Air Rebusan Selada Atasi Insomnia?

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 29 Juli 2021
Air Rebusan Selada Atasi Insomnia?

Benarkah selada mampu mengtasi insomnia? (Foto: Unsplash/PetrMagera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

VIRAL di media sosial Tik Tok, penggunanya melakukan eksperimen dengan menggunakan sayur selada atau lettuce yang diklaim dapat membuat ngantuk. Cara yang mereka lakukan yakni dengan merebus daun selada kemudian air sisa rebusannya di minum.

Dilansir dari laman Newsweek, berdasarkan hasil studi di 2017 menyebutkan bahwa Lettuce atau nama ilmiahnya Lactuca Sativa ini memiliki kandungan sedatif yang efeknya berpengaruh pada tikus. Selada dijadikan sebagai
ramuan obat herbal tradisional yang memiliki sifat sedatif-hipnotis.

Baca Juga:

Kenapa Makanan Mewah Sering Dihidangkan dalam Porsi Kecil? Ini Jawabannya

selada
Selada jenis romain memiliki zat Lactucarium yang lebih pekat dibandingkan jenis selada lainnya. (Foto: Unsplash/TerryJaskiw)

Walaupun, masih ada orang yang berargumen bahwa selada terutama romaine merupakan sumber yang dapat membuat orang tertidur. Kemudian polifenol memiliki kandungan antioksidan. Namun, beberapa ahli medis berpendapat bahwa tidak ada jaminan ilmiah bahwa air rebusan selada menjadi bahan yang mampu mengatasi insomnia.

Dalam penelitian tersebut memang menggunakan selada untuk membuat tikus tidur. Tapi tak hanya itu, tikus tersebut sebelumnya telah dibius yang kemudian dibandingkan dengan tikus lainnya yang diberikan selada merah.

Menurut Michael Breus, psikologis klinis pada Everyday Health bahwa selada membantu tikus tidur lebih lama dan tidak ada cara untuk mengetahui bahwa ini disebabkan oleh efek sedatif dari selada tersebut.

Sementara menurut Marrie Pierre, direktur Sleep Center of Excellence di Columbia University, menunjukan bahwa penelitian ini hanya dilakukan untuk tikus bukan kepada manusia, sehingga efek yang dihasilkan tentu akan berbeda, dilansir dari laman Newsweek.

Baca Juga:

Awas, Jangan Sembarangan Dalam Mengolah Makanan Beku

selada
Selada yang direbus, ekstraknya akan menghasilkan efek sedatif untuk penenang. (Foto: Unsplash/PetrMagera)

Ia juga mengatakan kepada Everyday Health bahwa penelitian yang menggunakan ekstrak romaine, mengandung jumlah lactucarium yang jauh lebih pekat daripada selada biasanya. Lactucarium merupakan cairan yang akan bereaksi pada sistem saraf yang memproduksi efek penenang.

"Tidak jelas seberapa efeknya yang diperoleh dari rebusan selada dan air minum, seperti yang disampaikan di video," ujarnya.

Hacks ini sudah bertebaran di media sosial Tik Tok sejak bulan lalu, dan tidak jarang pengguna Tik Tok lainnya yang mencoba cara ini. Tidak ada salahnya untuk mencoba tren ini, meskipun efeknya ternyata hanya placebo atau pengobatan yang tidak berdampak atau palsu. (Cil)

Baca Juga:

Antistres, Makanan ini Bikin Tetap Waras

#Sayur Mayur #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan