Kembali Gelar Aksi yang Berpotensi Bikin Gaduh, Intelijen Diminta Waspadai Reuni 212

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 23 November 2019
 Kembali Gelar Aksi yang Berpotensi Bikin Gaduh, Intelijen Diminta Waspadai Reuni 212

Aksi 212. (Foto: Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pengamat politik Wempy Hadir mendesak intelijen segera mencari siapa aktor dibalik munculnya aksi Reuni 212 yang berlangsung selama berjilid-jilid.

Menurut Wempy, jangan hanya karena kepentingan kelompok, akhirnya kepentingan negara terganggu mengingat aksi ini bakal dihadiri banyak orang dan membuat masyarakat sulit beraktivitas.

Baca Juga:

Habib Rizieq Dukung Proses Hukum Penyebaran Meme 'Joker' Anies

"Sebelum eskalasinya meningkat, BIN harus segera mulai melakukan pendeteksian secara dini. Sehingga tidak terjadi seperti aku sebelumnya yang tidak bisa dibendung," kata Wempy kepada merahputih.com di Jakarta, Jumat (22/11).

Pengamat politik Wempy Hadir minta intelijen waspada aksi Reuni 212
Pengamat Politik Wempy Hadir (MP/Kanu)

Wempy meyakini, kegiatan sangat tidak masuk akal sehat mengingat tujuannya yang tak lagi jelas.

"Hal ini bisa mengganggu keamanan dan ketertiban," tutur Wempy.

Wempy melanjutkan, aksi tersebut sangat mengganggu iklim investasi di Indonesia.

"Yang rugi adalah bangsa dan negara kita sendiri.Jika negara tidak aman, maka investor akan berhitung untuk melakukan investasi," terang Wempy.

Ia melihat, Aksi 212 tentu sangat tidak relevan. Tujuan mereka melakukan bisa dilacak dari poin tuntutan mereka nantinya.

"Kalau tuntutannya masih seperti semula, maka buat apa pemerintah memperdulikan tuntutan mereka," papar Direktur Indo Polling Network ini.

Baca Juga:

PA 212 Ancam Kerahkan Gelombang Aksi Besar-besaran Seperti Era Ahok

Seperti diketahui, Reuni Akbar Mujahid 212 yang akan digelar pada Senin, 2 Desember 2019, di Monas, Jakarta Pusat. Acara akan berlangsung pukul 04.00-10.00 WIB.

Panitia mengklaim, momen 212 adalah hari persaudaraan umat Islam Indonesia yang harus senantiasa disyukuri. Karena, acara nanti dibarengi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.(Knu)

Baca Juga:

Panitia Pastikan Reuni 212 Tetap Digelar dengan Serangkaian Kegiatan

#Reuni 212 #Presidium Alumni 212 #Massa 212 #Pengamat Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rumor Dasco Jadi Wapres Mencuat, Pengamat Sebut Ada Upaya Adu Domba Politik
Sufmi Dasco Ahmad diisukan menjadi Wapres RI. Pengamat hukum, Tamil Selvan, mengatakan ada adu domba politik dalam kabar ini.
Soffi Amira - Jumat, 06 November 2026
Rumor Dasco Jadi Wapres Mencuat, Pengamat Sebut Ada Upaya Adu Domba Politik
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bisa memengaruhi elektabilitas di Pilpres 2029. Pengamat pun mengungkap dampaknya.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Perang AS-Israel vs Iran kini makin memanas. Pengamat pun meminta Indonesia agar tetap netral dan mendorong perdamaian.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Bagikan