Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Karier

Karakter Talenta Kerja yang Dibutuhkan Industri Paskapandemi

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 10 September 2022
Karakter Talenta Kerja yang Dibutuhkan Industri Paskapandemi

Mengingat sumber daya alam kian dikeruk secara berlebihan, perlu dibangun bisnis baru berbasis ilmu pengetahuan. (Foto: Unsplash/Headway)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DUNIA pendidikan menghadapi tantangan besar di tengah berbagai perubahan di antero dunia. Salah satunya era paskapandemi Covid-19. Menurut Juan Permata, Wakil Ketua Umum Perdagangan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, pandemi telah mendorong para pelaku industri mencari talenta-talenta berkualitas, inovatif, dan kreatif.

Pandemi juga menciptakan kebutuhan terhadap sumber daya manusia dengan keahlian dan karakter tertentu. Antara lain pemahaman tentang teknologi.

“Transformasi digital menjadi kunci bagi pelaku usaha untuk tidak tergerus dampak pandemi. Karena itu, dunia usaha sangat membutuhkan tenaga kerja yang dapat mendukung transformasi tersebut,” ujar Juan dalam keterangan resminya kepada Merahputih.com.

Senada dengan Juan, Prof. Dr. Djisman Simandjuntak, Rektor Universitas Prasetiya Mulya, menyoroti peran dunia pendidikan untuk mendukung penyediaan talenta yang dibutuhkan untuk kemajuan negeri ini. Mengingat sumber daya alam kian dikeruk secara berlebihan, perlu dibangun bisnis baru berbasis ilmu pengetahuan.

“Perusahaan science based yang besar dan tumbuh di negeri ini masih sangat sedikit. Padahal hidup kita semakin tergantung pada teknologi. Karena itu, kita harus bisa menggerakkan siswa-siswa Indonesia untuk memilih pembelajaran yang mengarah kepada kewirausahaan," kata Djisman.

Baca juga:

Siapa Saja Bisa Naik Kelas Berkarier di Bidang Teknologi

karakter talenta kerja
Konsep fundamental resetting dalam dunia pendidikan untuk menjawab tantangan perubahan. (Foto: Contentro PR)

Karakter Sumber Daya Manusia

Djisman mengemukakan konsep fundamental resetting dalam dunia pendidikan untuk menjawab tantangan perubahan. “Konsep fundamental resetting adalah perubahan mendasar sebagai upaya menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin pesat.”

Djisman menuturkan, konsep fundamental resetting menjadi tema ulang tahun ke-40 Universitas Prasetiya Mulya pada tahun ini. Konsep ini telah diterapkan pada Universitas Prasetiya Mulya melalui pelayanan di bidang pendidikan. Konsep ini bertujuan menggerakkan aneka kolaborasi berbasis keilmuan.

Dr. Ir. Harris Turino, anggota DPR RI, menyoroti karakter sumber daya manusia yang sangat penting saat ini adalah kemampuan beradaptasi dengan lingkungan perubahan zaman. “Pandemi Covid-19 mengajarkan kita bahwa kemampuan beradaptasi yang cepat, menentukan peluang keberhasilan kita menghadapi ketidakpastian,” kata Harris.

Karakter lainnya resiliensi atau kembali pulih. Kata Harris, individu yang punya kelebihan dalam sensing (memahami bentuk dan ancaman), seizing (menangkap peluang), dan reconfiguring (mengonfigurasi ulang aset), akan lebih mampu bertahan sekaligus bangkit lebih cepat dan pulih lebih kuat pada masa pandemi atau paskapandemi.

“Berbagai kemampuan itu juga perlu diperkuat dengan keahlian berkolaborasi. Hal ini mutlak dibutuhkan dalam menghadapi turbulensi zaman seperti pandemi,” terang Harris.

Baca juga:

Creative Thinking Penting Banget di Dunia Kerja

karakter talenta kerja
Karakter sumber daya manusia yang sangat penting saat ini adalah kemampuan beradaptasi dengan lingkungan perubahan zaman. (Foto: Unsplash/Campaign Creators)

Wirausaha sebagai Jawaban

Sementara itu, Maspiyono Handoyo, Regional Managing Director PT. Mayora Indah Tbk, mengatakan bahwa penyiapan sumber daya manusia dengan berbagai keahlian dan karakteristik tersebut tetap diperlukan meski perekonomian domestik dan global mengalami perlambatan.

“Saat ini, perekrutan tenaga kerja baru mungkin berkurang, akibat adanya perlambatan ekonomi di masa pemulihan.”

Namun, kata Maspiyono, siklus ini akan berakhir dan perekonomian akan kembali pulih, lalu bangkit. “Dengan situasi tersebut, perusahaan pun nantinya akan kembali merekrut tenaga-tenaga kerja baru, seiring dengan pertumbuhan usaha.”

Dalam situasi serba tak pasti, hal penting lain yang perlu dimiliki individu ialah keahlian dan kemampuan berwirausaha. Juan Permata berpendapat keahlian berwirausaha menjadi relevan dalam situasi perlambatan ekonomi. Karena situasi bisa berubah dengan cepat dan sektor usaha tertentu harus mengurangi jumlah karyawannya.

