Merahputih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memprioritaskan perbaikan infrastruktur pendidikan melalui program revitalisasi 11 gedung sekolah. Hal ini sebagai respons kondisi sejumlah bangunan fasilitas belajar mengajar memprihatinkan, termasuk SDN Kebayoran Lama 09 Jakarta Selatan.
Baca juga:
Sekolah Rakyat Bertambah Jadi 182 Titik pada 2026, Target Tampung 43.344 Siswa
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi penambahan alokasi prioritas pengerjaan fisik guna menyelesaikan perbaikan fasilitas rusak berat.
Saya memutuskan untuk ditambah 4 diselesaikan di tahun ini. Jadi ada 7 tambah 4, jadi ada 11,
Pramono Anung.
Penyesuaian Anggaran dan Pemotongan Dana Bagi Hasil
Perencanaan awal Pemprov DKI Jakarta sebenarnya menargetkan total 22 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan masuk daftar revitalisasi. Kebijakan pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat serta efisiensi anggaran daerah memaksa pemerintah provinsi membagi pelaksanaan proyek ke dalam dua tahap.
Pramono Anung menjelaskan dampak penyesuaian anggaran terhadap target pembangunan fasilitas publik tersebut.
Pada rapat kemarin bersama Kepala Dinas Pendidikan, dari 22 sekolah direncanakan dibangun, hanya tujuh teralokasi anggarannya. Ini terjadi karena ada pemotongan DBH, efisiensi, dan sebagainya.
“Sebanyak 11 sekolah sisanya akan kita selesaikan pada tahun anggaran berikutnya," jelas Pramono.
Daftar Prioritas Pembangunan Empat Sekolah Kritis
Keterbatasan alokasi dana tidak menyurutkan langkah Pemprov DKI Jakarta menuntaskan perbaikan empat lokasi sekolah berstatus paling kritis.
Pemerintah menetapkan besaran alokasi dana khusus guna memastikan proses renovasi total berjalan sesuai standar keamanan gedung.
Baca juga:
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Berikut rincian alokasi anggaran pembangunan empat sekolah prioritas utama Pemprov DKI Jakarta:
-
SDN Kebayoran Lama Selatan 09 (Jakarta Selatan): Alokasi anggaran sebesar Rp48,1 miliar (sekitar Rp0,048 triliun).
-
SDN Cempaka Putih Barat 03 (Jakarta Pusat): Alokasi anggaran sebesar Rp48,4 miliar (sekitar Rp0,048 triliun).
-
SMA Negeri 102 Jakarta (Jakarta Timur): Alokasi anggaran sebesar Rp67,5 miliar (sekitar Rp0,067 triliun).
-
SDN Papanggo 01 dan TK Negeri Papanggo 01 (Jakarta Utara): Alokasi anggaran gabungan sebesar Rp74,1 miliar (sekitar Rp0,074 triliun).
Langkah penanganan darurat infrastruktur sekolah ini menjadi komitmen Pemprov DKI Jakarta menjaga keselamatan peserta didik serta meningkatkan mutu sarana pendidikan secara menyeluruh. (Asp)

