Diduga Tercemar Zat Kimia, Warga Diminta Hindari Konsumsi Ikan Sungai Cisadane

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 11 Februari 2026
Diduga Tercemar Zat Kimia, Warga Diminta Hindari Konsumsi Ikan Sungai Cisadane

Polisi menemukan bangkai ikan di Sungai Cisadane. Foto: Dok. Polres Cisauk

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polisi meminta kepada warga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten, agar tidak mengonsumsi ikan maupun bangkai ikan yang ditemukan mati di sungai tersebut.

Imbauan ini disampaikan menyusul dugaan pencemaran air Sungai Cisadane akibat paparan zat kimia dari kebakaran gudang pestisida di kawasan Tangerang Selatan.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhamad Jauhari menegaskan, potensi kontaminasi bahan kimia berbahaya tidak dapat diabaikan meskipun kondisi air secara kasat mata tampak normal.

Jadi, masyarakat diminta untuk sementara waktu menghindari pemanfaatan air sungai, baik untuk konsumsi, kebutuhan rumah tangga, maupun menangkap ikan.

Baca juga:

Kronologis 7 Jam Air PAM Tangerang Mati Total Akibat Cisadane Tercemar Zat Kimia

“Kami mengimbau kepada masyarakat tentunya yang di sepanjang aliran Sungai Cisadane, untuk tidak memakan ikan atau bangkai ikan yang mungkin tercemar dengan zat kimia, maupun menggunakan air yang masih dalam tercemar,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhamad Jauhari dalam keterangannya kepada wartawan di Tangerang dikutip Rabu (11/2).

Jauhari menjelaskan, saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang tengah melakukan pengecekan di sejumlah titik Sungai Cisadane guna memastikan tingkat pencemaran pascakebakaran gudang pestisida.

Pemeriksaan awal menunjukkan, kualitas air masih berada pada ambang batas normal berdasarkan parameter pH.

“Masih dalam keadaan aman, pH masih 7. Tapi untuk bahan kimia apa yang tercampur di dalam kondisi air itu nanti akan diadakan penelitian laboratorium dari Dinas Lingkungan Hidup,” jelas Jauhari.

Baca juga:

Sungai Cisadane Meluap, Berbagai Pintu Air Dibuka Buat Mempercepat Surutnya Air

Meski demikian, kepolisian dan pemerintah daerah tetap mengambil langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyediaan pasokan air bersih bagi warga yang terdampak langsung oleh aliran Sungai Cisadane.

Menurut Jauhari, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tangerang telah menurunkan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih secara gratis kepada warga yang membutuhkan selama proses pemantauan dan penelitian masih berlangsung.

“Kita hadirkan air bersih, mobil tangki air yang nanti kita manfaatkan, kita bagi-bagikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan untuk sementara waktu,” kata Jauhari yang juga mantan Kapolsek Tanah Abang ini. (knu)

#Sungai Cisadane Tangerang #Kimia #Ikan #Pencemaran Sungai
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Selain protein, hasil uji laboratorium menunjukkan ikan sapu-sapu mengandung karbohidrat sebesar 9 persen
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2026
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Indonesia
Pedagang Siomay Ikan Sapu-Sapu di Jaksel Dipantau 'Intel Pangan', Lokasi Berjualan Sedang Dipetakan
Selain mengawasi hilir atau pedagang, Pemkot Jaksel juga bergerak di hulu dengan mendistribusikan peralatan tangkap ke seluruh kecamatan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 April 2026
Pedagang Siomay Ikan Sapu-Sapu di Jaksel Dipantau 'Intel Pangan', Lokasi Berjualan Sedang Dipetakan
Indonesia
Pemprov DKI Gandeng Bogor Basmi Ikan Sapu-sapu di Kali Ciliwung, Fokus dari Hulu
Pemprov DKI Jakarta menggandeng Bogor untuk membasmi ikan sapu-sapu. Populasi ikan tersebut kini makin mengkhawatirkan.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Pemprov DKI Gandeng Bogor Basmi Ikan Sapu-sapu di Kali Ciliwung, Fokus dari Hulu
Indonesia
Pakar Lingkungan UI Ungkap Alasan Mengapa Ikan Sapu-Sapu Harus Segera Dikendalikan
Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan pemusnahan terkontrol dengan mengubur hasil tangkapan guna memutus rantai penyebaran
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 April 2026
Pakar Lingkungan UI Ungkap Alasan Mengapa Ikan Sapu-Sapu Harus Segera Dikendalikan
Indonesia
Pemprov DKI Gencar Basmi Ikan Sapu-sapu, 68 Ribu Ekor Berhasil Ditangkap
Pemprov DKI Jakarta menangkap 68 ribu ekor ikan sapu-sapu di lima wilayah. Operasi tersebut digelar sejak Jumat (17/4) lalu.
Soffi Amira - Senin, 20 April 2026
Pemprov DKI Gencar Basmi Ikan Sapu-sapu, 68 Ribu Ekor Berhasil Ditangkap
Indonesia
MUI Soroti Pembasmian Ikan Sapu-sapu, Metode Penguburan Hidup-hidup Dipersoalkan
MUI menyoroti pembasmian ikan sapu-sapu di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta melakukan metode penguburan hidup-hidup untuk membasmi ikan tersebut.
Soffi Amira - Senin, 20 April 2026
MUI Soroti Pembasmian Ikan Sapu-sapu, Metode Penguburan Hidup-hidup Dipersoalkan
Lifestyle
Tiga Langkah Strategis Ala Pakar IPB Kendalikan Ikan Sapu-Sapu di Perairan Jakarta
Selain aturan hukum, penggunaan teknologi environmental DNA (eDNA) menjadi rekomendasi utama untuk mendeteksi keberadaan spesies ini sebelum populasi melonjak tak terkendali
Angga Yudha Pratama - Senin, 20 April 2026
Tiga Langkah Strategis Ala Pakar IPB Kendalikan Ikan Sapu-Sapu di Perairan Jakarta
Lifestyle
Negara-Negara yang Menjadikan Ikan Sapu-Sapu Menu Tradisional
Namun, penting untuk dicatat bahwa keamanan konsumsi ikan sapu-sapu sangat bergantung pada habitatnya
Angga Yudha Pratama - Minggu, 19 April 2026
Negara-Negara yang Menjadikan Ikan Sapu-Sapu Menu Tradisional
Indonesia
Pemkot Jakbar Bayar Rp25 Ribu Per Kilo Sapu-Sapu Plus Liburan Gratis ke Ancol, Siapa Mau?
Keresahan serupa diungkapkan Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas KPKP Jakarta Barat Aas Asih mengenai dampak biologis ikan sapu-sapu
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 April 2026
Pemkot Jakbar Bayar Rp25 Ribu Per Kilo Sapu-Sapu Plus Liburan Gratis ke Ancol, Siapa Mau?
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Mulai Perang Lawan Ikan Sapu-Sapu, Nelayan: Mustahil Habis, Mirip Nyamuk Susah Musnah
Di balik status sebagai musuh lingkungan, mahluk ini menyimpan nilai ekonomi bagi sebagian warga
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Pemprov DKI Jakarta Mulai Perang Lawan Ikan Sapu-Sapu, Nelayan: Mustahil Habis, Mirip Nyamuk Susah Musnah
Bagikan