Parenting

Kendalikan Anak saat Bermain Ponsel

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 29 Juli 2022
Kendalikan Anak saat Bermain Ponsel

Cara Mengontrol anak dalam bermain smatphone . (Foto: freepik/andreas)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT pandemi COVID-19 ponsel pintar menjadi andalan. Untuk mencari kebutuhan, mendukung kegiatan sekolah atau sekadar hiburan, ponsel pintar dapat memberikannya. Hal tersebut menjadikan ponsel pintar sebagai akses utama pada dunia luar. Namun, tanpa kita sadari lamanya waktu pandemi menjadikan anak-anak candu dengan ponsel pintar dan melupakan interaksi dunia luar.

Dilansir Cnet, sebanyak 42 persen anak-anak memiliki waktu bermain ponsel lebih dari 30 jam per minggunya. Studi ini dilakukan oleh Sell Cell dengan melakukan penelitian terhadap 1.135 orang tua di Amerika Serikat dengan anak-anak berusia 4 - 14 tahun. Hal tersebut pun menjadikan orang tua harus mulai mengontrol anaknya dalam mengakses ponsel pintar.

Baca Juga:

Hal yang Harus Dilakukan Saat Orangtua Punya Gaya Parenting Berbeda

Oleh sebab itu, langkah pertama yang dapat dilakukan ialah mendiskusikan dan melakukan perjanjian dengan sang anak mengenai batasan-batasan penggunaan ponsel pintar. Jika anak tidak setuju, berikan penjelasan dan pengertian kepada anak kenapa perlu adanya batasan tersebut. Misalnya seperti memberi penjelasan kalau bermain ponsel pintar terlalu lama mampu merusak mata.

Dibandingkan mengontrol mereka, lebih baik berikan fleksibilitas pada mereka untuk menetukan. (Foto: Freepik/Freepik)


Selain itu, contoh sederhana yang dapat kamu lakukan untuk melakukan pembatasan bermain ponsel pada anak ialah ketika jam makan. Larang mereka bermain ponsel saat di meja makan. Jika ingin lebih ketat, kamu juga boleh hanya mengizinkan mereka bermain ponsel saat akhir pekan atau hari libur saja.

Baca Juga:

Hati-hati Terjebak Dalam Pola Asuh Hyper-Parenting

Namun, terpenting perlu diingat ialah pembatasan ini bukan hanya dilakukan oleh anak, tetapi para orang tua juga harus ikut menerapkannya. Sebab sesungguhnya anak akan mencontoh sikap para orang tuanya. Selain itu, hubungan orang tua dengan anak akan menjadi lebih intens.

Lakukan kegiatan-kegiatan baru bersama anak agar mereka tidak merasa bosan. (Foto: freepik/tirachardz)


Para orang tua juga bisa mengajak bermain atau melakukan kegiatan-kegiatan baru bersama sang anak, agar mereka tidak merasa bosan karena dijauhkan dengan ponsel pintar dan mereka tetap bisa belajar hal-hal baru.

Dibandingkan pembatasan, terkadang orang tua juga perlu memberikan fleksibilitas kepada anak, agar sang anak dapat memilih dan menentukan kapan mereka membutuhkan ponsel pintar. Misalnya ketika ia ingin berbincang dengan teman jauhnya atau belajar mengenai sesuatu yang hanya berada di internet. Pada dasarnya ponsel pintar juga memiliki manfaat akan tetapi penggunaanya tetap harus bijak. (nbl)

Baca Juga:

Metode Parenting yang Tepat

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Bagikan