Koalisi Golkar, PAN dan PPP, Demokrat: Ada Kemungkinan Bergabung
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat bersilaturahim dengan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Sabtu (7/5). ANTARA/HO-Humas Demokrat
MerahPutih.com - Partai Demokrat menghargai dan menghormati kesepahaman yang terbangun antara Partai Golkar, PPP dan PAN. Apalagi, ketiga partai tersebut juga mempunyai pengalaman pernah berkoalisi dengan Demokrat pada dua periode Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Bahkan, SBY juga menempatkan kader-kader ketiga partai tersebut dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid I dan II. Hal tersebut disampaikan Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, merespons koalisi yang terbangun antara Partai Golkar, PPP dan PAN.
Baca Juga:
"Kami memiliki kesamaan pandangan dan komitmen untuk menghindari pembelahan pada 2024 nanti agar tak hanya terbentuk dua poros yang bisa kembali memicu dan melanggengkan pembelahan di masyarakat seperti pengalaman pemilu sebelumnya," kata Kamhar kepada wartawan, Jumat (13/5).
Partai Demokrat, kata Kamhar, mempertimbangkan akan membentuk poros koalisi baru setelah Partai Golkar, PAN dan PPP bersepakat membentuk koalisi 'Bertiga-Bersatu' menyambut Pemilu 2024.
Kamhar menegaskan. partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini, terus melakukan penjajakan koalisi dengan pandangan mencegah terjadinya hanya dua poros koalisi di Pilpres 2024.
Baca Juga:
Kamhar Lakumani Sebut Demokrat dan Golkar Punya Rekam Jejak Koalisi yang Baik
"Tentu mesti ada penjajakan dan pembicaraan lebih lanjut untuk sampai pada keputusan ikut bergabung atau membentuk poros baru, dengan tetap pada pandangan menghindari hanya terbentuknya dua poros agar tak melanggengkan pembelahan di masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut, Kamhar mengatakan, Partai Demokrat senada dengan komitmen ketiga partai tersebut, yakni terjadi pendewasaan politik dengan tidak mengeksploitasi politik identitas secara berlebihan pada saat Pemilu 2024. Termasuk menempatkan kontestasi politik sebagai kawan bertanding bukan sebagai musuh.
"Cara pandang seperti ini yang mesti dipedomani agar pemilu 2024 nanti bisa berjalan secara demokratis dalam suasana yang sejuk," tutup Kamhar. (Pon)
Baca Juga:
AHY Silaturahmi ke Airlangga, Saling Memaafkan hingga Jajaki Koalisi
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Dipilih Jadi Hakim MK, Golkar Umumkan Adies Kadir Bukan Lagi Kader
Golkar Beri Sinyal Dukung Kepala Daerah Dipilih Anggota DPRD, Sebut Lebih Demokratis, Beda dengan Orde Baru
Golkar Sebut Biaya Pilkada Langsung Berpotensi Merusak Kualitas Demokrasi
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Golkar Gelar Rapimnas Lusa, Idrus Marham Tegaskan tidak Ada Agenda Ganti Bahlil
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
PKB Sentil Golkar Ngomong Koalisi Permanen di Tengah Derita Warga Akibat Bencana
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Bahlil Dorong Pilkada Dipilih DPRD Agar UU Tak Diobrak-Abrik