Pemkot Jakbar Bayar Rp25 Ribu Per Kilo Sapu-Sapu Plus Liburan Gratis ke Ancol, Siapa Mau?

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 17 April 2026
Pemkot Jakbar Bayar Rp25 Ribu Per Kilo Sapu-Sapu Plus Liburan Gratis ke Ancol, Siapa Mau?

Petugas gabungan memburu ikan sapu-sapu di Kali Taman Semanan Indah, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Risky Syukur

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Sinar matahari pagi memantul di permukaan Kali Taman Semanan Indah saat puluhan petugas berseragam mulai menyisir lumpur hitam. Bukan mencari harta karun, namun mata tajam mereka mengincar predator tangguh penghuni dasar air, ikan sapu-sapu.

Di tangan para petugas, jaring-jaring beradu demi mengamankan struktur kota serta menjaga kesehatan warga dari ancaman pangan berbahaya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) menyediakan apresiasi khusus berupa uang tunai Rp25 ribu per kilogram (kg) bagi petugas gabungan sukses menangkap ikan tersebut.

Baca juga:

Ikan Sapu-Sapu Jajah 60 Persen Sungai Jakarta, Pramono Anung Perintahkan Operasi Senyap

Selain uang saku, tiket rekreasi gratis menuju Ancol menanti sebagai bonus penyegar pikiran usai bekerja keras.

"Ada apresiasi buat mendapatkan ikan, Rp25 ribu untuk satu kilogram, itu buat satu grup. Jadi, nanti mereka bisa nikmati bersama-sama dan kita juga akan ajak mereka refreshing, jalan-jalan ke Ancol," tutur Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Jumat (17/4).

Ancaman Turap Ambrol dan Ekosistem Lokal

Hanya dalam waktu hampir satu jam, operasi ini membuahkan hasil tangkapan lebih dari 20 kg. Iin Mutmainnah optimis angka tersebut terus bertambah seiring perluasan jangkauan penyisiran kali sebelum waktu shalat Jumat tiba. Seluruh hasil tangkapan segera dikirim menuju Sentra Flora Semanan guna proses penguburan massal.

Langkah tegas ini diambil lantaran sifat invasif ikan sapu-sapu merusak keseimbangan alam. Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Mujiati menjelaskan, populasi tak terkendali berpotensi menggerus struktur turap kali karena kebiasaan mereka bersembunyi di lumpur.

“Kalau jumlahnya banyak, dikhawatirkan bisa mengganggu bagian bawah turap karena mereka bersembunyi di lumpur,” terang Mujiati.

Bahaya Logam Berat di Balik Gurihnya Siomay

Keresahan serupa diungkapkan Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas KPKP Jakarta Barat Aas Asih mengenai dampak biologis ikan sapu-sapu. Selain melubangi tembok saluran air hingga rapuh, ikan ini sanggup mendesak keberadaan ikan lokal karena kecepatan perkembangbiakannya.

Baca juga:

KKP-Pemprov DKI Mulai Tabuh Genderang Perang Lawan Ikan Sapu-Sapu, Siapkan Regulasi Basmi Ikan Invasif

Namun, ancaman paling nyata justru mengintai meja makan masyarakat. Aas mengungkap adanya oknum tidak bertanggung jawab memburu ikan ini sebagai bahan baku makanan olahan seperti siomay. Padahal, tubuh ikan sapu-sapu dari perairan tercemar mengandung bakteri E. coli, Salmonella, serta logam berat timbal.

"Dikhawatirkan kalau ada masyarakat mengkonsumsi olahan ikan sapu-sapu secara terus-menerus, logam berat terakumulasi dalam tubuh manusia, makanya mesti dibasmi," pungkas Aas menutup penjelasan mengenai urgensi pembersihan kali.

#Ikan Sapu-sapu #Ikan #Pemprov DKI #Pemprov DKI Jakarta
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jukir Liar di Blok M Square Ditangkap, Pemprov DKI: Sudah Berkali-kali Ditertibkan
Empat jukir liar di Blok M Square ditangkap petugas gabungan Pemprov DKI. Jukir liar sudah berkali-kali ditertibkan.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Jukir Liar di Blok M Square Ditangkap, Pemprov DKI: Sudah Berkali-kali Ditertibkan
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Pastikan Stok MinyaKita Aman di Tengah Wacana Kenaikan HET
Dinas PPKUKM DKI Jakarta memastikan stok MinyaKita masih aman dan distribusinya berjalan lancar meski harga minyak curah mencapai Rp 23.000 per kilogram.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
Pemprov DKI Jakarta Pastikan Stok MinyaKita Aman di Tengah Wacana Kenaikan HET
Indonesia
Pemprov DKI Perangi Parkir Liar, 600 Personel Gabungan Turun Tertibkan 15 Titik Prioritas
Pemprov DKI Jakarta menggelar operasi gabungan penertiban parkir liar dan jukir liar. Operasi menyasar 15 titik prioritas di lima wilayah Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Juni 2026
Pemprov DKI Perangi Parkir Liar, 600 Personel Gabungan Turun Tertibkan 15 Titik Prioritas
Indonesia
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Pulau Sampah Muara Angke kini sudah dibersihkan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkap penyebab penumpukan sampah.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Indonesia
HUT ke-499 Jakarta, Gubernur Pramono Pertimbangkan Ancol dan Ragunan Gratis untuk Warga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempertimbangkan menggratiskan Ancol, Ragunan, museum, dan perpustakaan saat HUT ke-499 Jakarta. Transportasi umum gratis juga sedang disiapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 07 Juni 2026
HUT ke-499 Jakarta, Gubernur Pramono Pertimbangkan Ancol dan Ragunan Gratis untuk Warga
Indonesia
Jalan Raya Lenteng Agung Kembali Dibuka, Perbaikan Jalan Amblas Rampung dalam 5 Hari
Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kembali dibuka setelah sempat ditutup akibat jalan amblas. Perbaikan rampung dalam lima hari.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Jalan Raya Lenteng Agung Kembali Dibuka, Perbaikan Jalan Amblas Rampung dalam 5 Hari
Indonesia
Rano Karno Ungkap Penyebab Utama Kebakaran Jakarta, 95 Persen karena Korsleting
Sebanyak 95 persen kebakaran di Jakarta disebut dipicu korsleting listrik. Rano Karno menyoroti kebiasaan penggunaan stopkontak berlebihan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Rano Karno Ungkap Penyebab Utama Kebakaran Jakarta, 95 Persen karena Korsleting
Indonesia
CFD Rasuna Said Kembali Beroperasi Mulai 7 Juni 2026, Pemprov DKI Optimistis Lebih Baik
CFD di Jalan HR Rasuna Said akan kembali digelar mulai 7 Juni 2026. Pemprov DKI mengungkap hasil evaluasi dan sejumlah perbaikan yang telah dilakukan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 30 Mei 2026
CFD Rasuna Said Kembali Beroperasi Mulai 7 Juni 2026, Pemprov DKI Optimistis Lebih Baik
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Indonesia
Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Pemprov DKI Ungkap Penyebab hingga Imbauan Jalur Alternatif
Jalan Raya Lenteng Agung Jakarta ambles, memicu kemacetan parah ke arah Depok. Pemprov DKI: akibat struktur beton bawah tanah yang sudah keropos.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Pemprov DKI Ungkap Penyebab hingga Imbauan Jalur Alternatif
Bagikan