MerahPutih.com - Ketua Ombudsman Republik Indonesia (RI) periode 2026–2031, Hery Susanto, ditangkap Kejaksaan Agung (Kejagung), Kamis (16/4).
Penangkapan ini mengejutkan publik karena Hery baru enam hari menjabat sebagai Ketua Ombudsman RI sejak dilantik untuk periode 2026–2031.
Hery sebelumnya merupakan Anggota Ombudsman RI periode 2021–2026 dan kembali terpilih melalui uji kelayakan dan kepatutan di Komisi II DPR RI pada Januari 2026. Dalam susunan baru Ombudsman RI periode 2026–2031, terdapat sembilan anggota, dengan Hery menjabat sebagai ketua.
Kejagung menetapkan Hery sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait tata kelola pertambangan nikel yang berlangsung dalam rentang 2013–2025. Dalam kasus ini, Hery diduga menerima suap sebesar Rp 1,5 miliar.
Ia disebut terlibat dalam pengurusan perhitungan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari PT TSHI. Perusahaan tersebut diduga meminta Hery untuk mengatur agar Ombudsman melakukan koreksi terhadap perhitungan PNBP.
Peristiwa ini terjadi pada 2025, saat Hery masih menjabat sebagai Anggota Ombudsman RI periode 2021–2026, sebelum kemudian terpilih menjadi Ketua Ombudsman RI pada 2026.
Baca juga:
Dilantik Prabowo Jumat Lalu, Ketua Ombudsman Hery Susanto Hari Ini Diborgol Kejagung
KPK Dalami Dugaan Suap Tambang Malut, Buka Peluang Jerat Pemberi Izin
Profil Singkat Hery Susanto
Hery Susanto lahir di Cirebon pada 9 April 1975. Ia memiliki latar belakang sebagai aktivis yang aktif dalam pengawasan pelayanan publik.
Dalam bidang pendidikan, Hery menempuh pendidikan doktoral (S3) Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup di Universitas Negeri Jakarta dan lulus pada 2024.
Selama bertugas di Ombudsman RI, ia dikenal fokus pada pengawasan sektor kemaritiman, investasi, dan energi. Ia juga aktif mendorong upaya pencegahan maladministrasi serta peningkatan kualitas pengawasan pelayanan publik.
Berikut riwayat jabatan Hery Susanto:
- Tenaga Ahli Anggota DPR RI Komisi IX (2014–2019)
- Direktur Eksekutif Komunal (2004–2009, 2009–2014)
- Ketua Umum Koordinator Nasional Masyarakat Peduli BPJS (2016–2021)
- Ketua Bidang Kesehatan Pengurus Majelis Nasional Korps Alumni HMI (2017–2022)
- Anggota Ombudsman RI (2021–2026)
- Ketua Ombudsman Republik Indonesia (2026–2031)
(Knu)

