Kemenkes Jamin Data di PeduliLindungi Tak Bakal Diakses Aplikasi Mitra

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 08 Oktober 2021
Kemenkes Jamin Data di PeduliLindungi Tak Bakal Diakses Aplikasi Mitra

Pengunjung Solo Grand Mall memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan resmi mengintegrasikan API scan QR code PeduliLindungi dengan 15 aplikasi digital di Indonesia.

Tujuan integrasi ini agar fitur scan QR code di PeduliLindungi bisa diakses lebih luas.

Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengungkapkan, data yang diakses oleh mitra platform non-PeduliLindungi dilindungi dengan kode enkripsi.

Baca Juga:

Muncul Situs Palsu PeduliLindungi, Pengakses Diketok Rp 1 Juta Daftar Vaksin

Datanya berbentuk token dan yang bisa membaca adalah kedua sistem tersebut.

"Tertuang dalam perjanjian kerja sama PeduliLindungi dan platform mitra, data pribadi pengguna tidak disimpan oleh platform mitra," kata Setiaji, dalam konferensi pers, Kamis (7/10).

Setiaji mengakui, banyak orang yang mempertanyakan tentang akses lokasi perangkat dan data pribadi lain oleh PeduliLindungi.

Setiaji menegaskan, data lokasi dan data pribadi lainnya tidak dibagikan dan disimpan oleh platform digital.

"(Data lokasi dan data pribadi) sama sekali tidak dibagikan, yang kami berikan adalah status pengguna yang menggunakan mitra platform tadi," katanya.

Setiaji menegaskan, informasi yang dibagikan PeduliLindungi kepada aplikasi mitra adalah status warna.

Misalnya kode warna hijau, kuning, merah, dan hitam pada PeduliLindungi.

"Yang kami kirimkan adalah status warna tadi, tetapi data pribadi seperti lokasi dan lain-lain tidak disimpan," katanya.

Pengunjung memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi saat masuk ke Solo Grand Mal. (MP/Ismail)
Pengunjung memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi saat masuk ke Solo Grand Mal. (MP/Ismail)

Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan ruang khusus bagi warga positif virus corona yang masih keluyuran di sejumlah tempat publik, salah satunya di pusat perbelanjaan atau mal.

Setiaji menyebut, status warga positif COVID-19 akan menjadi hitam di aplikasi PeduliLindungi yang saat ini digunakan sebagai syarat administrasi di sejumlah sektor.

"Bagi mal-mal yang memiliki kapasitas itu juga ada ruang staging di mana jika ditemui pengunjung yang berwarna hitam akan masuk staging area untuk dilakukan tindak lanjut," kata Setiaji.

Setiaji mengatakan, aplikasi PeduliLindungi akan mendeteksi status masing-masing warga berdasarkan hasil tes COVID-19 dan vaksinasi.

Status warna merah digunakan untuk menandai warga dilarang masuk pusat perbelanjaan, mereka pun dianjurkan untuk segera melakukan vaksinasi.

Kemudian, warna hijau menunjukkan seseorang dapat melakukan aktivitas di ruang publik, dan petugas akan memperbolehkan masuk mal.

Lalu warna oranye berarti seseorang diizinkan masuk areal publik atau mal dengan menyesuaikan kebijakan pengelola tempat, serta akan dilakukan tes lanjutan.

Sementara warna hitam digunakan untuk menandai pasien positif virus corona atau kontak erat.

Aplikasi memberikan notifikasi kepada petugas puskesmas yang domisili pengunjung tersebut.

"Kemudian kepada petugas satgas COVID-19 daerahnya, dan tentunya pengelola gedung bahwa ada masyarakat yang berstatus hitam sedang berupaya check in di gedung tersebut," ujarnya.

Baca Juga:

Pemkot Tangsel Wajibkan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi di Pasar

Untuk meminimalisir kejadian itu, Setiaji lantas meminta warga untuk teliti dalam memeriksa status di aplikasi PeduliLindungi masing-masing sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, masih ada 9.855 warga terkonfirmasi positif COVID-19 yang masih berkeliaran di sejumlah tempat publik. Keberadaan ribuan warga positif itu diketahui dari hasil pemantauan PeduliLindungi.

