MerahPutih.com - Puluhan ikan ditemukan mati mengapung di Sungai Cisadane, Tangerang. Insiden ini dipicu air tercemar limpasan air bekas kebakaran gudang pabrik kimia.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengatakan, Sungai Cisadane tercemar pestisida usai kebakaran pabrik di kawasan pergudangan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
KLH menyatakan, peristiwa itu mengakibatkan pencemaran di sungai sepanjang 22,5 km.
Menurut keterangan dari KLH pada Kamis (12/2), pencemaran di Sungai Cisadane dilaporkan telah meluas hingga 22,5 km, yang meliputi wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.
Baca juga:
Diduga Tercemar Zat Kimia, Warga Diminta Hindari Konsumsi Ikan Sungai Cisadane
Dampak yang teridentifikasi antara lain kematian berbagai biota akuatik, seperti ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, dan ikan sapu-sapu.
KLH/BPLH (Badan Pengendalian Lingkungan Hidup) mengambil sampel air di bagian hulu dan hilir Sungai Cisadane, serta mengumpulkan sepuluh sampel ikan mati untuk diuji di laboratorium.
Pemeriksaan lanjutan juga akan dilakukan terhadap air Sungai Jaletreng, air tanah, serta biota perairan lainnya dengan melibatkan ahli toksikologi.
“Untuk sementara waktu, kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup," kata Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq.
Baca juga:
Kronologis 7 Jam Air PAM Tangerang Mati Total Akibat Cisadane Tercemar Zat Kimia
Selain itu, Hanif menyampaikan sebanyak 20 ton pestisida milik PT BS telah terbakar. Pestisida yang terbakar adalah jenis sipermetrin dan profenofos, yang umum digunakan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman.
"Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar, dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai. Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya," ujar Hanif.
Sebelumnya, pabrik pestisida yang berada di Kecamatan Setu, Kota Tangsel, tersebut terbakar pada Senin (9/2) lalu.
Petugas bahkan harus menggunakan dua truk pasir untuk memadamkan api yang berasal dari bahan kimia tersebut. Api baru padam setelah tujuh jam penanganan. (knu)