MERAHPUTIH.COM - KERATON Kasunanan Surakarta Hadiningrat melaksanakan upacara adat Labuhan Ubo Rampe Adang Tahun DAL 1959 dengan penuh khidmat di Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (19/4). Prosesi ini merupakan bagian penting dari rangkaian Adang Tahun Dal yang dilaksanakan setiap delapan tahun sekali dalam penanggalan Jawa, sekaligus menjadi bentuk nyata pelestarian adat dan tradisi leluhur keraton.
Kegiatan diawali dengan wilujengan di Kagungan Dalem Sasono Parasedyo Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dalam suasana sakral, doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan, kemuliaan, serta kelestarian keraton. Setelah itu, rombongan abdi dalem dan sentono dalem bergerak menuju Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, lokasi pelaksanaan labuhan.
Upacara Labuhan Ubo Rampe Adang ini tidak hanya menjadi simbol spiritual penyatuan antara manusia dan alam, tetapi juga memiliki makna historis sebagai kelanjutan dari amanat leluhur keraton. Pada pelaksanaan hajad dalem kali ini, SISKS Paku Buwono XIV melanjutkan rangkaian upacara adat dari Sawarga SISKS Pakoe Boewono XIII yang harus dituntaskan.
Dalam tatanan adat Keraton, setelah prosesi Adang dilaksanakan pada bulan Mulud Tahun Dal, Ubo-rampé Adang wajib dilabuh melalui upacara larungan di Pantai Parangkusumo sebagai penutup rangkaian ritual.
Baca juga:
Kementerian Kebudayaan Lanjutkan Revitalisasi Keraton Solo, Sasar Keraton Kilen
Adapun ubo-rampe yang dilabuh berupa perlengkapan adang bethak, seperti pawon adang, kipas, dan berbagai peralatan lainnya yang sebelumnya berada di Kagungan Dalem Pawon Gondorasan. Prosesi labuhan dipimpin oleh KGPH. Adipati Dipokusumo selaku Pengageng Parentah Keraton, diikuti sentono dalem, ulama Keraton, serta ratusan abdi dalem yang membawa sesaji untuk dilarung ke laut.
Sebelum pelarungan dilakukan, doa bersama dipanjatkan Bupati Esti KMTM Ana Muji Rahayuningtyas, memohon keselamatan dan kemuliaan bagi SISKS Paku Buwono XIV, GKR Ageng, sentono dalem, serta seluruh abdi dalem. Doa juga ditujukan bagi keutuhan, kerukunan, dan kelestarian Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan lancar dengan dukungan berbagai elemen masyarakat.
Juru Bicara Sri Susuhunan Paku Buwono XIV, KPA Singonegoro mengatakan pelaksanaan Labuhan Ubo Rampe Adang Tahun DAL 1959 merupakan bentuk komitmen kuat Sinuwun dalam menjaga kesinambungan adat dan tradisi Keraton. "Sinuwun Paku Buwono XIV menjalankan amanat leluhur dengan penuh tanggung jawab. Rangkaian adat ini merupakan warisan dari Sawarga Pakubuwono XIII yang harus diselesaikan sesuai paugeran Keraton,” ujar Singonegoro.
Ia menambahkan upacara adat Ini menjadi bukti bahwa Sinuwun sangat berkomitmen dalam melestarikan dan menjaga adat serta tradisi Keraton Surakarta Hadiningrat,” ujar KPA Singonegoro.
“Dengan terselenggaranya upacara ini, Karaton Surakarta Hadiningrat kembali menegaskan eksistensinya sebagai penjaga nilai-nilai budaya adiluhung Jawa, sekaligus memperkuat harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
PB XIV Purbaya Tertibkan Aset Keraton Solo, Ganti 10 Gembok Pintu