Budi menyayangkan warga positif COVID-19 masih keluyuran.

Mereka seharusnya menjalani isolasi mandiri baik di tempat isolasi terpusat yang di fasilitasi pemerintah daerah maupun rumah masing-masing.

Namun di sisi lain, Budi menyebut temuan itu menjadi bukti bahwa aplikasi PeduliLindungi mampu membantu dalam pencegahan penularan kasus secara masif. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Aplikasi Pedulilindungi Bikinan Singapura

#PeduliLindungi #Kementerian Kesehatan
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Tantang Pemprov DKI Wujudkan Sudirman–Thamrin Bebas Asap Rokok
Wakil Menteri Kesehatan menantang Pemprov DKI Jakarta mewujudkan kawasan bebas asap rokok di Sudirman-Thamrin dan Kuningan sebagai contoh lingkungan sehat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
Kemenkes Tantang Pemprov DKI Wujudkan Sudirman–Thamrin Bebas Asap Rokok
Lifestyle
Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada
Kementerian Kesehatan memperketat kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus. Masyarakat pun diimbau untuk mendeteksi dini.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada
Indonesia
Kasus Dokter Magang Meninggal Diduga Lelah Bekerja Tanpa Libur, DPR: Jangan Takut Lapor Kemenkes dan Polisi
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Polri segera mengusut tuntas kasus dokter internship (magang), dr. Myta Aprilia Azmy.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
Kasus Dokter Magang Meninggal Diduga Lelah Bekerja Tanpa Libur, DPR: Jangan Takut Lapor Kemenkes dan Polisi
Indonesia
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Ini Langkah Pencegahannya
Kemenkes memperkuat pengawasan hantavirus di Indonesia melalui surveilans, edukasi PHBS, hingga pengendalian tikus untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Ini Langkah Pencegahannya
Indonesia
Jakarta ‘Darurat’ Ikan Sapu-sapu, DPR Desak Kementerian Kesehatan dan BPOM Turun Tangan
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani menyoroti adanya potensi penyalahgunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku olahan pangan, seperti siomay atau cilok
Frengky Aruan - Minggu, 26 April 2026
Jakarta ‘Darurat’ Ikan Sapu-sapu, DPR Desak Kementerian Kesehatan dan BPOM Turun Tangan
Lifestyle
Diabetes Kini Serang Usia Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama
Kasus diabetes di Indonesia meningkat dan kini banyak menyerang usia muda. Gaya hidup jadi faktor utama. Simak penjelasan Kementerian Kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 April 2026
Diabetes Kini Serang Usia Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama
Indonesia
Menkes Ungkap 10 Persen Orang Kaya Terima PBI BPJS, Pemerintah Siap Coret
Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap temuan orang kaya terima BPJS gratis. Pemerintah akan alihkan bantuan ke masyarakat yang lebih membutuhkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
Menkes Ungkap 10 Persen Orang Kaya Terima PBI BPJS, Pemerintah Siap Coret
Indonesia
Cegah Virus Nipah, Menkes Imbau Masyarakat tak Konsumsi Buah Terbuka
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah terbuka. Hal itu dilakukan untuk mencegah virus Nipah.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, Menkes Imbau Masyarakat tak Konsumsi Buah Terbuka
Berita
Korban Bencana Sumatra Terancam Kena Campak di Pengungsian, Kemenkes: Penularannya Paling Tinggi
Korban bencana Sumatra terancam tertular campak di pengungsian. Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penularan campak paling tinggi.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Korban Bencana Sumatra Terancam Kena Campak di Pengungsian, Kemenkes: Penularannya Paling Tinggi
Indonesia
Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Kolaka Timur Jadi Pintu bagi KPK Dalami Pembangunan 31 Proyek Lainnya di Seluruh Indonesia
RSUD Kolaka Timur dan 31 RSUD lainnya merupakan Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 2025 yang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan.
Frengky Aruan - Selasa, 25 November 2025
Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Kolaka Timur Jadi Pintu bagi KPK Dalami Pembangunan 31 Proyek Lainnya di Seluruh Indonesia
Bagikan