Pilpres 2019

Kiai Ma'ruf Dorong Santri dan Kader NU Kembangkan Startup Hingga Jadi Unicorn

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 28 Februari 2019
 Kiai Ma'ruf Dorong Santri dan Kader NU Kembangkan Startup Hingga Jadi Unicorn

Kiai Ma'ruf mengungkapkan sejak jadi cawapres kesibukannya semakin padat (MP/Mauritz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Cawapres nomor 01 Ma'ruf Amin bicara pengembangan startup menjadi unicorn di depan warga Nahdlatul Ulama (NU). Dia berharap kepada santri dan kader NU ada yang bisa mengembangkan usahanya sampai menjadi unicorn atau perusahaan rintisan dengan valuasi USD 1 miliar.

Mengutip pernyataan petahana Joko Widodo, bakal membangun 1000 balai latihan kerja di pesantren pada tahun 2019 dan 3000 balai latihan kerja pada tahun berikutnya. Dia meminta para santri memanfaatkan betul supaya bisa mengembangkan usaha sampai level unicorn.

"Kalau itu bisa bukan lagi startup nanti NU bisa jadi unicorn, ada lagi decacorn, kalau sudah mencapai 10 triliun," kata Kiai Ma'ruf saat melakukan rangkaian safari politiknya di Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2).

KH Ma'ruf Amin dorong santri kembangkan startup jadi unicorn
Calon wakil presiden nomor urut 01 Kiai Ma'ruf Amin. (MP/Fadhli)

Pernyataan Kiai Ma'ruf itu menegaskan bahwa Jokowi sudah mempersiapkan infrastruktur yang baik untuk menghadapi industri 4.0. Infrastruktur itu dia sebut sebagai tol langit, misalnya pemerataan internet di seluruh wilayah Indonesia.

Di NU sendiri, tambah Ketua MUI, sudah ada perusahaan rintisan di bidang keuangan dengan nama NU Cash. Makanya, dia menyemangati warga NU supaya tidak terus-menerus ketinggalan.

"Jangan kita terus saja ketinggalan terus tidak punya oleh karena itu ke depan ini kita harus siapkan supaya nanti ketika memasuki 100 tahun kedua kita siap untuk bersaing berkompetisi sehingga NU akan siap sumber daya manusianya, amin ya rabbal alamin, itu yang saya inginkan," kata Mustasyar PBNU itu.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Prabowo Janji Bebaskan Terpidana Korban Kriminalisasi, TKN: Dia Masih Berhalusinasi Kejayaan Orba

#KH Ma'ruf Amin #Nahdlatul Ulama (NU) #Startic #Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Prabowo menerima Kartanu dari PBNU yang tertulis sebagai anggota seumur hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Indonesia
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Muktamar Ke-35 NU Tambakberas Dimulai Besok! Cek Jadwal, Agenda, dan Isu Panas di Sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Agustus 2026
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Indonesia
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), isu politik uang kembali mencuat.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Ahmad Baso menilai larangan rangkap jabatan dalam ART NU perlu ditinjau kembali dan mendorong pembahasannya dalam Muktamar ke-35 NU.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Indonesia
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Organisasi sebesar NU membutuhkan kemampuan manajerial yang mampu menggerakkan perubahan secara nyata.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Cak Imin menanggapi dinamika yang terjadi di PBNU menjelang Muktamar ke-35. Ia mengatakan, bahwa yang bermain-main di NU bisa dikeluarkan.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Indonesia
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
PBNU mendukung penuh langkah penegakan hukum sekaligus penguatan sistem perlindungan santri secara internal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
Bagikan