Seni

Koalisi Seni Indonesia dan UNESCO Rilis Sistem Pantau Kebebasan Berkesenian

Febrian AdiFebrian Adi - Jumat, 12 Mei 2023
Koalisi Seni Indonesia dan UNESCO Rilis Sistem Pantau Kebebasan Berkesenian

Bekerja sama dengan UNESCO, Koalisi Seni Indonesia luncurkan sistem terbaru. (Foto: Dok. Koalisi Seni Indonesia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA seorang seniman berkarya, ada serangkaian tantangan yang harus dihadapinya. Bukan hanya dari sisi karya seni itu sendiri, tapi juga dari struktur masyarakatnya seperti kebebasan berkesenian.

Tak terhitung lagi berapa banyak pelanggaran yang terjadi terhadap kebebasan berkesenian. Melihat isu tersebut, Organisasi nirlaba Koalisi Seni didukung oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), meluncurkan sebuah sistem pemantauan kebebasan berkesenian.

Sistem ini untuk mewadahi laporan yang menyangkut pelanggaran kebebasan berkesenian yang dialami oleh banyak seniman di Indonesia.

Baca juga:

Bernostalgia Lewat Sinema Di Hari Musik Nasional 2020

Koalisi seni Indonesia luncurkan sistem pemantauan. (Foto: Dok. Koalisi Seni Indonesia)

Sistem ini nantinya bisa diakses melalui laman resmi kebebasanberkesenian.id. Melalui sistem tersebut, seniman dan masyarakat bisa berkontribusi untuk melaporkan kejadian pelanggaran kebebasan berkesenian yang terjadi.

“Ketika mereka mengalami suatu kasus yang bisa dibilang masuk dalam kategori melanggar kebebasan berkesenian itu bisa mencatatkan kasusnya kemari,” ucap Manajer Advokasi Koalisi Seni Hafez Gumay ketika peluncuran sistem pemantauan kebebasan berkesenian di Taman Ismail Marzuki pada Rabu (10/5) seperti dikutip dari Antara.

Hafez melanjutkan, Koalisi Seni memang belum dapat mendampingi pelapor secara langsung untuk menyelesaikan kasus. Namun, setidaknya melalui laman tersebut, ia berharap seniman dan masyarakat bisa mencatatkan kasusnya.

“Dan kami bisa mendokumentasikannya dan mungkin merujuk mereka ke lembaga-lembaga yang mampu untuk membantu (masalah hukum),” tambahnya.

Pihak Koalisi Seni menjamin kerahasiaan dan keamanan data dari pelapor dalam sistem pemantauan tersebut. Dia juga menegaskan bahwa data yang terkumpul tidak digunakan untuk mendiskreditkan pelapor.

“Bahwa ini semua (data laporan yang terkumpul) semata-mata untuk menunjukkan bahwa kondisi kebebasan berkesenian di Indonesia itu seperti apa,” jelasnya.

Baca juga:

Perempuan Bekerja di Balik Layar Seni dan Kreatif Minim Perlindungan

Sistem pemantauan ini untuk melindungi para seniman. (Foto: Dok. Koalisi Seni Indonesia)

Sebelumnya pada 2005 silam, Hafez mengingatkan bahwa Indonesia telah meratifikasi UNESCO Convention on the Protection and Promotion of Diversity of Cultural Expressions. Karena itu, Indonesia wajib melaporkan kondisi kebebasan berkesenian dalam Laporan Periodik Empat Tahunan.

Tercatat Indonesia telah membuat laporan sebanyak dua kali pada 2016 dan 2020. Namun, Indonesia tidak memenuhi kewajibannya untuk mencantumkan kondisi kebebasan berkesenian.

“Pada waktu itu alasannya adalah kita sebagai negara enggak punya datanya, kita enggak tahu situasinya seperti apa. Inilah yang kemudian bagi UNESCO, tidak mungkin suatu negara yang besar seperti Indonesia yang cukup mapan pemerintahannya tak memiliki data seperti itu,” tutur Hafez.

