Kesehatan

Recharge Mood di Akhir Tahun dengan Bercinta

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 31 Desember 2022
Recharge Mood di Akhir Tahun dengan Bercinta

Bercinta menjadi solusi untuk me-recharge mood. (Foto: Unsplash/Jonathan Borba)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

2022 hampir berakhir, mood harus terisi penuh untuk menghadapi tahun yang baru. Bagi kamu yang tidak keluar rumah, malam ini menjadi momen paling tepat untuk me-recharge mood agar di 1 Januari 2023 besok kamu dapat mengawali hari dengan perasaan bahagia. Berhubungan seks dengan pasangan bisa menjadi solusinya.

Seperti dilansir EVERYDAY HEALTH, bercinta memberikan perasaan senang kepada seseorang selama 48 jam ke depan. Bila rutin dilakukan, selama beberapa bulan ke depan perasaan bahagia ini juga masih terasa. Hasil penelitian yang diterbitkan pada Maret 2017 di jurnal Psychological Science, juga menegaskan bercinta memperkuat ikatan seseorang dengan pasangannya.

Baca Juga:

Orgasme Bukan Melulu tentang Seks

Selain itu, menurut Insider, seks meningkatkan suasana hati secara keseluruhan karena dapat melepaskan endorfin, neurotransmiter yang terkait dengan peningkatan perasaan senang, motivasi, dan energi. Lonjakan endorfin ini membuat kamu merasa lebih percaya diri untuk menjalani hari-hari.

Bercinta memperkuat ikatan dengan pasangan. (Foto: Unsplash/Brooke Cagle)

Tak hanya untuk mental, seks juga baik untuk kesehatan fisik kamu. Ginekolog dan pendiri MiddlesexMD Barb Depree, MD mengatakan seks dapat menurunkan tekanan darah. Dalam prakteknya, bercinta menurunkan tekanan darah karena dua hal, yakni meningkatkan detak jantung dan mengurangi stres.

Bercinta sama seperti olahraga, dapat membuat detak jantung meningkat. Seiring waktu, meningkatnya detak jantung akan memompa darah ke seluruh tubuh lebih efisien. Proses ini akan menurunkan tekanan darah pada akhirnya.

Baca Juga:

Pendidikan Seks Jadi Kunci Hak Otonomi Tubuh

Sementara stres, merupakan faktor penyebab tekanan darah seseorang meningkat. Dengan berhubungan seks, tubuh akan melepaskan bahan kimia yang menurunkan stres dan tingkat kecemasan. Alhasil, keduanya dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Orgasme membuat tidur lebih berkualitas. (Foto: Unsplash/Vladislav Muslakov)

Tekanan darah tinggi dapat merusak kesehatan jangka panjang. Kamu pun berisiko terkena penyakit jantung apabila memiliki tekanan darah tinggi. Maka dari itu, bercinta dapat menjadi cara menyenangkan untuk mencegah penyakit mematikan tersebut.

Depree juga mengatakan bercinta akan membuat kualitas tidur lebih baik. Penelitian yang dilakukan di 2019 mengungkapkan, baik pria maupun perempuan dapat tidur nyenyak setelah mencapai orgasme saat bercinta.

"Lebih khusus lagi dengan orgasme untuk perempuan, seks, secara umum, membantu melepaskan oksitosin, yang berdampak langsung pada otak untuk mendorong relaksasi, dan itu sebenarnya sedikit menenangkan," tegas Depree. (ikh)

Baca Juga:

Keseringan Bercinta Bisa Menyakitkan

#Desember Charger Warga +62 #Bercinta #Kesehatan #Seks
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan