Imbas Kasus Kematian dr Myta, Menkes Rombak 4 Aturan Program Dokter Magang. Ini Detailnya!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Imbas Kasus Kematian dr Myta, Menkes Rombak 4 Aturan Program Dokter Magang. Ini Detailnya!

Temuan Kementerian Kesehatan terkait kasus kematian dr. Myta Aprilia Azmi, di Jakarta, Kamis (6/5/2026). ANTARA/Mecca Yumna

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi merombak aturan program dokter magang (internship) setelah kasus meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmi di RSUD KH Daud Arif memicu sorotan publik. Perubahan mencakup jam kerja, kesejahteraan, hak cuti, hingga evaluasi akhir periode magang.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan aturan program magang dokter yang berlaku sekarang memang sudah waktunya untuk dievaluasi.

“Program internship sudah 10 tahun berjalan. Banyak budaya yang harus diperbaiki. Ke depan hal ini tidak boleh terjadi lagi,” kata Budi, dalam keterangan kepada media, di Jakarta, Kamis (7/5).

Baca juga:

Investigasi Kematian dr. Myta, Kemenkes Temukan Dokter Pendamping Manipulasi Laporan Jam Kerja Magang

Syarat Minimal Lulus Kompetensi Tetap Wajib

Meski aturan dirombak, Menkes menegaskan dokter peserta program magang tetap harus memenuhi syarat minimal kompetensi untuk lulus.

“Yang penting, misalnya untuk lulus harus bisa membantu lima kali melahirkan. Jadi keterampilan tetap terjaga,” imbuh orang nomor satu di Kemenkes itu, dilansir Antara.

Menkes juga menekankan Presiden Prabowo Subianto sangat serius ingin memperbaiki tata kelola pendidikan kedokteran. Untuk itu, seluruh peserta internship akan mendapatkan cek kesehatan gratis sesuai program Presiden Prabowo, untuk memastikan kondisi fisik mereka layak menjalani masa magang.

Baca juga:

Imbas Kematian dr Myta, Menkes Larang 40 Jam Kerja Dokter Magang Seminggu Dirapel 1-2 Hari

4 Aturan Baru Program Dokter Magang

Kasus dr. Myta menjadi momentum evaluasi besar-besaran program dokter magang. Dokter magang di RSUD KH Daud Arif itu dilaporkan bekerja lebih dari batas jam kerja, bahkan mencapai 51 jam per minggu, dan minim pengawasan dari dokter pembimbing.

Berikut detail perubahan aturan program dokter magang hasil evaluasi Kemenkes dalam kasus kematian yang menimpa dr. Myta:

  1. Jam kerja maksimal 40 jam per minggu — tidak boleh dipadatkan atau dirapel. Contoh: 8 jam per hari untuk 5 hari kerja, atau 7 jam per hari untuk 6 hari kerja.
  2. Dokter internship bukan pengganti dokter organik — mereka wajib berlatih di bawah supervisi dokter pembimbing.
  3. Standar remunerasi nasional — terdiri dari bantuan biaya hidup Rp 3 juta–6,5 juta per bulan dari Kemenkes, tunjangan pemerintah daerah, dan jasa layanan dari wahana tempat magang.
  4. Hak cuti diperluas — dari 4 hari menjadi 10 hari tanpa harus mengganti jadwal. Ditambah cuti sakit dan cuti melahirkan di luar kuota tersebut.

(*)

#Dokter Magang #Kemenkes #Budi Gunadi Sadikin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Pasien BPJS Yurizal Viral, DPR Tegur Kemenkes Benahi Pola Gaya Komunikasi Nakes
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta Kemenkes membenahi sistem komunikasi pelayanan pasien menyusul kasus Yurizal Tri Chaerawan yang viral.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Kasus Pasien BPJS Yurizal Viral, DPR Tegur Kemenkes Benahi Pola Gaya Komunikasi Nakes
Indonesia
Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Menkes: Nakes Tidak Boleh Nirempati
"Saya rasa semua profesi yang melayani masyarakat, terutama nakes, enggak boleh ada yang nirempati seperti itu," ujar Budi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Menkes: Nakes Tidak Boleh Nirempati
Indonesia
Keracunan MBG di Papua & Semarang, Menkes Akui Temuan Bakteri di Menu
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap temuan bakteri E. coli pada menu MBG di Papua dan Semarang.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Keracunan MBG di Papua & Semarang, Menkes Akui Temuan Bakteri di Menu
Indonesia
DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Dokter Zahra, Evaluasi Total Program Magang
Pengungkapan fakta secara utuh sangat penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat sekaligus memberikan keadilan bagi keluarga korban.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Dokter Zahra, Evaluasi Total Program Magang
Indonesia
60 Persen Penduduk Indonesia Rentan Terkena Hepatitis B, Terinfeksi Pada Masa Remaja
Selama penularan horizontal masih berlangsung, mereka tetap berisiko terinfeksi pada masa remaja maupun dewasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
60 Persen Penduduk Indonesia Rentan Terkena Hepatitis B, Terinfeksi Pada Masa Remaja
Indonesia
Kronologi Dokter Muda Diduga Jatuh Dari Apartemen Kalibata City Jakarta
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
Kronologi Dokter Muda Diduga Jatuh Dari Apartemen Kalibata City Jakarta
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Kemenkes ungkap hasil investigasi kematian dr. Zulfikar peserta internsip di Lampung Timur. Disebut akibat penyakit sensitif, bukan beban kerja atau perundungan.
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Indonesia
Gigi Berlubang, Anemia, Darah Tinggi, Impaksi dan Obesitas Dialami Siswa Indonesia
Beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan pada anak yaitu tingkat aktivitas fisik, anemia pada remaja putri, pemeriksaan mata, telinga, gigi, hingga kejiwaan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Gigi Berlubang, Anemia, Darah Tinggi, Impaksi dan Obesitas Dialami Siswa Indonesia
Indonesia
Menkes Kritik Mekanisme Blokir Anggaran Kemenkeu: jangan Dibilang Dikasi kalau tak Bisa Dipakai
Penyerapan anggaran Kemenkes rendah karena dipengaruhi pemblokiran anggaran senilai Rp 12,3 triliun.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Menkes Kritik Mekanisme Blokir Anggaran Kemenkeu: jangan Dibilang Dikasi kalau tak Bisa Dipakai
Bagikan