Kesehatan

Kebiasaan Buruk nan Sepele Pemicu Insomnia

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 03 Desember 2022
Kebiasaan Buruk nan Sepele Pemicu Insomnia

Ada sejumlah kebiasaan remeh yang diam-diam bisa membuatmu sulit tidur. (Foto: Pexels/Cottonbro)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SULIT tidur atau insomnia menjadi salah satu masalah yang umum dialami oleh banyak pekerja dan remaja modern ini. Meski tak menyebabkan masalah besar, insomnia akan menyebabkan sejumlah gejala nan mengganggu jika dibiarkan terus-menerus.

Gejala insomnia biasanya bisa dirasakan oleh diri sendiri tanpa harus dicek ke dokter. Misalnya susah untuk terlelap di malam hari, kurangnya konsentrasi saat beraktivitas, sakit kepala, sensitif, dan mudah merasa lelah saat bangun.

Menurut laman Alodokter, penyebab insomnia biasanya terbagi dua jenis. Pertama adalah akibat kondisi medis seperti asam lambung, asma, dan depresi.

Kedua adalah akibat kondisi nonmedis. Misalnya dari lingkungan, kebiasaan sehari-hari, atau gaya hidup. Nah, mengacu laman Very Well Health, ada sejumlah kebiasaan remeh yang diam-diam bisa membuatmu sulit tidur, loh.

Baca juga:

Cara Cepat Tidur untuk Para Insomnia

insomnia
Gejala insomnia biasanya bisa dirasakan oleh diri sendiri tanpa harus dicek ke dokter. (Foto: Pexels/Pu?ca? Adryan)

1. Tidur di Tempat yang Tidak Kondusif

Tempat tidur yang terlalu panas, dingin, dan berisik akan membuat tubuh jadi sulit merasa rileks. Otak akan terus merasa terpanggil untuk bangun karena rangsangan dari banyak hal.

Cobalah berpindah ke tempat yang suhunya normal atau sejuk dan punya pencahayaan redup serta tenang.

2. Makan Terlalu Banyak Sebelum Tidur

Berbaring dan tidur setelah mengonsumsi banyak makanan cenderung membuat perutmu terasa begah. Ini biasanya akan memicu sensasi heartburn atau panas di dekat dada dan perut atas.

Belum lagi ketika kamu harus bolak-balik toilet karena minum. Maka hindari makan dan minum terlalu banyak sebelum tidur, ya.

3. Tidur Siang Terlalu Lama

Bagi beberapa orang yang tidur kurang dari 8 jam pada malam hari, tidur siang adalah sesuatu yang penting. Namun, ada baiknya kegiatan ini dilakukan dalam durasi yang singkat saja. Misalnya 30 menit atau 1 jam.

Tidur siang yang terlalu lama akan membuat tubuh susah terlelap saat malam menjelang.

Baca juga:

Air Rebusan Selada Atasi Insomnia?

insomnia

Tidur siang yang terlalu lama akan membuat tubuh susah terlelap saat malam menjelang. (Foto: Pexels/Cottonbro Studio)

4. Pola Tidur Tidak Teratur

Tubuh punya jam alaminya sendiri. Ketika kamu tidur dan bangun pada waktu yang berbeda-beda, otak akan jadi bingung. Kapan saat yang tepat untuk merasa lelah dan kapan harus kembali bangun untuk beraktivitas.

Cobalah memperbaiki pola tidur perlahan-lahan dan konsisten untuk tidur di jam yang sama. Jika kesulitan, kamu bisa memakai bantuan alarm.

5. Menjadikan Kamar Sebagai Ruangan Multifungsi


Beberapa orang menjadikan kamar tidur sebagai ruang kerjanya. Kadang diisi komputer, buku, telepon, dan televisi. Meski kelihatan praktis, nyatanya kamar yang terlalu berantakan dan aktif akan membuat otak terus dalam keadaan aktif.

Akhirnya kamu jadi susah terlelap. Cobalah pisahkan alat kerja dengan ruang tidurmu. Jika ruangannya sempit, berikan sekat. (mcl)

Baca juga:

Jurus Bumil Antiinsomnia

#Kesehatan #Kurang Tidur #Pola Tidur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan