Merahputih.com - Ikan sapu-sapu kerap dianggap tidak layak konsumsi, terutama jika berasal dari perairan tercemar. Sebagai ikan dasar (bottom feeder), spesies ini memakan lumpur, limbah, dan sisa organik, sehingga berpotensi menyerap logam berat seperti merkuri, timbal, hingga kadmium.
Akumulasi zat berbahaya tersebut bisa berdampak pada kesehatan manusia. Dalam jangka pendek, konsumsi ikan yang terkontaminasi dapat memicu gejala keracunan makanan seperti mual, muntah, dan diare. Sementara dalam jangka panjang, paparan logam berat berisiko merusak organ tubuh hingga bersifat karsinogenik.
Baca juga:
Meski demikian, di sejumlah negara, ikan sapu-sapu justru diolah menjadi makanan khas. Di Meksiko, ikan ini dikenal dengan nama Pez Diablo. Masyarakat setempat mengolahnya menjadi hidangan seperti sup atau taco, biasanya melalui proses memasak yang cukup lama untuk mengatasi teksturnya yang keras.
Sementara di kawasan Amerika Selatan, ikan ini memiliki beragam sebutan. Di Venezuela, ikan lele lapis baja ini dikenal sebagai Corroncho. Di negara tetangga seperti Guyana, ikan ini disebut Hassa, sedangkan di Trinidad dikenal sebagai Cascadoo atau Cascadura. Di beberapa wilayah Brasil, ikan serupa juga disebut tamuatá.

Secara umum, hidangan berbahan ikan ini disajikan dalam bentuk sup atau rebusan. Biasanya dimasak dengan santan, umbi-umbian, serta bumbu rempah untuk memperkaya rasa.
Namun, penting untuk dicatat bahwa keamanan konsumsi ikan sapu-sapu sangat bergantung pada habitatnya. Ikan yang berasal dari perairan bersih masih berpotensi dikonsumsi, sedangkan ikan dari sungai tercemar berisiko tinggi membawa zat berbahaya bagi tubuh.
Baca juga:
Fakta Unik Ikan Sapu-Sapu yang Jadi ‘Musuh’ Ekosistem Kali di Jakarta, Bisa Bertahan tanpa Air Loh
Karena itu, meskipun di beberapa negara menjadi bagian dari kuliner tradisional, konsumsi ikan sapu-sapu di Indonesia umumnya tidak direkomendasikan tanpa pengawasan kualitas lingkungan yang jelas.
Juga karena kondisi di Indonesia berbeda dengan Amerika Selatan, Ikan Sapu-sapu spesies asli (native species) yang menjadi bagian dari rantai makanan alami, di mana populasinya dikontrol oleh predator asli seperti ikan besar, burung, dan caiman. (Tka)