Komisi D Pangkas Anggaran Rp1,29 Triliun untuk Program Pembangunan DKI

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 13 November 2019
Komisi D Pangkas Anggaran Rp1,29 Triliun untuk Program Pembangunan DKI

Ketua Komisi D Ida Mahmudah. (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi D DPRD DKI Jakarta menyepakati total pagu anggaran sebesar Rp 16,5 triliun untuk pembangunan dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah menuturkan, besaran total pagu anggaran tersebut mengalami penurunan sebesar Rp 1,29 triliun dari usulan awal KUA-PPAS 2020 senilai Rp 17,79 triliun.

Baca Juga

Komisi D Minta Anak Buah Anies Tanam Pohon Kurma di Kawasan Trotoar Cikini

"Jadi semuanya Rp 17,79 triliun diefisiensi menjadi Rp 16,5 triliun di Komisi D," kata Ida usai pembahasan KUA-PPAS di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).

Ia menjelaskan, besaran angka tersebut untuk sementara telah terdistribusi ke tujuh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Masing-masing Dinas Bina Marga sebesar Rp 3,88 triliun dan Dinas Sumber Daya Air sebesar Rp 3,80 triliun, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) sebesar Rp 2,88 triliun.

Kemudian Dinas Kehutanan sebesar Rp 2,62 triliun, Dinas Lingkungan Hidup (LH) sebesar Rp 2,44 triliun, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan sebesar Rp 501 miliar, lalu Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup sebesar Rp 1,2 miliar.

Ketua Komisi D Ida Mahmudah anjurkan kawasan Cikini ditanami pohon kurma
Politisi PDIP dan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah (MP/Asropih)

"Yang paling besar di rencana Pipanisasi SPAM Jatiluhur dari Rp 497 miliar menjadi Rp 168,7 miliar di SDA sama di Dinas Kehutanan tentang usulan pembibitan tanaman Rp 30 miliar sama kajian Margasatwa dari Rp 75 miliar menjadi Rp 4 miliar, itu dua anggaran dinas yang efisiensinya besar," terang Ida.

Setelah penetapan pagu anggaran bidang pembangunan, Ida mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu menunggu kompilasi proyeksi anggaran riil yang akan disusun Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI. Selanjutnya, laporan itu ditindaklanjuti dengan pembahasan dan penetapan bersama Badan Anggaran (Banggar).

"Jadi nanti di Banggar akan dirapatkan kembali, apakah itu disetujuin atau tidak, ya harusnya disetujuin. Karena di banggar nanti juga ada perwakilan dari anggota masing-masing komisi, untuk pelaksanaan rapat banggar akan ditentukan kembali di rapat Bamus (Badan Musyawarah)," ungkapnya.

Baca Juga

Komisi D Pangkas Anggaran Trotoar Anak Buah Anies Jadi Rp1 Triliun

Dengan demikian, Ida memastikan dirinya bakal memberikan argumen terbaik kepada seluruh komponen satuan tiga mata anggaran akan dikoreksi langsung bersama seluruh pimpinan dan anggota Banggar.

"Selagi (anggaran) itu tidak signifikan, anggaran itu bisa disetujui. Karena saya sebagai pimpinan juga punya kewajiban untuk mempertahankan apa yang sudah dirapatkan," tutupnya. (Asp)

#Komisi D DPRD DKI Jakarta #DPRD DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Usul tersebut bukan untuk menambah jumlah anggota DPRD dari 106 menjadi 180–220 kursi, melainkan untuk memastikan 106 saat ini tetap dapat dipertahankan.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Indonesia
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Jakarta mengajukan pembentukan dana cadangan daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus menjamin ketersediaan anggaran pembangunan Ibu Kota.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
DPRD DKI menyoroti kesulitan pedagang tradisional Jakarta bersaing dengan e-commerce dan meminta DPPKUKM serta Pasar Jaya berkolaborasi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
Indonesia
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Di Kepulauan Seribu sudah ada desalinasi, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Indonesia
Ketua DPRD Bela Gubernur Pramono Terbitkan Obligasi DKI meski Ditolak Menteri Purbaya
Kebutuhan pembiayaan pembangunan Jakarta tetap besar sehingga pemerintah daerah perlu mencari alternatif pendanaan.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPRD Bela Gubernur Pramono Terbitkan Obligasi DKI meski Ditolak Menteri Purbaya
Indonesia
KPK Periksa Anggota DPRD Jakarta Bebizie terkait dengan Kasus Rita Widyasari
Bebizie diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi per metrik ton produksi batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur,
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
KPK Periksa Anggota DPRD Jakarta Bebizie terkait dengan Kasus Rita Widyasari
Indonesia
Fraksi PKS DPRD DKI Kecam Challenge Hafalan Alqurab Berhadiah Miras, Desak Polisi Turun Tangan
Harus ada sanksi hukum untuk pihak-pihak yang sengaja membuat tantangan baca surah Alquran berhadian miras, agar ada efek jera.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Fraksi PKS DPRD DKI Kecam Challenge Hafalan Alqurab Berhadiah Miras, Desak Polisi Turun Tangan
Indonesia
Ketua DPRD DKI Kecam Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras
Tindakan tersebut sudah menyakiti perasaan umat beragama khususnya umat Islam.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Ketua DPRD DKI Kecam Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras
Bagikan