Ketua MUI: Radikalisme dan Kesenjangan Sosial Jadi Masalah Serius Bangsa

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 10 Oktober 2017
Ketua MUI: Radikalisme dan Kesenjangan Sosial Jadi Masalah Serius Bangsa

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ma'ruf Amin. (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ma'ruf Amin menilai ada dua tantangan serius yang akan dihadapi bangsa Indonesia kedepannya. Dia mengatakan masalah tersebut harus diselesaikan semua pihak dan tidak boleh mengandalkan instansi tertentu, apa itu radikalisme dan kesenjangan sosial.

"Kalau dulu kita tantangannya perang, penjajahan. Menurut saya ada dua tantangan saat ini, pertama adalah radikalisme dan intoleran. Itu akan menjadi tantangan kita ke depan dan kedua adalah kesenjangan sosial," ujar Ma'ruf dalam diskusi 'Fikih Tawassuth dan Tasamuh dalam Membangun Perdamaian dan Indonesia Bebas Korupsi di gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (9/10).

Ma'ruf menjelaskan, radikalisme merupakan cara berpikir yang kontekstual yang melahirkan intoleran.

"Karena dari cara berpikir tekstual (rigid) melahirkan siap intoleran. Dia tidak menerima cara berpikir orang lain. Yang tidak sama dengan dia dianggap sesat menyimpang. Golongan ini disebut golongan takfiiri," kata dia.

Karenanya, kata Ma'ruf, langkah yang harus dilakukan adalah kontra radikalimlsme dan program deradikalisasi.

"Langkah yang harus kita lakukan yaitu kontra radikalisme dan deradikalisasi.
Tantangan kita bukan jihad fii sabilillah, tetapi penanggulangan radikalisme," tutur dia.

Permasalahan selanjutnya, ujar Kiai Ma'ruf adalah kesenjangan sosial. Persoalan ini menurutnya merupakan kelanjutan dari kebijakan masa lalu yang tidak tepat sehingga melahirkan konglomerasi.

"Kesenjangan sosial itu akibat kebijakan masa lalu yang tidak tepat. Masa lalu itu yang dibangun ekonominya di atas melahirkan konglomerasi. Jadi di atas makin kuat, yang di bawah semakin hancur, warung-warung umat pada roboh. Jadi kesenjangan sosial terjadi antara orang yang kuat dan orang yang lemah, antara yang kaya dan miskin.

Kalau ini tidak diselesaikan akan terjadi konflik sosial. Sumbernya apa, sumbernya ekonomi yang tidak berkeadilan," jelasnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia itu pun mendorong solusi kesenjangan sosial dalam hal perbaikan ekonomi yakni Arus Baru Ekonomi Indonesia.

"Karena itu yang harus diselesiakn kesenjangan sosial itu adalah perbaikan ekomomi. Makanya saya mengusung isu Arus Baru Ekonomi Indonesia. Arus baru yang pembangunanya pemberdayaan ekonomo umat, kenapa? Karena bagian terbesar dari negara ini adalah umat dan bagian terbesar dari umat adalah NU," ucap dia.

"Jadi pemberdayaan warga NU adalah niscaya, harus, karena dia adalah pemberdayaan umat, karena dia bagian terbesar bangsa ini. Karena itu pemberdayan ekonomi umat ini menjadi isu yang dibawah di Munas.
Saya ingin menjadikan pemberdayaan ekonomi umat itu pesantren," tuntasnya. (Fdi)

Baca juga berita terkait radikalisme dalam artikel berikut: Sejarah Berkembangnya Radikalisme di Indonesia

#Ma'ruf Amin #KH Ma'ruf Amin #Radikalisme #Kasus Intoleransi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Industri F&B RI Tumbuh 8 Persen, 1.200 Supplier Global Berebut Pasar Indonesia
Pendiri dan Direktur Utama Huamo Group, Wang Guo Ping, menambahkan bahwa pameran ini berfungsi sebagai jembatan perdagangan dua arah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 07 Mei 2026
Industri F&B RI Tumbuh 8 Persen, 1.200 Supplier Global Berebut Pasar Indonesia
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Indonesia
Hasil Rapat Sesepuh NU, Ma'ruf Amin Sebut Pemakzulan tak Sesuai AD/ART
Hasil rapat meminta agar polemik yang terjadi di PBNU diselesaikan melalui mekanisme internal.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
Hasil Rapat Sesepuh NU, Ma'ruf Amin Sebut Pemakzulan tak Sesuai AD/ART
Indonesia
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri pun mengajak para pelajar untuk menjadi tangan kanannya bersama-sama polisi menjaga keamanan di Jakarta.
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Indonesia
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
As SDM Kapolri, Irjen Anwar menyoroti munculnya fenomena “Polisi Cinta Sunah” (PCS)
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Oktober 2025
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
Indonesia
BNPT Minta Ibu Lebih Berperan Tangkis Upaya Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online
BNPT meminta para orang tua, khususnya para ibu, untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Oktober 2025
BNPT Minta Ibu Lebih Berperan Tangkis Upaya Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online
Indonesia
Menag Janji Laporan Kasus Intoleransi Segera Ditangani Kurang dari 24 Jam
Target Kemenag bukan hanya mengeliminasi, tetapi juga meniadakan potensi terjadinya konflik intoleransi
Wisnu Cipto - Rabu, 13 Agustus 2025
Menag Janji Laporan Kasus Intoleransi Segera Ditangani Kurang dari 24 Jam
Bagikan