Ketidakpastian Harga Komoditas Meningkat
Menkeu Sri Mulyani (kiri), Menkes Budi G Sadikin (tengah) dan Mensos Tri Rismaharini menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/2/2023). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.
MerahPutih.com - Pemerintah membahas sejumlah tantangan bidang perekonomian yang berpotensi terjadi di tahun 2023-2024 dan perlu diantisipasi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan, sidang kabinet terbatas membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal untuk penyusunan APBN tahun 2024 tahun depan.
Baca Juga:
Sejumlah Harga Komoditas Bahan Pangan Naik pada 10 Januari 2023
Di dalam siklus APBN, pemerintah memulai pembahasan sangat awal mengenai bagaimana arah kebijakan makro ekonomi dan kebijakan fiskal untuk tahun berikutnya, yang nanti akan semakin dimatangkan dalam proses penyusunan APBN nasional, dan juga akan dipresentasikan dan dikonsultasikan dengan DPR.
Sri Mulyani mengatakan, dalam sidang kabinet terbatas itu pemerintah salah satunya membahas mengenai lingkungan global yang berubah secara sangat luar biasa.
Misalnya, untuk tahun 2023 dan 2024 tantangan yang terjadi hari ini antara lain situasi geopolitik yang meningkat, inflasi dunia yang sangat tinggi yang menyebabkan kenaikan suku bunga global, kemudian dibukanya kembali Tiongkok sesudah mengalami lockdown.
"Ini menimbulkan berbagai macam kemungkinan dan juga beberapa tantangan yang harus kita (pemerintah) antisipasi," kata Menkeu.
Ia menjelaskan, untuk tahun depan momentum perekonomian yang saat ini cukup kuat akan terus dijaga, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik di angka 5,3 persen pada tahun 2022, momentumnya tetap bisa dijaga untuk tahun 2023 dan 2024.
"Ini berarti dari sisi permintaan konsumsi rumah tangga untuk bisa tumbuh di atas 5 persen, maka inflasi di Indonesia harus dikendalikan dan confidence dari konsumen harus dijaga dan juga investasi akan terus momentumnya diperkuat," katanya.
Sedangkan di sisi global, pemerintah akan mengantisipasi kondisi global dalam bentuk ekspor yang barangkali mengalami disrupsi karena geopolitik dan harga komoditas yang ketidakpastiannya kemungkinan meningkat karena terjadinya persaingan politik antara negara-negara besar.
Baca Juga:
Hilirisasi Komoditas Perkebunan Picu Daya Saing Peningkatan Ekonomi Nasional
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Sekjen Gerindra Sebut Megawati Ajarkan Prabowo soal Pemulihan Ekonomi
Pemerintah Didesak Percepat Stimulus untuk Meredam Dampak Gejolak Ekonomi
Pemerintahan Prabowo-Gibran Diminta Manfaatkan Momentum Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi Tiongkok Melambat, AS Mulai Tumbuh Baik
Impor Indonesia Turun
Indonesia Ajak Vietnam Bersama Kembangkan Kendaraan Listrik
BUMN PT PP Raih Kontrak Pembangunan RS PON Jakarta Rp 258 Miliar
Kemendag Musnahkan Pakaian dan Alas Kaki Bekas Impor Senilai Rp 174,8 Miliar di 2023
17 Bank Konvensional dan 14 Bank Syariah Jadi Penyalur KPR Subsidi di 2024
15 Juta Kendaraan Listrik Ditargetkan Beroperasi di Indonesia Pada 2030