Cegah Virus Nipah, Menkes Imbau Masyarakat tak Konsumsi Buah Terbuka
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat tak konsumsi buah terbuka. Foto: MerahPutih/Ismail
MerahPutih.com - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah terbuka sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Nipah.
Hal itu terutama mengacu pada ketersediaan buah terbuka di negara-negara terinfeksi virus Nipah.
“Virus nipah ini berasal dari kelelawar masuk ke buah, di beberapa negara dimakan oleh babi jadi kemudian untuk orang-orang yang memakan babi tertular,” ujar Budi, Jumat (30/1).
Ia juga menegaskan, virus tersebut sampai sekarang teridentifikasi paling banyak di India, kemudian sudah sempat tersebar ke negara lain.
Baca juga:
Penularan penyakit ini berasal dari buah yang sudah dimakan oleh kelelawar, karena lidahnya masuk ke sana.
“Untuk orang-orang Indonesia yang ke daerah tadi, kalau bisa jangan makan buah yang terbuka, kalau makan jeruk ya jeruknya yg tertutup. Dikupas sendiri jadi kita bisa lihat atau lebih baik lagi nggak udah makan buah, makan nasi dan daging yang dimasak," kata dia.
Kendati demikian, ia menegaskan Kemenkes tetap melakukan upaya antisipasi dengan menyiapkan skrining. Reagen pun telah disiapkan di beberapa laboratorium pengawasan Kemenkes.
Ia menegaskan, reagen akan langsung didistribusikan jika ditemukan pasien mencurigakan terpapar gejala virus Nipah.
Baca juga:
Pemerintah India Klarifikasi Simpang Siur Jumlah Pasien Terinfeksi Virus Nipah
"Ini belum masuk Indonesia, kita siapkan skriningnya. Jadi kalau ada orang yang dicurigai batuk gak sembuh-sembuh ini sama kayak covid nyerang paru-paru, kita skrining. Skrining di Kemenkes, reagen didistribusikan ke laboratoriumnya milik Kemenkes di semua Indonesia kalau ada yg dicurigai kita bisa distribusikan ke daerah," ungkap Budi.
Ia juga mengungkapkan, tingkat fatalitas virus Nipah cukup tinggi. Pihaknya sampai saat ini menunggu rekomendasi dari WHO terkait regulasi penanganan.
"Kita belum melihat dan itu sesuai juga rekomendasi dari WHO untuk tutup border karena kita lihat karena masih sedikit yang terkena penyakit ini, mudah-mudahan enggak. Tapi memang catatannya fatality rate tinggi kalau orang kena ini kemudian kemungkinan meninggal tinggi," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Bagikan
Soffi Amira
Berita Terkait
Cegah Virus Nipah, Menkes Imbau Masyarakat tak Konsumsi Buah Terbuka
Kemenkes Pastikan Belum Ada Temuan Virus Nipah di Indonesia
Pemerintah India Klarifikasi Simpang Siur Jumlah Pasien Terinfeksi Virus Nipah
Mirip Zaman COVID, 'Alarm' Bandara Soetta Menyala Lagi Cegah Virus Nipah Masuk
Virus Nipah Kembali Menghantui, Alarm Kesehatan Asia Dinyalakan
BPJS Aktif Jadi Kunci Layanan Kesehatan Gratis, Ini Pesan Menkes
Kemenkes Perluas Program Cek Kesehatan Gratis 2026, Penanganan Medis Kini Ikut Gratis
Mulai Berlaku Layanan Medis Gratis 15 Hari Setelah CKG Bagi Non-BPJS
Raker Menkes Budi Gunadi dengan Komisi IX DPR Bahas Program Kesehatan Prioritas Nasional
Menkes Bantah Pasien RSHS Bandung Meninggal karena Superflu, Minta Publik Jangan Panik