Ketahui Gangguan Kesehatan yang Muncul Akibat Polusi Udara

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 23 September 2023
Ketahui Gangguan Kesehatan yang Muncul Akibat Polusi Udara

Polusi udara menyebabkan masalah kesehatan baik bagi manusia maupun makhluk hidup lainnya. (freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAHAYA polusi udara masih mengintai kita. Polusi udara adalah terkontaminasinya udara oleh zat yang berbahaya, dan dapat menyebabkan masalah kesehatan baik bagi manusia maupun makhluk hidup lainnya.

Khususnya di Jakarta, tingkat kadar polusi udara masih naik turun. Penyebab polusi udara amat beragam. Adapun penyebab polusi udara adalah menumpuknya partikel debu atau asap dari kendaraan bermotor, senyawa sulfur dioksida (hasil pembakaran bahan bakar), hingga partikel ozon yang berlebihan di permukaan Bumi.

Baca Juga:

Lidah Mertua Mampu Serap Polutan Udara

polusi
Mata mudah terpapar polusi udara, menyebabkan masalah seperti konjungtivitis, sindrom mata kering, bahkan glaukoma. (freepik/amranaydinov)

Akibatnya, bahaya polusi udara pun terasa menakutkan. Polusi udara dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru, jantung, bahkan meningkatkan risiko gangguan kehamilan pada ibu hamil. Namun tak hanya itu, bahaya polusi udara juga bisa berdampak pada organ tubuh lain, melansir dari laman Siloam Hospital, berikut masing-masing penjelasannya.

Gangguan mata

Efek polusi udara bagi kesehatan salah satunya berpengaruh pada mata. Karena, mata mudah terpapar polusi udara. Pada akhirnya menyebabkan masalah seperti konjungtivitis, sindrom mata kering, bahkan glaukoma.

Mencegah terjadi hal ini, sebaiknya kamu gunakan kacamata atau pelindung mata ketika menjalani aktivitas di luar ruangan, terutama di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk. Jika memiliki mata yang sensitif, usahakan untuk selalu menyediakan obat tetes mata dan hindari menyentuh mata terlalu sering.

Batuk

Polusi udara dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Memicu beberapa masalah kesehatan seperti mengi, pilek, sesak napas, batuk-batuk, dan napas pendek. Batuk terjadi karena adanya polutan yang masuk ke dalam sistem pernapasan bagian atas. Sehingga memicu respon tubuh untuk mengeluarkan partikel tersebut.

Penyakit asma

Asma merupakan peradangan paru kronis yang dapat mengakibatkan saluran napas menyempit. Maka sering menimbulkan rasa sesak pada dada, mengi, dan batuk-batuk. Kualitas udara yang buruk dapat menyebabkan serangan asma lebih sering terjadi. Kondisi ini terbilang cukup serius, karena jika tidak segera diatasi dapat berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian.

Baca Juga:

Polusi Udara Masih Membungkus Jakarta

polusi
Paparan polusi udara dapat mengakibatkan berbagai masalah pada kehamilan seperti lahirnya bayi dengan berat badan tidak ideal. (freepik/rawpixels)

Kanker paru-paru

Walau selalu dikaitkan dengan kebiasaan merokok, kanker paru-paru juga menjadi salah satu dampak polusi udara yang perlu diwaspadai. Hal ini bisa terjadi akibat paparan debu dan partikel ozon yang terkandung dalam polusi udara yang terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.

PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)

PPOK merupakan jenis penyakit paru kronis yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas dalam jangka panjang. PPOK bisa terjadi akibat tubuh sering menghirup polutan serta asap rokok secara terus-menerus.

Meskipun memiliki gejala yang mirip, PPOK dan asma adalah dua kondisi yang berbeda. Asma adalah obstruksi saluran pernapasan yang bersifat reversibel, menyebabkan mengi, dan sensasi terikat di dada. Sedangkan PPOK bersifat progresif dan irreversibel, gejala bersifat konstan berupa sesak napas, dan batuk yang disertai dahak.

Penyakit kardiovaskular

Selain menyebabkan masalah pada paru-paru, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular juga menjadi salah satu bahaya polusi udara yang jarang disadari. Hal ini terjadi karena polutan yang dihirup oleh tubuh bisa masuk ke aliran darah melalui jantung dan paru-paru, kemudian merusak pembuluh darah sehingga membuatnya menjadi lebih keras dan sempit. Akibatnya, risiko penyakit jantung dan pembuluh darah pun akan meningkat.

Kelahiran bayi prematur

Kualitas udara yang buruk juga perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Pasalnya, paparan polusi udara dapat mengakibatkan berbagai masalah kehamilan mulai dari lahirnya bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), kelahiran prematur, terhambatnya perkembangan paru-paru janin, hingga kematian.

Hal ini bisa terjadi karena partikel udara yang buruk dapat mengendap di plasenta janin. Karena itu, ibu hamil sebaiknya menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah untuk mencegah menghirup polutan.

Kanker kulit

Bahaya polusi udara berikutnya adalah meningkatnya risiko kanker kulit. Pasalnya, senyawa berbahaya yang terkandung dalam polusi udara dapat terserap oleh kulit. Apabila hal ini berlangsung dalam waktu yang lama, risiko terjadinya kanker kulit bisa semakin besar. Kondisi ini dapat diperparah dengan adanya paparan sinar UV setiap hari saat berada di luar ruangan. (dgs)

Baca Juga:

Waspada, Dampak Polusi Udara Bagi Anak

#Kesehatan #September Sebangsa Seudara
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan