Kepala BNPT Boy Rafli Amar Respons Isu Gabung PPP
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar saat ditemui di Jakarta, Senin (20/2/2023) malam. ANTARA/Muhammad Zulfikar
MerahPutih.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar merespons isu yang menyatakan dirinya akan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988 ini menegaskan hingga saat ini masih berstatus sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) aktif sehingga tidak bisa berkomentar lebih lanjut terkait dengan isu akan bergabung ke salah satu partai politik.
Baca Juga
"Saya belum purna. Saya masih posisinya masih belum berpolitik praktis. Belum purnawirawan," ujar Boy di Jakarta, Selasa (21/2).
Boy menyampaikan hal itu ketika menjawab isu seputar dirinya yang akan bergabung ke partai berlambang Kakbah usai purnatugas sebagai anggota Polri aktif.
Mantan Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri ini akan purnatugas dalam waktu dekat.
Baca Juga
Sebelumnya, pada puncak acara Hari Lahir (Harlah) Ke-50 PPP Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono sempat menyinggung perihal calon wakil presiden (cawapres) di hadapan Presiden RI Joko Widodo.
Selain jajaran pimpinan PPP yang duduk di sisi Jokowi, juga terdapat Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
Kemudian, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas), serta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (*)
Baca Juga
Bagikan
Berita Terkait
Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai, Daftar Februari 2026
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
BNPT Sampaikan Rilis Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Densus 88 Polri Ungkap Kasus Teroris Rekrut Anak-anak dari Media Sosial dan Game Online
Presiden Perintahkan Kader PKS Jadi Negarawan, Jaga Integritas