MerahPutih.com - Komisi I DPR memastikan akan melakukan konfirmasi terkait kabar adanya hacker Tiongkok yang telah menembus jaringan internal Badan Intelijen Negara (BIN) dan sejumlah kementerian/lembaga pemerintah Indonesia.
"Kita mengonfirmasi, belum ada penjelasan lah dari lembaga-lembaga yang disebutkan. Apakah benar apa tidak, nanti ini urusan atau hubungan Indonesia dengan negara lain. Jadi harus betul hati-hati," kata Ketua Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid, Senin, (13/9).
Terkait untuk kebocoran data BIN, politikus Golkar ini menekankan, akan segera melakukan komunikasi.
Baca Juga:
Situs BIN Dibobol Hacker Tiongkok, DPR Minta Pemerintah Serius Lindungi Data Strategis
"Kami akan melakukan komunikasi dengan mitra kami BIN, sampai saat ini kami belum menerima informasi. Jadi betul atau tidaknya informasi itu kita harus cek," ujarnya.
Meutya hingga saat ini juga masih mempertanyakan kementerian mana saja yang jaringannya sudah diretas.
"Kami belum nerima laporan, jadi belum tentu informasi tersebut betul," kata Meutya.
Diberitakan sebelumnya The Record berdasarkan laporan dari Insikt Group, divisi riset ancaman siber milik Recorded Future, menyatakan bahwa grup hacker Mustang Panda adalah kelompok peretas dengan aksi spionase siber di Asia Tenggara.
Inasikt menemukan bahwa pada bulan April 2021, ada malware PlugX dari Mustang Panda di dalam jaringan pemerintah Indonesia. (Pon)
Baca Juga:
Pemuda Peretas Situs Setkab Sudah Bobol Lebih dari 600 Website