“Individu dengan jiwa wirausaha dapat mencari peluang baru untuk bertahan di tengah gejolak perekonomian. Bahkan, ia bisa menjadi solusi dengan membuka usaha yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk banyak orang, hal ini akan sangat membantu mendorong percepatan pemulihan ekonomi,” beber Juan.

Perusahaan riset Kantar mencatat, 27% alumni Universitas Prasetiya Mulya terjun menjadi wirausaha. Ini angka yang tinggi dibanding jumlah rata-rata alumni kampus di tingkat nasional.

Bentuk perubahan lain Prasetiya Mulya untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman adalah dengan memperluas portofolio layanan ke bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering (rekayasa), dan Matematika Terapan).

“Alasan transformasi ini adalah munculnya peradaban dunia yang berlandaskan kepada bidang STEM yang kompleks dan kolaboratif,” kata Djisman.

Bagi Djisman, penguasaan bidang STEM mutlak diperlukan untuk menjadikan bangsa Indonesia mendapat tempat terhormat di dunia. (dru)

Baca juga:

4 Kompetensi yang Harus Dikuasai di Dunia Kerja

#Pekerja Kreatif #Dunia Kerja
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
81 Persen Pekerja Indonesia Merasa Digaji Layak, Didasari Minimnya Opsi Lapangan Kerja
Hal itu berkenaan dengan situasi persaingan kerja dan ketersedian lapangan pekerjaan.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
81 Persen Pekerja Indonesia Merasa Digaji Layak, Didasari Minimnya Opsi Lapangan Kerja
Indonesia
Habiburokhman Tegaskan RDPU DPR Bukan Intervensi Hukum, Soroti Kasus Amsal Christy Sitepu
Komisi III DPR menegaskan, bahwa RDPU bukanlah bentuk intervensi terhadap kasus Amsal Sitepu.
Soffi Amira - Kamis, 02 April 2026
Habiburokhman Tegaskan RDPU DPR Bukan Intervensi Hukum, Soroti Kasus Amsal Christy Sitepu
Indonesia
Komisi III DPR Segera Panggil Kejari Karo terkait Kasus Amsal Sitepu
Komisi III DPR segera memanggil Kejari Karo terkait kasus Amsal Sitepu. Panggilan itu bertujuan untuk melakukan evaluasi terkait kinerja penegak hukum.
Soffi Amira - Rabu, 01 April 2026
Komisi III DPR Segera Panggil Kejari Karo terkait Kasus Amsal Sitepu
Indonesia
Habiburokhman Apresiasi Vonis Bebas Amsal Sitepu, Sebut Sesuai Keadilan
Komisi III DPR mengapresiasi vonis bebas Amsal Sitepu oleh Pengadilan Negeri Medan. Putusan itu mencerminkan rasa keadilan di masyarakat.
Soffi Amira - Rabu, 01 April 2026
Habiburokhman Apresiasi Vonis Bebas Amsal Sitepu, Sebut Sesuai Keadilan
Indonesia
Amsal Sitepu Divonis Bebas, Habiburokhman Ingatkan Hakim Harus Paham Rasa Keadilan Rakyat
Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut menekankan bahwa pekerjaan kreatif, seperti produksi konten dan videografi, memiliki karakteristik yang berbeda jauh dengan pengadaan barang fisik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 April 2026
Amsal Sitepu Divonis Bebas, Habiburokhman Ingatkan Hakim Harus Paham Rasa Keadilan Rakyat
Indonesia
Kasus Videografer Amsal Sitepu, Cak Imin: Kreativitas Tidak Boleh Dihargai Nol
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyoroti kasus videografer Amsal Sitepu. Ia meminta kreativitas dihargai.
Soffi Amira - Selasa, 31 Maret 2026
Kasus Videografer Amsal Sitepu, Cak Imin: Kreativitas Tidak Boleh Dihargai Nol
Indonesia
Pagi Ini, Komisi III DPR Panggil Jaksa di Kasus Videografer Amsal Sitepu
Proses hukum ini telah menyedot perhatian publik, karena dinilai sebagai bagian kriminalisasi pekerja kreatif.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 30 Maret 2026
Pagi Ini, Komisi III DPR Panggil Jaksa di Kasus Videografer Amsal Sitepu
Indonesia
TPT Jakarta Sentuh 6,05 Persen, Ini Kelompok Angkatan Kerja yang Paling Terpukul Sulit Mendapatkan Pekerjaan
Dari 5,46 juta angkatan kerja, sekitar 5,13 juta orang sudah bekerja, sementara sisanya adalah pengangguran
Angga Yudha Pratama - Rabu, 05 November 2025
TPT Jakarta Sentuh 6,05 Persen, Ini Kelompok Angkatan Kerja yang Paling Terpukul Sulit Mendapatkan Pekerjaan
Indonesia
Kebijakan Usia Pensiun 59 Tahun Jadi Tantangan Bagi Pengusaha
Kahfi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Januari 2025
Kebijakan Usia Pensiun 59 Tahun Jadi Tantangan Bagi Pengusaha
Indonesia
Aturan Pensiun 59 Tahun, Pekerja Senior Perlu Adaptasi Teknologi Agar Tetap Relevan di Dunia Kerja
Pemerintah juga disarankan memberikan insentif kepada pengusaha
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Januari 2025
Aturan Pensiun 59 Tahun, Pekerja Senior Perlu Adaptasi Teknologi Agar Tetap Relevan di Dunia Kerja
Bagikan