Kenali Tipe Alat Pemadam Api Ringan (APAR) agar Kebakaran Tepat Ditangani

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Kamis, 20 Oktober 2022
Kenali Tipe Alat Pemadam Api Ringan (APAR) agar Kebakaran Tepat Ditangani

Kenali berbagai tipe APAR agar tidak berakibat fatal saat kebakaran. (Foto: Pexels/Levi Damasceno)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

API berkobar hebat. Semua sisi kubah Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC) berubah merah. Asap mengepul tinggi. Angin bertiup kencang, membuat api kian berkobar dan cepat menyebar. Dalam waktu setengah jam, kubah lumat, lalu roboh.

Dari keterangan Polres Metro Jakarta Utara, para pekerja bangunan yang sekaligus menjadi saksi mencoba untuk memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, api justru menyebar semakin besar dan luas sore itu, Rabu (19/10).

Tak ada keterangan resmi tentang jenis APAR atau fire extinguisher jenis apa yang digunakan oleh para pekerja. Namun, beberapa warganet di media sosial berpendapat bahwa bisa jadi jenis alat pemadam api yang digunakan saat itu tidak sesuai dengan jenis kebakaran yang terjadi.

Mengacu pada laman UCLA Health, ada beberapa tipe fire extinguisher atau APAR. Tipe-tipe tersebut disesuaikan pula dengan jenis api yang hendak dipadamkan. Penggunaaan APAR yang salah pada suatu kondisi kebakaran dapat menyebabkan ledakan, penyebaran api yang lebih luas, atau sengatan listrik.

Sebelum mengenal tipe APAR lebih jauh, mari kita mengenal jenis api lebih dulu. Ada empat jenis api yang terbagi dalam A, B, C, D, dan K. Jenis A adalah api yang berasal dari bahan-bahan padat seperti kayu, kertas, kain, dan plastik. Jenis B adalah api yang berasal dari cairan mudah terbakar misalnya alkohol, eter, dan minyak bahan bakar.

Jenis C adalah api yang muncul dari alat-alat elektronik dan kabel listrik sehingga jangan gunakan api untuk memadamkannya. Jenis D adalah api yang muncul dari logam mudah terbakar misalnya sodium dan potasium. Jenis K adalah api yang muncul dari cairan memasak seperti minyak sayur atau bahan memasak lainnya.

Nah, alat yang paling aman dan sering ditemukan untuk memadamkan api adalah fire extinguisher atau APAR tadi. Benda ini berbentuk tabung merah dengan pipa penyemprot pada bagian atasnya.

Sesuai namanya, APAR cocok digunakan untuk memadamkan api kecil saja. Meski sekilas terlihat sama, setiap APAR memiliki label yang menunjukkan cocok untuk api jenis apa.

Menurut laman Safelincs, umumnya ada 6 jenis APAR yang digunakan. Berikut ini adalah keenam jenis APAR, label, dan kegunaan mereka pada masing-masing jenis kebakaran.

Baca juga:

Robeta, Mobil Listrik Mini Pemadam Kebakaran

1. Water

apar
APAR jenis Water. (Foto: Safelincs)


APAR ini punya label berwarna merah di tabungnya. Ia cocok untuk memadamkan api yang disebabkan oleh benda-benda padat seperti kayu, kertas, dan tekstil. Perhatikan untuk tidak menggunakan APAR ini ke arah benda elektronik.

2. AFFF Foam

apar
APAR jenis AFFF Foam. (Foto: Safelincs)


APAR tipe ini punya label berwarna krim atau kuning pucat. Ia mengandung foam atau busa yang efektif dipakai untuk memadamkan api akibat benda padat dan cairan mudah terbakar. Kandungan busanya bisa mencegah api nyala kembali.

3. Carbon Dioxide (CO2)

apar
APAR jenis Carbon Dioxide. (Foto: Safelincs)


APAR yang satu ini punya label berwarna hitam. Ia dirancang khusus untuk memadamkan api akibat cairan mudah terbakar dan alat elektronik. Jenis APAR ini aman digunakan pada kabel listrik karena ia bukan konduktor dan tidak meninggalkan kandungan berbahaya.

Baca juga:

New Carry Pick Up Dilengkapi Alat Pemadam Api Ringan

4. ABC Powder

apar
APAR jenis ABC Powder. (Foto: Safelincs)


APAR ini punya label berwarna biru. Seperti namanya, ia efektif untuk memadamkan api yang berasal dari benda padat, cairan mudah terbakar, dan alat elektronik. Meski begitu, hindari memakai APAR jenis ini dalam ruangan tertutup dan kecil karena dapat mengganggu fungsi pernapasan.

5. Water Mist

apar

APAR jenis Water Mist. (Foto: Safelincs)


APAR tipe ini punya label berwarna putih. Ia punya kemampuan yang sama seperti ABC Powder, yaitu bisa memadamkan api dari benda padat, cairan mudah terbakar, dan alat elektronik.

Ia dirancang khusus untuk membentuk kabut air dan mengurangi oksigen, salah satu bahan bakar bagi api. Water mist ini sifatnya lebih aman dan bisa memadamkan api dari listrik karena tidak membentuk tetesan air.

6. Wet Chemical

apar
APAR jenis Wet Chemical. (Foto: Safelincs)


APAR yang satu ini punya label berwarna kuning terang. Ia efektif untuk memadamkan api yang berasal dari benda padat dan cairan memasak. Harap diingat bahwa fire extinguisher jenis ini tidak bisa digunakan untuk minyak yang sifatnya sebagai bahan bakar dan mudah terbakar. (mcl)

Baca juga:

Pemadam Kebakaran, Jagoan Negeri Aing Penjinak ‘Si Jago Merah’

#Kebakaran #Pemadam Api
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
BNPB akan memetakan kemampuan dan sumber daya yang tersedia di pemerintah pusat maupun daerah sebelum menentukan kebutuhan bantuan tambahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Indonesia
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
Dudung turut merespons pertanyaan mengenai dampak karhutla yang saat ini turut dialami negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
City Property
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memprioritaskan berbagai upaya preventif terhadap potensi kebakaran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Indonesia
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Objek yang terbakar rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Indonesia
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Indonesia
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Operasional Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup sementara akibat kebakaran rumput di sekitar runway 18. Asap tebal picu delay dan pengalihan rute penerbangan!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Indonesia
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Operasi pemadaman dan pendinginan melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Indonesia
TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Dipicu Gas Metan dalam Tumpukan Sampah
Luasan area kebakaran diperkirakan mencapai 10 ha.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Dipicu Gas Metan dalam Tumpukan Sampah
Indonesia
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Helikopter-helikopter tersebut telah melaksanakan lebih dari 40 kali operasi pemadaman kebakaran udara
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Bagikan