Headline

Kivlan Zen Sebut PKI Bangkit, Pengamat: Nggak Mungkin, Komunis Gak Cocok di Indonesia

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 04 Maret 2018
Kivlan Zen Sebut PKI Bangkit, Pengamat: Nggak Mungkin, Komunis Gak Cocok di Indonesia

Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen. (Foto: Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen mengatakan, Partai Komunis Indonesia (PKI) akan kembali bangkit di tahun 2019. Pasalnya, menurut Kivlan jumlah pengikut PKI sudah mencapai 15 juta dan jika digabung dengan anak cucunya plus simpatisannya bisa mencapai 60 juta.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, mustahil bila PKI kembali bangkit. Pasalnya, menurut dia, ideologi komunis tidak cocok diterapkan di Indonesia.

Terlebih, Ketetapan (TAP) MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) masih berlaku. Oleh sebab itu, segala hal yang berbau paham komunis merupakan hal terlarang.

"PKI dalam konteks Indonesia sudah tidak bisa lagi. Tidak mungkin orang mau sama rata sama rasa. Misalkan dosen dengan buruh penghasilannya sama, nggak mungkin. Ideologi yang dianut PKI sudah tidak cocok dengan kondisi Indonesia sekarang,"kata Ujang kepada merahputih.com, Minggu (4/3).

Dia lantas mencontohkan, negara Tiongkok yang notabenya menganut komunisme tidak menerapkan ideologi tersebut secara konsisten. Mengingat, saat ini mazhab ekonomi negara Tiongkok sudah liberal.

"Makanya di China pun yang sesungguhnya komunis, konsep ekonominya liberal dengan perdagangan bebas. Artinya negaranya otoriter tapi konsep ekonominya pasar bebas," jelas Ujang.

Karena itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini meragukan pernyataan Kivlan Zen. Menurut dia, pernyataan mantan Kepala Staf Kostrad itu tidak berdasar dan cenderung utopis.

"Komentar tersebut harus didasarkan dengan fakta dan data yang ada," pungkas Ujang.

Sebelumnya, Kivlan Zen memprediksi, PKI akan melakukan berbagai cara untuk merebut kekuasaan di 2019 nanti. Keyakinan itu karena saat ini saja sudah muncul simbol-simbol PKI.(Pon)

#Kivlan Zen #Partai Komunis Indonesia (PKI) #Pengamat Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bisa memengaruhi elektabilitas di Pilpres 2029. Pengamat pun mengungkap dampaknya.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Perang AS-Israel vs Iran kini makin memanas. Pengamat pun meminta Indonesia agar tetap netral dan mendorong perdamaian.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Indonesia
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Perang antara AS-Israel vs Iran bisa menjadi krisis global, jika Rusia dan China ikut terlibat.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Bagikan