Pakar Lingkungan UI Ungkap Alasan Mengapa Ikan Sapu-Sapu Harus Segera Dikendalikan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 22 April 2026
Pakar Lingkungan UI Ungkap Alasan Mengapa Ikan Sapu-Sapu Harus Segera Dikendalikan

Perburuan Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung: Mengatasi Spesies Invasif di Jakarta (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara masif menggencarkan upaya pengendalian ikan sapu-sapu di sepanjang aliran sungai dan selokan untuk menyelamatkan ekosistem air Jakarta dari ancaman spesies invasif yang merusak habitat ikan lokal.

Pakar Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (UI), Mahawan Karuniasa, menegaskan bahwa dominasi ikan sapu-sapu telah mengganggu struktur biologi perairan ibu kota secara serius. Sifat adaptif spesies ini membuat keberadaan ikan asli semakin terhimpit.

Baca juga:

Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan

"Memang ikan sapu-sapu ini cukup berbahaya secara ekologis ya, terutama kalau mendominasi populasinya, mendominasi komunitas ikan, khususnya di ekosistem sungai," ujar Mahawan, Rabu (22/4).

Ancaman Kompetisi Pakan dan Bahaya Konsumsi

Mahawan menjelaskan bahwa bahaya utama spesies ini terletak pada kemampuannya memenangkan persaingan ruang dan makanan.

Ikan sapu-sapu yang bersifat agresif dalam mencari makan sering kali mengganggu fase pengembangbiakan ikan lokal, mulai dari tahap telur hingga pertumbuhan larva.

Selain merusak tatanan ekologi, ikan ini mengandung zat pencemar tinggi sehingga sangat tidak layak konsumsi. Mengingat kemampuannya bertahan di perairan berpolusi ekstrem, tubuh ikan sapu-sapu menyimpan akumulasi limbah berbahaya yang mengancam kesehatan manusia jika dikonsumsi.

Strategi Pemusnahan dan Pemulihan Ekosistem

Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan pemusnahan terkontrol dengan mengubur hasil tangkapan guna memutus rantai penyebaran.

Baca juga:

Rano Karno Evaluasi Penanganan Ikan Sapu-Sapu: Tak Boleh Dikubur Hidup-Hidup

Mahawan mengapresiasi langkah ini namun mengingatkan perlunya aksi jangka panjang yang lebih sistematis, termasuk penangkapan masif di lokasi sarang tebing sungai saat musim reproduksi.

Sebagai langkah pemulihan, Mahawan menyarankan pemerintah melakukan penguatan kembali komunitas ikan lokal.

"Jika memungkinkan ada semacam restocking spesies lokal yang memang benar-benar berbasis ilmiah bahwa memang spesies itu ada di situ, ditambahkan ikannya," tandas Mahawan.

#Ikan Sapu-sapu #Ikan #Pemprov DKI #Pemprov DKI Jakarta
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Lampu Monas hingga Bundaran HI Dipadamkan 1 Jam pada 13 Juni 2026, DKI Jakarta Gelar Aksi Hemat Energi
Pemprov DKI Jakarta akan memadamkan lampu di Monas, Bundaran HI, Balai Kota, dan sejumlah titik lainnya selama 60 menit pada 13 Juni 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Lampu Monas hingga Bundaran HI Dipadamkan 1 Jam pada 13 Juni 2026, DKI Jakarta Gelar Aksi Hemat Energi
Indonesia
Jukir Liar di Blok M Square Ditangkap, Pemprov DKI: Sudah Berkali-kali Ditertibkan
Empat jukir liar di Blok M Square ditangkap petugas gabungan Pemprov DKI. Jukir liar sudah berkali-kali ditertibkan.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Jukir Liar di Blok M Square Ditangkap, Pemprov DKI: Sudah Berkali-kali Ditertibkan
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Pastikan Stok MinyaKita Aman di Tengah Wacana Kenaikan HET
Dinas PPKUKM DKI Jakarta memastikan stok MinyaKita masih aman dan distribusinya berjalan lancar meski harga minyak curah mencapai Rp 23.000 per kilogram.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
Pemprov DKI Jakarta Pastikan Stok MinyaKita Aman di Tengah Wacana Kenaikan HET
Indonesia
Pemprov DKI Perangi Parkir Liar, 600 Personel Gabungan Turun Tertibkan 15 Titik Prioritas
Pemprov DKI Jakarta menggelar operasi gabungan penertiban parkir liar dan jukir liar. Operasi menyasar 15 titik prioritas di lima wilayah Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Juni 2026
Pemprov DKI Perangi Parkir Liar, 600 Personel Gabungan Turun Tertibkan 15 Titik Prioritas
Indonesia
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Pulau Sampah Muara Angke kini sudah dibersihkan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkap penyebab penumpukan sampah.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Indonesia
HUT ke-499 Jakarta, Gubernur Pramono Pertimbangkan Ancol dan Ragunan Gratis untuk Warga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempertimbangkan menggratiskan Ancol, Ragunan, museum, dan perpustakaan saat HUT ke-499 Jakarta. Transportasi umum gratis juga sedang disiapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 07 Juni 2026
HUT ke-499 Jakarta, Gubernur Pramono Pertimbangkan Ancol dan Ragunan Gratis untuk Warga
Indonesia
Jalan Raya Lenteng Agung Kembali Dibuka, Perbaikan Jalan Amblas Rampung dalam 5 Hari
Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kembali dibuka setelah sempat ditutup akibat jalan amblas. Perbaikan rampung dalam lima hari.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Jalan Raya Lenteng Agung Kembali Dibuka, Perbaikan Jalan Amblas Rampung dalam 5 Hari
Indonesia
Rano Karno Ungkap Penyebab Utama Kebakaran Jakarta, 95 Persen karena Korsleting
Sebanyak 95 persen kebakaran di Jakarta disebut dipicu korsleting listrik. Rano Karno menyoroti kebiasaan penggunaan stopkontak berlebihan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Rano Karno Ungkap Penyebab Utama Kebakaran Jakarta, 95 Persen karena Korsleting
Indonesia
CFD Rasuna Said Kembali Beroperasi Mulai 7 Juni 2026, Pemprov DKI Optimistis Lebih Baik
CFD di Jalan HR Rasuna Said akan kembali digelar mulai 7 Juni 2026. Pemprov DKI mengungkap hasil evaluasi dan sejumlah perbaikan yang telah dilakukan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 30 Mei 2026
CFD Rasuna Said Kembali Beroperasi Mulai 7 Juni 2026, Pemprov DKI Optimistis Lebih Baik
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Bagikan