Kemenpora dan Kemenkes Minta Kualifikasi FIBA Asia Ditunda

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 16 Februari 2020
Kemenpora dan Kemenkes Minta Kualifikasi FIBA Asia Ditunda

Trofi Piala FIBA Asia yang akan diperebutkan dalam edisi 2021 dipamerkan dalam gelaran pengundian grup fase kualifikasi di Bangalore, India, Sabtu (8/6/2019). (twitter.com/FIBAAsiaCup)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sepakat meminta penyelenggaraan kualifikasi FIBA Asia ditunda sebagai bentuk antisipasi terhadap wabah virus Corona.

Rekomendasi penundaan itu disampaikan langsung lewat dua surat, baik dari Kemenpora bernomor 2.14.9/SET/II/2020 maupun Kemenkes bernomor SR.04.01/C.II/539/2020.

Baca Juga

BWF Resmi Tunda China Masters 2020 Imbas Virus Corona

Dari surat Kemenpora yang ditandatangani Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto merujuk pada pernyataan Kemenkes meminta Perbasi selaku tuan rumah penyelenggaraan FIBA Asia menunda dan menunggu hingga ada konfirmasi lebih lanjut terkait aspek keamanan dan kesehatan.

"Kemenpora selaku lembaga yang bertanggung jawab dalam bidang keolahragaan sebagaimana tersebut dalam UU BN No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional menginstruksikan kepada Saudara untuk menunda pelaksanaan kegiatan FIBA ASIA QUALIFIERS di Indonesia," tulis surat Kemenpora dilansir Antara. Sabtu (15/2)

"Yang akan menghadirkan tim Basket Korea Selatan dan Filipina pada tanggal 20 dan 23 Februari sampai dengan konfirmasi lebih lanjut, aspek keamanan kesehatannya dari Kementerian Kesehatan," sambungnya

Menpora Zainudin Amali
Menpora Zainudin Amali, Foto: Kemenpora

Sementara itu, surat dari Kemenkes menyatakan bahwa instruksi penundaan itu menjadi langkah dalam mewaspadai mekanisme penularan yang belum terkonfirmasi hingga saat ini.

"Masih banyak informasi yang belum diketahui terkait COVID-19, seperti belum diketahui mekanisme penularan COVID-19, apakah melalui percikan saat batuk atau bersin (droplet) atau melalui udara (airbone) yang lebih menular,"

"Selain itu, beberapa kasus konfirmasi di negara terjangkit, terdeteksi pada pasien yang belum memiliki gejala. Sehingga sulit menentukan lebih awal apakah seseorang terjangkit COVID-19 atau tidak," tulis surat Kemenkes yang ditandatangani Sekjen Kemenkes Oscar Primadi.

Baca Juga

Kemenpora Larang Seluruh Atlet Indonesia Ikuti Kejuaraan di Tiongkok

Mengingat hingga saat ini penularan masih terjadi, Kemenkes menginstruksikan agar penyelenggaraan Kualifikasi FIBA Asia ditunda hingga penanganan kasus wabah virus Corona mendapat sisi terang.

"Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, agar dipertimbangkan kembali rencana pelaksanaan FIBA ASIA CUP QUALIFIERS di Indonesia," tulis surat itu. (*)

#Kemenpora #Kemenkes #FIBA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Buka 25 Prodi Dokter Spesialis Baru, bakal Disebar di Daerah Tertinggal
Program tersebut menjadi salah satu bentuk afirmasi bagi dokter, khususnya putra-putri daerah.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
Pemerintah Buka 25 Prodi Dokter Spesialis Baru, bakal Disebar di Daerah Tertinggal
Indonesia
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Kemenkes mencatat 9.668 kasus ISPA pada warga terdampak gempa NTT sejak 15-26 Agustus 2026. Lebih dari 185 ribu warga masih berada di pengungsian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Indonesia
Kemenkes Dirikan 2 RS Lapangan Tangani Korban Gempa NTT, Stok Obat Cukup Dalam 5 Hari
Total jumlah korban jiwa akibat gempa bumi yang menimpa Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 91 jiwa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Kemenkes Dirikan 2 RS Lapangan Tangani Korban Gempa NTT, Stok Obat Cukup Dalam 5 Hari
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
Kasus Pasien BPJS Yurizal Viral, DPR Tegur Kemenkes Benahi Pola Gaya Komunikasi Nakes
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta Kemenkes membenahi sistem komunikasi pelayanan pasien menyusul kasus Yurizal Tri Chaerawan yang viral.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Kasus Pasien BPJS Yurizal Viral, DPR Tegur Kemenkes Benahi Pola Gaya Komunikasi Nakes
Indonesia
Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Menkes: Nakes Tidak Boleh Nirempati
"Saya rasa semua profesi yang melayani masyarakat, terutama nakes, enggak boleh ada yang nirempati seperti itu," ujar Budi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Menkes: Nakes Tidak Boleh Nirempati
Indonesia
60 Persen Penduduk Indonesia Rentan Terkena Hepatitis B, Terinfeksi Pada Masa Remaja
Selama penularan horizontal masih berlangsung, mereka tetap berisiko terinfeksi pada masa remaja maupun dewasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
60 Persen Penduduk Indonesia Rentan Terkena Hepatitis B, Terinfeksi Pada Masa Remaja
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Kemenkes ungkap hasil investigasi kematian dr. Zulfikar peserta internsip di Lampung Timur. Disebut akibat penyakit sensitif, bukan beban kerja atau perundungan.
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Indonesia
Gigi Berlubang, Anemia, Darah Tinggi, Impaksi dan Obesitas Dialami Siswa Indonesia
Beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan pada anak yaitu tingkat aktivitas fisik, anemia pada remaja putri, pemeriksaan mata, telinga, gigi, hingga kejiwaan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Gigi Berlubang, Anemia, Darah Tinggi, Impaksi dan Obesitas Dialami Siswa Indonesia
Bagikan