MerahPutih.com - Kasus kenaikan COVID-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Pada Selasa (1/12), ada penambahan 5.092 kasus baru corona dalam 24 jam terakhir.
Penambahan itu menyebabkan jumlah total kasus di Indonesia kini mencapai 543.975 orang. Dalam data yang sama, ada penambahan 4.361 pasien yang sembuh.
Baca Juga
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito meminta kepada masyarakat untuk tetap terus menjalankan protokol kesehatan karena penularan bisa dari siapa pun.
Dia meminta agar pemerintah memberikan sanksi tegas kepada pelanggar prokes tanpa pandang bulu.
"Harus ada sanksi kepada masyarakat yang tidak mematahui protokol kesehatan sesuai peraturan dan tanpa pandang bulu," ungkapnya.
Satuan Tugas mengungkapkan terjadi peningkatan kasus positif satu pekan terakhir. Secara nasional meningkat 19,8 persen, dan paling drastis di Jawa Tengah.
Data didapatkan dari Kementerian Kesehatan yang mencatat terjadi kenaikan kasus dalam rentang waktu 22-29 November 2020.
"Satu minggu terakhir terjadi kenaikan kasus cukup besar yaitu 19,8 persen, dari 30.555 di minggu lalu menjadi 36.600 pada minggu ini," kata Wiku.
Baca Juga
Anies Positif COVID-19, DKI Tidak Bakal Tunjuk Pelaksana Harian Gubernur
Wiku merinci peningkatan kasus ini paling banyak terjadi di Jawa Tengah yang meroket dua kali lipat dari pekan sebelumnya.
"Kenaikan tertinggi terlihat di Jawa Tengah naik 3.680 atau dari 3.937 menjadi 7.617," jelasnya.
Kemudian disusul Banten yang naik 519 dari 645 menjadi 1.164, Jawa Timur naik 412 dari 2.392 menjadi 2.804, Lampung naik 307 dari 344 menjadi 651, dan Kepulauan Riau naik 298 dari 205 menjadi 503.
"Dari provinsi tersebut Jawa Timur masih bertahan menjadi provinsi dengan kasus tertinggi dalam dua pekan terakhir," kata dia.
Wiku menyebut Satgas pusat sudah berkoordinasi dengan kelima provinsi ini untuk memastikan penanganan tracing dan treatment. Terutama klaster keluarga dan komunitas bisa dilakukan dengan maksimal.
Ia berharap Jawa Tmur dapat keluar dari kenaikan kasus tertinggi, begitu pun daerah lainnya.
"Saya meminta kepala daerah mengevaluasi pengendalian COVID-19 melalui pemasifan 3T maupun disiplin 3M," pungkasnya.
Diketahui, dalam satu pekan terakhir telah terjadi dua kali rekor penambahan kasus positif corona harian yakni pada 27 November sebanyak 5.828, dan pada 29 November sebanyak 6.267 orang. (Knu)
Baca Juga