Korban Hanania Travel Rugi Rp 60 M, Kemenhaj Didesak Buka Nama-Nama Biro Haji-Umrah Bermasalah
Indonesia
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Gangguan kelistrikan tentu menyebabkan kerugian, baik dari PLN maupun masyarakat sebagai konsumen.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Bagikan