Kedekatan Anak dan Ibu bisa Hindari Perilaku Negatif

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 24 Desember 2020
Kedekatan Anak dan Ibu bisa Hindari Perilaku Negatif

Yuk dekat dengan anak. (Foto: Pixabay/marvelmozhko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INGIN membuat anak terhindar dari perilaku negatif? Psikolog anak dan keluarga, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. mengatakan agar hal itu terjadi maka hubungan erat antara ibu dan anak harus dibangun. Ibu memiliki banyak peran di kehidupan anak, mulai dari perawatan mendetail di keseharian hingga memberikan ketenangan saat anak mengalami perundungan.

"Hubungan ibu dan anak yang erat juga dapat mengurangi risiko anak untuk memiliki hubungan yang tidak sehat di masa depannya," kata Vera dalam siaran pers, Kamis (24/12).

Baca juga:

Ramalan Baba Vanga untuk Tahun 2021

Dekat dengan anak bisa menghindari perilaku negatif. (Foto: Pixabay/finelightart)
Dekat dengan anak bisa menghindari perilaku negatif. (Foto: Pixabay/finelightart)

Majalah Time melansir sebuah penelitian jika kepekaan dan daya tanggap seorang ibu di beberapa tahun pertama kehidupan anak memiliki konseuensi seumur hidup bagi kompetensi akademis dan sosial anak. Ada juga penelitian yang menunjukan interaksi dan hubungan ibu-anak yang positif berperan dalam perkembangan karier anak.

Vera menjelaskan ibu adalah penyedia kebutuhan utama anak yakni cinta tanpa syarat, kejujuran dalam hubungan dan pertemanan yang hangat. Sehingga sebagai anak, sepatutnya membalas kebaikan ibu dengan berusaha memenuhi kebutuhan apa yang dibutuhkan.

Baca juga:

Hati-hati Terjebak Dalam Pola Asuh Hyper-Parenting

Salah satu yang bisa dilakukan adalah menghabiskan waktu bersamanya tanpa ada distraksi apapun sehingga ibu merasa benar-benar diperhatikan secara penuh, diapresiasi dan dicintai khususnya di momen Hari Ibu," kata Vera.

Ibu memiliki banyak peran di kehidupan anak. (Foto: Pixabay/sasint)
Ibu memiliki banyak peran di kehidupan anak. (Foto: Pixabay/sasint)

Hubungan antar anak dan ibu patut diperhatankan, terlebih di tengah gempuran distraksi media sosial yang terkadang membuat sulit untuk fokus saat menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga.

Penggunaan media sosial yang berlebihan menurut Vera bisa memberikan dampak negatif, antara lain menyita waktu dan self-absorbent, yakni seseorang jadi cenderung fokus pada diri sendiri. Namun media sosial juga mempunyai dampak positif seperti menyebarkan kebaikan atau inspirasi, belajar keterampilan baru ataupun berkarya. (Yni)

Baca juga:

Metode Parenting yang Tepat

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Bagikan