Komisi D Minta Dinas SDA Laporkan Pengendalian Banjir Secara Berkala

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 06 November 2019
 Komisi D Minta Dinas SDA Laporkan Pengendalian Banjir Secara Berkala

Rapat antara Komisi D DPRD DKI Jakarta dengan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI untuk melaporkan program pengendalian banjir dilakukan secara berkala.

Lantaran Komisi D telah menyetujui anggaran naturalisasi waduk yang diusulkan Dinas SDA dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020. Sebab naturalisasi waduk sebagai salah satu program pengendalian banjir yang dianggar Dinas SDA sebesar Rp288,4 miliar.

Baca Juga:

Juani Kadis SDA Dua Kali Ikuti Seleksi Jabatan Eselon II

Anggaran ratusan miliar rupiah itu untuk pengerjaan naturalisasi di lima titik Jakarta. Masing-masing Waduk Kampung Rambutan 2 lokasi, Waduk Cimanggis 1 lokasi, Waduk Sunter 1 lokasi, serta Naturalisasi Sungai Ciliwung segmen Kerapu hingga Kanal Banjir Barat (KBB).

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juani
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juani (MP/Asropih)

Wakil Ketua Komisi D, Nova Harivan Paloh berharap jajarannya di Komisi D DPRD DKI Jakarta dapat memonitor langsung kegiatan pengendalian banjir yang ada di daerah pemilihan masing-masing. Tujuannya agar program tersebut terukur dan terealisasi dengan optimal sesuai dengan perencanaan.

“Tujuannya satu, agar tidak terjadi banjir lagi di Jakarta," terang Nova.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Juaini Yusuf menjelaskan, pihaknya telah berupaya optimal dalam menuntaskan pembangunan kelima waduk dalam rangka mendukung program naturalisasi sungai dan kali. Sebagai program utama pengendalian banjir, Juaini optimis kegiatan pembangunan fisik akan terus terlaksana sesuai perencanaan di tahun 2020.

“Ini cuma lanjutin proyek yang sudah berjalan. Karena skemanya multiyears jadi lanjut, awalnya kita rencanakan mau buat 2.000 meter, sekarang tahun ini baru 1.100 meter. Jadi sisanya tahun depan kita tuntaskan,” paparnya.

Baca Juga:

Bangun Jalur Sepeda, Pemprov DKI Kucurkan Anggaran Miliaran Rupiah

Dengan begitu, Juaini memastikan kegiatan fisik pembangunan yang berjalan akan tetap berpedoman terhadap konsep naturalisasi yang digagas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yakni pengembalian alam sesuai kondisi disertai dengan fasilitas-fasilitas masyarakat berupa ruang interaksi, jogging track dan penghijauan.

“Untuk sekarang yang lagi proses dibangun baru 50 persen itu di Kampung Rambutan. Untuk bulan Desember ini memang belum keseluruhan, paling tidak selesai 200 sampai 500 meter," tutupnya.(Asp)

Baca Juga:

Juaini Janji Akan Buat Gebrakan Baru di Dinas SDA

#Sumber Daya Air #Pemprov DKI #Komisi D DPRD DKI Jakarta #DPRD DKI Jakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Petugas jangan sampai berniat membantu, tetapi justru membahayakan diri sendiri karena peralatannya tidak lengkap
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Indonesia
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Aksi mogok berjualan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Indonesia
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Hujan deras yang tak kunjung reda sejak pagi membuat pola mobilitas warga berubah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Indonesia
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Kenaikan transaksi digital ini berbanding lurus dengan daya beli masyarakat yang tetap kuat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Indonesia
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Dana jumbo ini dialokasikan khusus untuk subsidi transportasi, pangan, hingga pengelolaan air demi menjaga stabilitas ekonomi warga ibu kota
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Indonesia
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Salah satu kejutan besar dalam pertumbuhan ekonomi Jakarta adalah lonjakan di sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Indonesia
DPRD DKI Bahas Raperda P4GN, Pramono Tegaskan Komitmen Pemberantasan Narkoba
DPRD DKI membahas Raperda P4GN bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia mengatakan, pemberantasan narkoba akan dipertegas,
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
DPRD DKI Bahas Raperda P4GN, Pramono Tegaskan Komitmen Pemberantasan Narkoba
Indonesia
Cegah Penyalahgunaan, Fraksi Gerindra DKI Dorong Pengawasan Ketat Obat Keras
Fraksi Gerindra DPRD DKI meminta Pemprov DKI melalui Dinkes memperketat izin penjualan obat keras seperti tramadol dan alprazolam guna mencegah penyalahgunaan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
Cegah Penyalahgunaan, Fraksi Gerindra DKI Dorong Pengawasan Ketat Obat Keras
Indonesia
DPRD DKI Usulkan Cabut Izin Permanen Tempat Hiburan Malam Terkait Narkoba
DPRD DKI Jakarta mengusulkan pencabutan izin usaha permanen bagi tempat hiburan malam (THM) yang terbukti menjadi lokasi peredaran narkoba.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
DPRD DKI Usulkan Cabut Izin Permanen Tempat Hiburan Malam Terkait Narkoba
Indonesia
Persoalan Banjir di Jakarta Tak Kunjung Terselesaikan, DPRD: OMC Hanya Instrumen Tambahan, Bukan Jawaban
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu menggeser fokus kesiapsiagaan ke tingkat kecamatan dan kelurahan.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Januari 2026
Persoalan Banjir di Jakarta Tak Kunjung Terselesaikan, DPRD: OMC Hanya Instrumen Tambahan, Bukan Jawaban
Bagikan