Kesehatan

Kenali Faktor Dominan Penyebab Gigi Berlubang

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 14 September 2022
Kenali Faktor Dominan Penyebab Gigi Berlubang

ada faktor dominan yang bisa menyebabkan gigi berlubang (foto: pixabay/geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELALU pastikan mulut kamu bersih. Seperti apa kondisi mulut kamu, akan memengaruhi kesehatannya di masa depan. Dokter gigi spesialis konservasi gigi drg. Hanny Ilanda, Sp.KG mengatakan kondisi mulut kotor merupakan faktor dominan yang menyebabkan gigi berlubang.

Mulut yang tidak higienis menjadi awal timbulnya lubang gigi yang terbentuk. Sebab ada sisa-sisa makanan di sekitar gigi, serta jaringan pendukung yang terkontaminasi dengan bakteri.

Baca Juga:

Tips Ampuh Kurangi Risiko Gigi Berlubang Saat Puasa

Dokter yang berpraktek di Dental Specialist Clinic RS Pondok Indah-Puri Indah tersebut mengatakan perlahan sisa makanan yang menumpuk akan membentuk plak dan berubah menjadi asam. Sisa makanan akan menyebakan demineralisasi dari email dan dentin yang ada di permukaan gigi.

lubang pada gigi yang masih belum ditangani, bisa menembus serta merusak tulang di sekitar gigi(foto: pixabay/slavowjuboski)

Hanny menegaskan lubang pada gigi yang masih belum ditangani bisa menembus serta merusak tulang di sekitar gigi. Hal itu bisa mengakibatkan gangguan pada saraf gigi. "Apabila masih dibiarkan, gigi akan mati dan membusuk," jelas Hanny seperti yang dikutip dari laman Antara.

Lebih jauh Hanny mengatakan bakteri pada gigi yang sudah membusuk bisa menyebar dan mengakibatkan peradangan pada bagian tubuh lain seperti jantung, ginjal, hidung, mata. Bahkan gigi berlubang dapat mengakibatkan peradangan artritis pada sendi. Mengenai penyebaran penyakit dari gigi ke organ tubuh lain, bisa dijelaskan lewat teori fokal infeksi.

Fokal infeksi merupakan infeksi kronis di suatu tempat yang memicu penyakit di lokasi lain dalam tubuh. Lesi pada mulut yang merupakan fokal infeksi, antara lain gigi dengan infeksi saluran akar, abses, kista, granuloma, peradangan, hingga infeksi jaringan periodontal yang melibatkan gusi dan tulang alveolar.

Pada gigi-gigi tersebut, perlu dilakukan prosedur seperti perawatan saluran akar untuk membersihkan mikroorganisme yang terdapat di dalamnya. Alternatif lainnya ialah pembersihan karang gigi dan perawatan jaringan penyangga gigi dan gusi.

Baca Juga:

Ketahui! Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Cegah terjadinya kerusakan parah dengan melakukan pemeriksaan gigi secara berkala (Foto: pixabay/rgber)

Untuk mencegah terjadi kerusakan pada gigi, Hanny mengatakan perlunya pemeriksaan gigi secara berkala. Rutin memeriksa kondisi gigi membantu seseorang memiliki gigi kuat dan mulut sehat.

Kondisi gigi dan mulut jika bermasalah bisa ditemukan apabila kamu rutin ke dokter gigi. Jika ditangani sedini mungkin, pengobatan oleh dokter gigi akan lebih efektif. "Selain penanganannya lebih mudah, dari segi finansial pun akan menjadi lebih ekonomis," tutup Hanny. (ryn)

Baca Juga:

Tips Ampuh Cegah Gigi Ngilu Menurut Dokter Spesialis

#Kesehatan #Dokter Gigi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan