Kesadaran Cinta Lingkungan Meningkat, Green Jobs Jadi Tren Baru

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 02 Mei 2024
Kesadaran Cinta Lingkungan Meningkat, Green Jobs Jadi Tren Baru

Gaya hidup ramah lingkungan menjadi bagian dari green jobs. (foto: Pexels.com/Ready Made)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BAPPENAS dan United Nations Development Programme (UNDP) memproyeksikan pekerjaan yang membutuhkan green skills akan membuka peluang hingga 4,4 juta pekerja pada 2030. Green skills adalah keterampilan dalam mendukung pelestarian lingkungan, seperti beralih ke pilihan gaya hidup ramah lingkungan. Fenomena itu mengarahkan tren baru yang akan berkembang, yakni green job.

Manajer Kebijakan dan Advokasi Koaksi Indonesia Azis Kurniawan menjelaskan green jobs adalah pekerjaan layak dan ramah lingkungan. Green jobs tidak hanya berkutat pada sektor manufaktur, konstruksi, dan energi hijau, seperti energi terbarukan dan transisi energi, tapi juga bisa dilakukan pekerja di semua sektor. Sebagai contoh, pekerja di perkantoran hijau (green office), usaha konstruksi hijau (green construction), serta gedung ramah lingkungan atau green building.

“Pekerjaan layak indikatornya banyak, tidak eksploitatif secara fiskal dan tidak diskriminatif secara sosial. Kedua, pekerjaannya berkontribusi memulihkan lingkungan,” jelas Azis Kurniawan dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com.

Azis menjelaskan beberapa kriteria Green Jobs menurut ILO, di antaranya mampu meningkatkan efisiensi energi dan menghemat bahan baku, membatasi gas rumah kaca, meminimalisasi limbah dan polusi, mengembalikan ekosistem atau memulihkan ekosistem. Terakhir, tambah Azis, green jobs harus bisa mendukung upaya adaptasi terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, menurut dia, sudah waktunya anak-anak muda mulai atau menekuni green jobs.

Baca juga:

Zero Waste, Gaya Hidup Cinta Lingkungan

Sementara itu, Manajer Riset dan Pengelolaan Pengetahuan Koaksi Indonesia Ridwan Arif mengatakan masyarakat punya peran besar terkait dengan persoalan iklim dan lingkungan karena setiap orang memiliki ekosistemnya sendiri yang harus dirawat. Di lingkungan urban dan rural, menurut Ridwan, akan berbeda, termasuk hasil atau dampaknya.

Menurut dia, untuk beralih menekuni green jobs, banyak yang bisa dilakukan warga di kawasan urban, termasuk dengan pilihan gaya hidup ramah lingkungan dengan menggunakan transportasi publik. Cara lain jika tidak mau bergantung pada transportasi publik ialah penjejak green jobs bisa beralih menggunakan sepeda atau beragam moda kendaraan lain berbasis listrik.

Dengan luasnya lingkup green jobs, masyarakat bisa beralih menekuni pekerjaan ramah lingkungan. “Selama di kantor, kita bisa menggunakan energi dengan efisien, termasuk menggunakan kertas bolak-balik. Itu masuk kategori green jobs. Mematikan alat pendingin udara dan lampu penerangan juga termasuk upaya itu. Banyak orang tidak merasa bekerja di green jobs, padahal mereka sudah melakukannya setiap hari,” tutur Azis.

