HPN 2020

Komentari HPN 2020, Johnny Plate: Hanya Orang Hebat yang Bisa Jadi Wartawan

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 09 Februari 2020
 Komentari HPN 2020, Johnny Plate: Hanya Orang Hebat yang Bisa Jadi Wartawan

Menkominfo Johnny G Plate (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Menkominfo Johnny G Plate ikut berkomentar soal momentum Hari Pers Nasional yang berlangsung pada Minggu 9 Februari ini.

Johnny berpandangan bahwa menjadi seorang pewarta bukan perkara yang mudah.

Baca Juga:

Hari Pers Nasional, Dewan Pers Singgung Kompetensi dan Kesehjateraan Jurnalis

Dari pengalamannya itu, dia berpandangan bahwa syarat menjadi jurnalis juga harus kompetitif.

“Menurut pandangan saya, seseorang wartawan dicitrakan sebagai orang hebat, sehingga menjadi wartawan bukan perkara gampang, ternyata rekan-rekan di sini jauh lebih hebat dari saya, karena saya termasuk yang kecut dan pengecut tidak berani mengambil profesi sebagai insan pers," kata Johnny kepada wartawan di Jakarta, Minggu (9/2).

Menkominfo Johnny G Plate puji profesi wartawan
Menkominfo Johnny G Plate puji profesi wartawan (Foto: antaranews)

Ia berpandamgan, pribadi seorang pewarta harus menanamkan tiga prinsip penting, yakni sintaksis, morfologi, dan semantik atau SMS. Menurutnya, hal itu merupakan wujud kekuatan bagi wartawan dalam upaya menghasilkan industri media yang hebat.

Johnny juga mengingatkan sekaligus mengajak insan pers agar mengambil bagian penting dalam upaya bangsa ini memerangi hoax atau berita bohong.

"Karena berita hoax itu hanya akan menghabiskan energi atau suatu hal yang sia-sia dalam membangun negara dan bangsa ini," imbuh dia.

Johnny mengingatkan ekosistem pers nasional harus memperhatikan invensi, inovasi, dan investasi yang kemudian disebutnya dengan konsep 3I.

"Melalui konsep 3I, ia yakin industri media di era disrupsi ini tetap eksis dan berkembang. Bila tidak memperhatikan 3I, media massa tersebut tak akan maju dan bahkan cenderung mati sendiri. Kita akan tertinggal kalau kita tidak melakukan invensi,” ujar Johnny.

Era disrupsi saat ini, lanjut Johnny, tidak hanya menyoal begitu hebatnya teknologi tetapi juga kekuatan modal yang begitu besar dihadapi bangsa ini.

Pers Indonesia, kata dia perlu melihat konsolidasi nasional dan memperkuat soliditas sebagai salah satu cara menjawab tantangan tersebut.

“Bagaimana kita mengatur dan menata industri ini di dalam negeri, jadi kita enggak bisa lihat lagi paham-paham monopolistik, berpikir sendiri-sendiri,” papar dia.

Baca Juga:

HPN 2020, Berikut Enam Karya Jurnalistik Terbaik Peraih Anugerah Adinegoro

Pasalnya, tanpa inovasi yang relevan dengan kepentingan pasarnya, meng-create pasarnya membantu solidaritas pasar domestik, maka tentu hanya akan menjadi sunset industri.

"Kecepatan mengambil keputusan dan mitigasi menurutnya juga berisiko terhadap kemampuan untuk mengambil keputusan investasi," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Ketua MPR Kecam Buzzer yang Dianggap Sebagai Musuh Utama Pers Indonesia

