Kesehatan

Minum Jamu Baik untuk Pertahankan Imun Tubuh

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 18 Juli 2021
Minum Jamu Baik untuk Pertahankan Imun Tubuh

Jamu miliki banyak manfaat untuk imun tubuh (Foto: dmo.or.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JAMU bisa meningkatkan imun seseorang khususnya di tengah pandemi jika kamu mengonsumsinya secara teratur sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebut dikemukakan Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania.

Menurut Inggrid, bukan hanya menu makanan yang dapat diganti-ganti, melainkan variasi jamu yang dikonsumsi pun perlu agar si pengonsumsi tidak merasa bosan.

Baca juga:

Deretan Minuman Dingin yang Cocok Untuk Teman Berolahraga

"Prinsipnya sama ya kayak mempersiapkan menu makanan sehari-hari. Dengan semakin bervariasi tentu akan semakin baik," ujar Inggrid, seperti dikutip ANTARA.

Pentingnya mengonsumsi jamu dengan variasi (Foto: pexels/mata branco)

Lebih lanjut Inggrid mencontohkan variasi minum jamu, semisal untuk hari pertama minum kunyit asam, kemudian di hari kedua bisa menyiapkan beras kencur, hari ketiga wedang jahe, dan hari keempat ganti menjadi bir pletok.

Menurut Inggrid, hal yang terpenting ialah minuman atau jamu yang dikonsumsi berisi bahan-bahan herbal yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Seperti halnya memiliki sifat imunomodulasi, antioksidan, ataupun antiperadangan.

Jamu atau olahan herbal tersebut bisa dikonsumsi oleh masyarakat,sebagai tindakan preventif untuk meningkatkan imun tubuh mencegah COVID-19, serta membantu pengobatan COVID-19 sebagai pendamping dari obat-obatan dari dokter.

Bagi pasien COVID-19, sebaiknya ketika mengonsumsi jamu maupun olahan herbal terlebih dahulu memberi tahu pada tenaga medis. Hal itu agar obat yang diberikan bisa disesuaikan dengan manfaat dari jamu yang dikonsumsi.

Di lain hal, takaran untuk mengonsumsi jamu mesti disesuaikan dengan kebutuhan kondisi tubuhmu. Orang yang sehat disarankan mengonsumsi jamu dilakukan dua kali dalam sehari, yakni pagi dan malam hari.

Baca Juga:

Minum Jamu Kuat Bikin Disfungsi Ereksi?

Sementara itu, orang yang sedang sakit bisa mengonsumsi jamu tiga hingga empat kali dalam satu hari.

"Konsumsi jamu itu tidak boleh berlebihan ya. Benar manfaatnya banyak tapi bahan-bahan jamu kan memiliki serat yang tinggi sehingga bisa melancarkan buang air besar (BAB), bila berlebihan bisa diare bahkan mengiritasi pencernaan" jelas Inggrid.

Pilihlah jamu yang dilah dari bahan segar (Foto: pixabay/pexels)

Inggrid menyarankan jamu yang baik untuk dikonsumsi saat masa pandemi ini, yaitu jamu yang diolah dari bahan-bahan segar secara langsung.

Selain itu, bila memungkinkan, bahan segar itu bisa dikonsumsi secara langsung, agar manfaat yang diterima tubuhmu bisa maksimal. Seperti contoh daun kelor yang baru dipetik dari pohonnya.

Selain jamu, masyarakat pun bisa mengonsumsi bentuk olahan herbal yang telah diekstrak dalam kapsul. Namun, harus diperhatikan apakah olahan herbal itu telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) atau belum. (Ryn)

Baca Juga:

Beli Jamu Makin Mudah dengan Dompet Digital

#Kesehatan #Jamu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan