Keraton Surakarta Gelar Labuhan Ubo Rampe Adang Dal 1959, Bentuk Nyata Pelestarian Tradisi Leluhur

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 20 April 2026
Keraton Surakarta Gelar Labuhan Ubo Rampe Adang Dal 1959, Bentuk Nyata Pelestarian Tradisi Leluhur

Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat melaksanakan Upacara Adat Labuhan Ubo Rampé Adang, Minggu (19/4). (Dok.Keraton Surakarta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KERATON Kasunanan Surakarta Hadiningrat melaksanakan upacara adat Labuhan Ubo Rampe Adang Tahun DAL 1959 dengan penuh khidmat di Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (19/4). Prosesi ini merupakan bagian penting dari rangkaian Adang Tahun Dal yang dilaksanakan setiap delapan tahun sekali dalam penanggalan Jawa, sekaligus menjadi bentuk nyata pelestarian adat dan tradisi leluhur keraton.

Kegiatan diawali dengan wilujengan di Kagungan Dalem Sasono Parasedyo Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dalam suasana sakral, doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan, kemuliaan, serta kelestarian keraton. Setelah itu, rombongan abdi dalem dan sentono dalem bergerak menuju Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, lokasi pelaksanaan labuhan.

Upacara Labuhan Ubo Rampe Adang ini tidak hanya menjadi simbol spiritual penyatuan antara manusia dan alam, tetapi juga memiliki makna historis sebagai kelanjutan dari amanat leluhur keraton. Pada pelaksanaan hajad dalem kali ini, SISKS Paku Buwono XIV melanjutkan rangkaian upacara adat dari Sawarga SISKS Pakoe Boewono XIII yang harus dituntaskan.

Dalam tatanan adat Keraton, setelah prosesi Adang dilaksanakan pada bulan Mulud Tahun Dal, Ubo-rampé Adang wajib dilabuh melalui upacara larungan di Pantai Parangkusumo sebagai penutup rangkaian ritual.

Baca juga:

Kementerian Kebudayaan Lanjutkan Revitalisasi Keraton Solo, Sasar Keraton Kilen


Adapun ubo-rampe yang dilabuh berupa perlengkapan adang bethak, seperti pawon adang, kipas, dan berbagai peralatan lainnya yang sebelumnya berada di Kagungan Dalem Pawon Gondorasan. Prosesi labuhan dipimpin oleh KGPH. Adipati Dipokusumo selaku Pengageng Parentah Keraton, diikuti sentono dalem, ulama Keraton, serta ratusan abdi dalem yang membawa sesaji untuk dilarung ke laut.

Sebelum pelarungan dilakukan, doa bersama dipanjatkan Bupati Esti KMTM Ana Muji Rahayuningtyas, memohon keselamatan dan kemuliaan bagi SISKS Paku Buwono XIV, GKR Ageng, sentono dalem, serta seluruh abdi dalem. Doa juga ditujukan bagi keutuhan, kerukunan, dan kelestarian Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan lancar dengan dukungan berbagai elemen masyarakat.

Juru Bicara Sri Susuhunan Paku Buwono XIV, KPA Singonegoro mengatakan pelaksanaan Labuhan Ubo Rampe Adang Tahun DAL 1959 merupakan bentuk komitmen kuat Sinuwun dalam menjaga kesinambungan adat dan tradisi Keraton. "Sinuwun Paku Buwono XIV menjalankan amanat leluhur dengan penuh tanggung jawab. Rangkaian adat ini merupakan warisan dari Sawarga Pakubuwono XIII yang harus diselesaikan sesuai paugeran Keraton,” ujar Singonegoro.

Ia menambahkan upacara adat Ini menjadi bukti bahwa Sinuwun sangat berkomitmen dalam melestarikan dan menjaga adat serta tradisi Keraton Surakarta Hadiningrat,” ujar KPA Singonegoro.

“Dengan terselenggaranya upacara ini, Karaton Surakarta Hadiningrat kembali menegaskan eksistensinya sebagai penjaga nilai-nilai budaya adiluhung Jawa, sekaligus memperkuat harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

PB XIV Purbaya Tertibkan Aset Keraton Solo, Ganti 10 Gembok Pintu



#Solo #Jawa Tengah #Paku Buwono XIV
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Wapres Gibran meminta maaf atas dugaan keracunan MBG di Batang. Sebanyak 700 siswa terdampak dan 34 masih dirawat, investigasi berlangsung.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Indonesia
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Kemendagri saat ini terus mendampingi seluruh kepala daerah agar pelaksanaan enam bidang SPM dapat berjalan optimal.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Indonesia
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
BGN memberikan suspend berat kepada SPPG Batang Bawang Bawang setelah 219 penerima MBG mengalami gangguan kesehatan dan ditemukan pelanggaran SOP.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
Indonesia
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan yakni dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dan ketersediaan hunian.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Tradisi
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Hari Jadi Kabupaten Kudus resmi digeser dari 23 September ke 23 Agustus mulai tahun 2027 berdasarkan kajian ilmiah Prasasti Masjid Menara Kudus.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Indonesia
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Hasil tes DNA akan dikirim ke Pusdokkes untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan dengan sampel jenazah yang telah ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Indonesia
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Penutupan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan yang masih cukup rawan.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Indonesia
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Warga terancam kena gusur akibat perluasan Stasiun Solo Jebres.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Indonesia
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Tahir Solo Museum diketahui memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp600 juta.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Bagikan