Di masa depan, green jobs akan semakin menjadi tren di Indonesia. Menurut Koaksi Indonesia, hal itu disebabkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap dampak perubahan iklim sehingga menumbuhkan usaha kecil yang berkontribusi pada lingkungan. Hal-hal itu meliput usaha pemanfaatan limbah menjadi produk lain seperti tas, kemasan makanan hingga kertas daur ulang. Saat ini, semakin banyak perusahaan yang membentuk divisi keberlanjutan (sustainability). Dengan adanya divisi keberlanjutan, perusahaan harus patuh terhadap berbagai regulasi terkait dengan keberlanjutan, misalnya proses produksi ataupun bahan baku.(*)

Baca juga:

Menggagas Pemilu Ramah Lingkungan Minim Sampah

#Pekerjaan #Ramah Lingkungan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
1,4 Juta Tenaga Kerja Sudah Terserap hingga Agustus 2026, Kemnaker Perkuat Career Day untuk Talenta Muda
Sebanyak 1.411.857 tenaga kerja mendapat penempatan hingga Agustus 2026. Kemnaker memperkuat Career Day dan You RISE untuk talenta muda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
1,4 Juta Tenaga Kerja Sudah Terserap hingga Agustus 2026, Kemnaker Perkuat Career Day untuk Talenta Muda
Indonesia
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
Bank Jakarta membangun dua biodigester di Jakarta Utara. Biodigester itu bisa mengolah hingga 500 kg sampah per hari.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
Indonesia
Kemenaker Akan Ubah Regulasi Ketenagakerjaan, Akomodir Gig Economy
Model kerja berbasis platform membuka peluang ekonomi yang semakin luas, tetapi pada saat yang sama memerlukan pendekatan regulasi yang mampu mengakomodasi karakter hubungan kerja
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Kemenaker Akan Ubah Regulasi Ketenagakerjaan, Akomodir Gig Economy
Indonesia
DPR Kritik Pembentukan Karakter Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Dengan Cara Berjalan di Atas Bara Api
Kualitas insan BPJS Ketenagakerjaan diuji melalui kinerja nyata di lapangan, bukan sekadar ketahanan fisik melintasi rintangan ekstrim.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
DPR Kritik Pembentukan Karakter Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Dengan Cara Berjalan di Atas Bara Api
Fun
GRID Cardio Rush 2026 Sukses Digelar, Setiap Langkah Pelari Berkontribusi Tanam Pohon
GRID Cardio Rush 2026 sukses digelar Minggu (2/8). Ajang lari ini mendorong gaya hidup sehat lewat aksi nyata pelestarian alam.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
GRID Cardio Rush 2026 Sukses Digelar, Setiap Langkah Pelari Berkontribusi Tanam Pohon
Berita Foto
Angka Pekerja Informal di Jakarta Sentuh 1,98 Juta Orang
Sejumlah pekerja melintas dekat badut yang tertidur di Kawasan JPO Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 20 Juli 2026
Angka Pekerja Informal di Jakarta Sentuh 1,98 Juta Orang
Indonesia
BPS: Pengangguran di Solo Masih 6.943 Orang, Didominasi Lulusan SMA/SMK
Angka pengangguran di Solo kini masih menembus 6.943 orang. Jumlah itu didominasi oleh lulusan SMA/SMK.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
BPS: Pengangguran di Solo Masih 6.943 Orang, Didominasi Lulusan SMA/SMK
Indonesia
4 Tips Negosiasi Naik Gaji di Perusahaan, 83 Persen Karyawan Berhasil dengan Cara Ini
Salary Pulse Indonesia 2026 mencatat 83 persen pekerja berhasil mendapat kenaikan gaji setelah negosiasi. Simak empat tips mengajukan kenaikan gaji ini.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
4 Tips Negosiasi Naik Gaji di Perusahaan, 83 Persen Karyawan Berhasil dengan Cara Ini
Fun
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Konten kreator kini wajib punya NIB. Lalu, apa itu NIB dan bagaimana cara mendaftarnya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Berita Foto
Transformasi UOB Plaza Dorong Efisiensi Energi dan Target Net-Zero Emission 2060
Transformasi UOB Plaza berkolaborasi dengan UOB Property ini akan menghadirkan peningkatan yang berfokus pada aspek berkelanjutan.
Didik Setiawan - Rabu, 17 Juni 2026
Transformasi UOB Plaza Dorong Efisiensi Energi dan Target Net-Zero Emission 2060
Bagikan