Karena latar belakang tersebut, UNESCO menggandeng Koalisi Seni untuk membuat sistem pemantauan yang bisa membantu untuk mendeteksi kebebasan berkesenian di Indonesia. (Far)

Baca juga:

Pidato Kebudayaan DKJ 2022, Pentingnya 'Lumbung' Bagi Kesenian

#Seniman #Karya Seni
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

ShowBiz
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Sunyiruri dan Figura Renata resmi merilis EP kolaboratif 'Menyanyikan Usman Arrumy'. Menginterpretasikan puisi-puisi Usman Arrumy di lima lagu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Berita
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Lukisan Denny JA jadi sorotan usai diberkati Paus Fransiskus di Galeri Nasional. Analisis AI memperkirakan nilainya hingga Rp 34 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Fun
Ajang Artwork 'Scream of The Sirens' Ajak Seniman Suarakan Ekspresi Lewat Karya
Lawless Jakarta dan Magnumotion menggelar kompetisi seni Scream of The Sirens dengan total hadiah Rp50 juta, iPad Pro, dan peluang magang bagi peserta.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Ajang Artwork 'Scream of The Sirens' Ajak Seniman Suarakan Ekspresi Lewat Karya
ShowBiz
Lewat Visual Surealis, Marishka Soerkarna Hidupkan Atmosfer Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 menggandeng seniman visual Marishka Soerkarna untuk merumuskan konsep artistik festival melalui pendekatan visual yang sarat emosi dan refleksi sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Lewat Visual Surealis, Marishka Soerkarna Hidupkan Atmosfer Synchronize Fest 2026
ShowBiz
Synchronize Festival 2026 Gandeng Marishka Soekarna untuk Rancang Identitas Visual
Synchronize Festival 2026 menggandeng seniman multidisiplin Marishka Soekarna untuk merancang identitas visual festival. Simak profil dan konsep visual yang diusung.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Maret 2026
Synchronize Festival 2026 Gandeng Marishka Soekarna untuk Rancang Identitas Visual
Fun
Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar, Catat 9.289 Pengunjung di Edisi Perdana
Art Jakarta Papers 2026 sukses digelar. Pameran ini mencatat 9.289 pengunjung di edisi perdana.
Soffi Amira - Rabu, 11 Februari 2026
Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar, Catat 9.289 Pengunjung di Edisi Perdana
Lifestyle
Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas
Art Jakarta Papers 2026 digelar pada 5-8 Februari. Pameran ini juga dihadiri oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas
Lifestyle
Resmi Ditutup, ini 5 Galeri di Art Jakarta 2025 yang Menarik Perhatian Pengunjung
Galeri di Art Jakarta 2025 ini menarik perhatian pengunjung. Pameran seni itu sudah resmi ditutup pada Minggu (5/10) kemarin.
Soffi Amira - Senin, 06 Oktober 2025
Resmi Ditutup, ini 5 Galeri di Art Jakarta 2025 yang Menarik Perhatian Pengunjung
Fun
Buka Art Jakarta 2025, Menbud Fadli Zon Janji Kirim Perupa Indonesia Ikut Pameran Internasional
Seni rupa dapat menjadi jembatan para seniman lokal dengan panggung seni internasional.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Oktober 2025
Buka Art Jakarta 2025, Menbud Fadli Zon Janji Kirim Perupa Indonesia Ikut Pameran Internasional
Lifestyle
Dari Paris ke Bali, Pameran ‘Light and Shadow Inside Me’ Eugene Kangawa Siap Jadi Koleksi Permanen di Eugene Museum 2026
Seri fotogram ini akan dipamerkan dalam sebuah pameran khusus di Art Basel Paris pada Oktober 2025.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 September 2025
Dari Paris ke Bali, Pameran ‘Light and Shadow Inside Me’ Eugene Kangawa Siap Jadi Koleksi Permanen di Eugene Museum 2026
Bagikan