#Johnny G Plate #Hari Pers Nasional #Wartawan #Menkominfo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Hari Kedua, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Tim SAR memperluas pencarian 5 jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda. Pencarian dilakukan secara maksimal.
Soffi Amira - Rabu, 09 September 2026
Hari Kedua, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Indonesia
HUT Ke-4 Iwakum Tegaskan Komitmen Jaga Kemerdekaan Pers dan Solidaritas Jurnalis
Iwakum memperingati HUT ke-4 dengan menegaskan pentingnya menjaga kemerdekaan pers, memperkuat solidaritas jurnalis, serta mendorong perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 01 Agustus 2026
HUT Ke-4 Iwakum Tegaskan Komitmen Jaga Kemerdekaan Pers dan Solidaritas Jurnalis
Indonesia
Kejagung Resmi Tahan Febrie Adriansyah, Sebut Kasusnya Kriminalisasi
AJI mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta maaf usai menyebut wartawan sebagai Londo Ireng.
Soffi Amira - Sabtu, 25 Juli 2026
Kejagung Resmi Tahan Febrie Adriansyah, Sebut Kasusnya Kriminalisasi
Indonesia
Hotman Paris tak Pusingkan Laporan ke Polisi soal Pencemaran Wartawan, Sebut hanya Perkataan dari Orang ke Orang
Hotman mengatakan pernyataan yang dia lontarkan itu ditujukan kepada perorangan. Bukan kepada organisasi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Hotman Paris tak Pusingkan Laporan ke Polisi soal Pencemaran Wartawan, Sebut hanya Perkataan dari Orang ke Orang
Indonesia
Ternyata Bukan Cuma PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Semua Masih Ditelaah
Selain PWI, MIO Indonesia juga melaporkan dugaan penghinaan profesi wartawan yang dilakukan Hotman Paris. Polisi masih verifikasi berkas dan barang bukti.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
Ternyata Bukan Cuma PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Semua Masih Ditelaah
Indonesia
Anggap Hotman Paris Tidak Tulus Minta Maaf, PWI Pusat Tetap Lapor Polisi
PWI Pusat melaporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghinaan profesi jurnalis. Permintaan maaf dinilai tidak tulus, laporan didukung organisasi pers.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
Anggap Hotman Paris Tidak Tulus Minta Maaf, PWI Pusat Tetap Lapor Polisi
Indonesia
Minta Maaf Sudah Singgung Profesi Wartawan, Hotman Paris: Saya Lagi Emosi !
Pengacara Hotman Paris Hutapea selaku kuasa hukum dari tersangka kasus korupsi mantan Jampidsus Febrie Adriansyah menyatakan permintaan maaf kepada wartawan dan seluruh organisasi wartawan .
Frengky Aruan - Senin, 20 Juli 2026
Minta Maaf Sudah Singgung Profesi Wartawan, Hotman Paris: Saya Lagi Emosi !
Indonesia
Eks Direktur JakTV Tian Bahtiar Divonis Bebas, Hakim Tegaskan Perlindungan Hukum terhadap Karya Jurnalistik
Eks Direktur JakTV, Tian Bahtiar, divonis bebas dalam kasus dugaan perintangan tiga kasus korupsi. Hakim pun menyatakan ia tidak bersalah.
Soffi Amira - Rabu, 04 Maret 2026
Eks Direktur JakTV Tian Bahtiar Divonis Bebas, Hakim Tegaskan Perlindungan Hukum terhadap Karya Jurnalistik
Indonesia
Menkes Bandingkan Iuran BPJS Rp 42 Ribu Sama Harga Rokok, Sentil Wartawan Pasti Sanggup Bayar
Saat ini BPJS Kesehatan diperkirakan mengalami defisit sebesar Rp20–30 triliun.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Februari 2026
Menkes Bandingkan Iuran BPJS Rp 42 Ribu Sama Harga Rokok, Sentil Wartawan Pasti Sanggup Bayar
Indonesia
Prabowo Doakan Jurnalis Jadi Pilar Kemajuan Bangsa di Hari Pers Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan doa dan harapan agar insan pers nasional terus menjadi pilar penting dalam kemajuan bangsa dan negara.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Februari 2026
Prabowo Doakan Jurnalis Jadi Pilar Kemajuan Bangsa di Hari Pers Nasional
Bagikan