MerahPutih.com - Tiga personel TNI gugursaat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Peristiwa tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional sekaligus ancaman bagi sistem perdamaian global.
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya prajurit pasukan perdamaian.
Sekjen Muhammad Kholid menyatakan bahwa gugurnya prajurit TNI bukan hanya kehilangan besar bagi Indonesia, tetapi juga menjadi peringatan atas rapuhnya mekanisme perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian dunia.
Baca juga:
Prajurit Pasukan Perdamaian dari TNI Meninggal dan Terluka Diduga Akibat Serangan Artileri Israel
"Kejadian ini bukan hanya kehilangan besar bagi Indonesia, tetapi juga menjadi peringatan bahwa sistem perdamaian global sedang berada dalam ancaman serius,” ujar Kholid di Jakarta, Rabu (1/4).
PKS mendesak pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas di forum internasional.
Salah satunya dengan mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas global agar menjatuhkan sanksi berat kepada Israel atas insiden tersebut.
Selain itu, PKS menilai perlu adanya evaluasi terhadap posisi Indonesia dalam berbagai forum perdamaian internasional. Partai ini juga membuka kemungkinan peninjauan kembali keterlibatan Indonesia dalam sejumlah inisiatif perdamaian apabila dinilai tidak lagi efektif dalam menjamin keadilan dan keamanan global.
Menurut Kholid, keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama dalam setiap misi internasional. Ia menekankan pentingnya jaminan keamanan yang memadai dari PBB bagi prajurit TNI yang bertugas di wilayah konflik.
“Jika tidak ada jaminan keamanan bagi prajurit TNI yang memadai dari PBB, maka pemerintah perlu mempertimbangkan langkah strategis, termasuk evaluasi terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia dalam misi UNIFIL,” katanya.
PKS juga menyerukan agar semua pihak menghentikan agresi dan kembali menempuh jalur dialog serta diplomasi. Upaya tersebut dinilai penting guna menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
“Pengorbanan para prajurit adalah pengingat bahwa agresi Israel tidak boleh dibiarkan tanpa sanksi. Dunia harus bertindak untuk melindungi mereka yang menjaga perdamaian,” tutup Kholid. (Pon)