Ketika Udara Bersih Menjadi Kebutuhan: Solusi Praktis untuk Lingkungan Sehat di Rumah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Agustus 2025
Ketika Udara Bersih Menjadi Kebutuhan: Solusi Praktis untuk Lingkungan Sehat di Rumah

Polusi Udara Jakarta. (Foto: MerahPutih.com/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Berdasarkan laporan IQAir 2024, Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat polusi udara tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Wilayah metropolitan Jabodetabek mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 30–55 µg/m³, angka yang berada di atas ambang batas tahunan yang direkomendasikan oleh WHO.

Kondisi ini menyoroti pentingnya udara bersih sebagai bagian dari kebutuhan dasar masyarakat, terutama di lingkungan perkotaan.

Menyikapi hal ini, Coway memperkenalkan produk pemurni udara yang dirancang untuk menjawab tantangan kualitas udara sekaligus tetap mempertimbangkan aspek kenyamanan dan keselarasan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat urban.

Baca juga:

4 Hari Berturut Kualitas Udara Jakarta Masuk 4 Besar Kota Terburuk di Dunia

Salah satu produk terbaru, Coway NEXT STORM, hadir dengan sejumlah peningkatan dalam performa pemurnian dan jangkauan area, disertai dengan sistem kerja yang lebih senyap. Perangkat ini dikembangkan untuk menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga melalui kualitas udara yang lebih baik.

“Sejalan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, kami ingin menghadirkan pemurni udara yang tidak hanya kuat secara fungsi, tetapi juga memberikan kenyamanan dalam penggunaannya sehari-hari,” ujar Tony Cho, President Director Coway Indonesia.

Baca juga:

Pemprov DKI Libatkan Daerah Aglomerasi untuk Atasi Polusi Udara Jakarta

NEXT STORM dilengkapi dengan 4-Step Filtration System yang terdiri dari beberapa tahap penyaringan, masing-masing dirancang untuk menangani jenis partikel dan kontaminan tertentu. Mulai dari Pre-Filter untuk menangkap partikel besar seperti bulu dan debu kasar, hingga Deodorisation Filter untuk partikel yang lebih kecil.

Kemudian, Double Deodorisation Filter membantu menyerap bau tidak sedap dan gas tertentu, sementara Copper HEPA Filter (H13) sebagai lapisan terakhir bekerja untuk menyaring partikel mikroskopis seperti virus dan bakteri, menjadikan udara yang dihasilkan lebih bersih dan layak untuk dihirup. (far)

#Polusi Udara #Kualitas Udara #Udara Segar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Awas Sesak! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Tembus Kategori Tidak Sehat, Wajib Pakai Masker
Kualitas udara Jakarta pagi ini berstatus tidak sehat dengan indeks AQI mencapai 177. Segera ketahui bahaya polusi udara dan langkah ampuh melindungi kesehatanmu di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Oktober 2026
Awas Sesak! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Tembus Kategori Tidak Sehat, Wajib Pakai Masker
Indonesia
Pakai Masker! Kualitas Udara Jakarta Rabu (7/10) Pagi Tidak Sehat, Masuk 5 Besar Terburuk Dunia
Kualitas udara Jakarta pada Rabu (7/10) pagi masuk kategori tidak sehat.
Yusuf Abdillah - Rabu, 07 Oktober 2026
Pakai Masker! Kualitas Udara Jakarta Rabu (7/10) Pagi Tidak Sehat, Masuk 5 Besar Terburuk Dunia
Indonesia
Kualitas Udara Jakarta 26 September 2026: Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Jakarta masuk 10 besar sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Hal itu diketahui dari IQAir pada Sabtu (26/9) pagi.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Kualitas Udara Jakarta 26 September 2026: Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Indonesia
Awas Nyesek! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Kategori Tidak Sehat, Wajib Pakai Masker
Kualitas udara Jakarta hari ini terpantau tidak sehat dengan polutan PM 2.5 yang lewati batas WHO. Cek update skor IQAir dan tips aman beraktivitas di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Awas Nyesek! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Kategori Tidak Sehat, Wajib Pakai Masker
Lainnya
Gandeng IndoBuildTech dan Masjid Cheng Hoo, Coway Perkuat Kehadiran di Surabaya
Coway memperkuat kehadiran di Surabaya melalui IndoBuildTech 2026 dan program CSR, sekaligus memperkenalkan Slim Stand dan Yonsu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Gandeng IndoBuildTech dan Masjid Cheng Hoo, Coway Perkuat Kehadiran di Surabaya
Indonesia
Awas Sesak Napas! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Terburuk Kedua di Dunia, Begini Cara Antisipasinya
Hati-hati saat keluar rumah! Kualitas udara Jakarta pagi ini masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat dua terburuk di dunia. Cek bahaya polusi dan solusi dari Pemprov DKI di sini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Awas Sesak Napas! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Terburuk Kedua di Dunia, Begini Cara Antisipasinya
Indonesia
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Asap kebakaran ekstrem meningkat tiga kali lipat sejak 1990-an, berkontribusi pada 100 ribu kematian tambahan tiap tahun.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Dunia
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Peningkatan polusi udara akibat kebakaran hutan dan gelombang panas dapat menghambat upaya global memperbaiki kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Indonesia
Pontianak Puncaki Daftar Kota Paling Berpolusi di Indonesia Hari Ini, Kotamu Aman?
Pontianak menduduki puncak kota paling berpolusi di Indonesia dengan indeks AQI berbahaya, sementara Medan jadi yang terbersih. Cek ranking kualitas udara kotamu hari ini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Pontianak Puncaki Daftar Kota Paling Berpolusi di Indonesia Hari Ini, Kotamu Aman?
Indonesia
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Dinkes DKI Jakarta mengimbau bayi, balita, dan lansia mengurangi aktivitas di luar rumah saat polusi udara Jakarta sedang tidak baik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Bagikan