Klaster Baru Jadi Penyebab Melonjaknya Kasus Positif Corona di Indonesia

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 24 Juli 2020
Klaster Baru Jadi Penyebab Melonjaknya Kasus Positif Corona di Indonesia

Ilustrasi COVID-19. Foto: Pixabay

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, menilai melonjaknya kasus positif corona harian belakangan ini karena banyaknya klaster baru yang ditemukan. Per Kamis (23/7), jumlah kasus COVID mencapai 93.657 kasus.

Menurut Wiku, kecenderungan klaster makin meningkat akhir-akhir ini. Bentuk klaster ada beberapa macam, kegiatan sosial pertama awalnya kelompok masyarakat.

Baca Juga

Pemerintah Tegaskan tak Tutupi Data Penambahan Kasus COVID-19

"Klaster Gowa, Temboro, Gereja Bethel, dan itu klaster menyebar ke daerah lain dan menimbulkan masalah," kata Wiku dalam diskusi virtual di BNPB, Jumat (24/7).

Wiku menambahkan, klaster corona itu kemudian meluas. Termasuk yang memprihatinkan adalah munculnya klaster rumah sakit. Ia menyayangkan rumah sakit malah menjadi klaster penyeberangan.

"Sekarang terlihat meningkat di klaster RS. Rumah sakit rupanya cukup tinggi di beberapa tempat, di Jatim, di Yogya, Jakarta. Jadi, ini menunjukkan bahwa rupanya kita mulai lengah. Dan terjadi di klaster salah satunya RS," sambungnya.

Ilustrasi Corona. Foto: Pixabay

Keberadaan klaster ini menunjukkan bahwa penularan COVID-19 kini tak hanya terpusat di pada aktivitas sosial. "Sekarang tidak hanya klaster di kegiatan sosial saja. Terlihat sekarang meningkat di klaster rumah sakit," ungkap Wiku.

Perkembangan penularan dari klaster ini, kata dia, relatif cukup tinggi di sejumlah tempat. Misalnya saja, di Wlingi, Jawa Timur; Yogyakarta; Kebon Jeruk serta Cempaka Putih di DKI Jakarta.

"Jadi ini menunjukkan bahwa kita mulai lengah. Dan terjadi salah satunya di rumah sakit. Padahal rumah sakit adalah jantung kita (dalam menangani COVID-19)," tegas Wiku.

Ia meminta tenaga kesehatan dan rumah sakit disiplin menjalankan protokol kesehatan. "Jadi tenaga kesehatan harus disiplin, istirahat cukup, dan benar-benar menjaga kesehatan dan dicukupi fasilitasnya," tambah Wiku.

Kini, Pemerintah membentuk tim pakar di bidang vaksin dan obat dalam satgas COVID-19. Hal itu, dilakukan agar dapat memastikan kandidat vaksin yang dibuat sesuai untuk kepentingan perlindungan masyarakat indonesia.

"Perlu kami sampaikan, bahwa dalam perkembangan vaksin ini, pemerintah indonesia memprioritaskan pada 3 hal penting yaitu aman, tepat, dan cepat,” kata Wiku.

Wiku menuturkan yang dimaksud dengan aman adalah vaksin mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat indonesia dan tidak ada efek samping.

Lalu harus tepat, sambung Wiku, artinya betul-betul vaksin tersebut bisa menimbulkan kekebalan spesifik pada virus yang beredar di indonesia.

“Ketiga, harus cepat. Karena kondisi yang dihadapi oleh dunia termasuk indonesia kita harus betul-betul cepat untuk bisa melindungi rakyat indonesia maka dari itu harus dilakukan seluruh ujinya. Termasuk, uji klinis bisa terlaksana dengan cepat tapi juga benar," jelas dia.

Baca Juga

Satgas COVID-19 Bentuk Tim Pakar Pastikan Vaksin Cocok untuk Masyarakat Indonesia

"Terakhir, dalam konteks cepat, harus bisa diproduksi juga dengan baik dan dalam jumlah yang memadai untuk betul-betul dapat memberikan vaksin kepada seluruh rakyat indonesia yakni perlu diberikan perlindungan,” ujar Wiku.

Wiku menambahkan pemerintah saat ini tengah berusaha keras menyediakan proteksi kepada masyarakat dengan memproduksi vaksin. Salah satunya adalah inisiatif kerja sama antara biofarma dan sinovac yang sedang melalui proses uji klinis vaksin fase 3. (Knu)

#Virus Corona #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Bagikan