Seks

Kehilangan Daya Tarik Seksual Terhadap Pasangan Itu Wajar

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 05 Februari 2023
Kehilangan Daya Tarik Seksual Terhadap Pasangan Itu Wajar

Daya tarik seksual bisa menurun setelah lama menjalin hubungan. (Foto: Pexels/Trinity Kubassek)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DIA tidak lagi menarik untukmu? Setelah menjalani hubungan bertahun-tahun, daya tarik seksual kamu terhadapnya menghilang. Jika ini terjadi pada kehidupan percintaan kamu, sebenarnya hal tersebut wajar.

Berbagai hal dapat memengaruhi menurunnya daya tarik seksual terhadap pasangan. Terlebih lagi jika kamu dan dia sudah sibuk menjalani urusan masing-masing, kamu akan sulit on lagi ketika berada di dekatnya.

Baca Juga:

Sleep Sex, Gangguan Tidur dengan Aktivitas Seksual

Dilansir SheKnows, Dr. Tina B. Tessina, seorang psikoterapis dan penulis How To Be Happy Partners: Working It Out Together, menjelaskan bahwa adanya perubahan hasrat dalam bercinta setelah menjalani hubungan dalam waktu lama umum terjadi pada setiap pasangan.

Debi Silber, seorang psikolog transformasional sekaligus pembicara kesehatan, memaparkan bahwa penurunan ketertarikan seksual kepada pasangan bisa terjadi ketika kebutuhan dan harapan pada pasangan tidak terpenuhi. "Ini membuat kita merasa tidak penting, diabaikan dan, di mata mereka, tidak dianggap serius," kata Silber.

Ketertarikan pada pasangan bisa diperbaiki. (Foto: Pexels/Rodrigo Souza)

Menurut Silber, rasa ketertarikan dan hasrat kepada pasangan dapat kembali. Kuncinya adlaah dengan menyadari dan mengidetifikasi apa yang sebenarnya membuat hadirnya kejenuhan dalam hubungan. Sebagai contoh, seseorang mungkin bosan setelah mulai mengabaikan satu sama lain karena terlalu lelah.

Maka dari itu, langkah yang terbaik untuk memulai kembali adalah dengan membuat komitmen untuk menghabiskan lebih banyak waktu sendirian bersama. Ketertarikan yang berkurang harus diganti dengan kasih sayang, selera humor, dan komunikasi yang intim. "Anda berdua perlu menciptakan cara untuk berkomunikasi bahwa Anda ingin dekat satu sama lain," kata Silber.

Baca Juga:

Dorongan Seksual Berubah Seiring Usia, Kenali Libidomu

Penting juga untuk dicatat bahwa dibutuhkan peran dari kedua belah pihak untuk membuat semuanya berjalan kembali. Kamu dan dia juga perlu menciptakan cara untuk berkomunikasi dan komitmen untuk kembali dekat satu sama lain.

Setelah kedekatan mulai kembali terjalin seperti semula, saatnya untuk merencanakan hubungan seks dengan matang. Orgasme mungkin menjadi pencapaian utama dalam sebuah percintaan. Namun, Tessina memiliki pandangan lain terhadap hal ini.

Bicarakan kepadanya kamu ingin melakukan hal baru di ranjang. (Foto: Unsplash/freestocks)

Menurut Tessina, seks ideal tak selalu harus diakhiri dengan orgasme. Ia menegaskan bahwa setiap sesi percintaan harus menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi kedua belah pihak. Ketika ini sudah terpenuhi, seks menjadi memuaskan walau tidak sampai meraih orgasme. "Fokusnya harus pada kesenangan," kata Tessina.

Tessina juga menyarankan agar pasangan melakukan seks dengan teratur. Untuk mewujudkannya, amat penting untuk menjadwalkan seks agar tetap rutin dilakukan di sela-sela kesibukan.

Terakhir, ia juga merekomendasikan agar tiap pasangan berani mencoba hal baru di kamar. Sebab, cara bercinta yang itu-itu saja akan memberikan kejenuhan. Bicarakan kepadanya bahwa kamu ingin melakukan hal baru di ranjang. Setelah mencapai kesepakatan bersama, segera eksekusi! (dsh)

Baca Juga:

Recharge Mood di Akhir Tahun dengan Bercinta

#Seks #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan