Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kampanye #WomenOfImpact Tandai Pentingnya Peran Perempuan Dalam Sebuah Perubahan

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 28 Juli 2019
Kampanye #WomenOfImpact Tandai Pentingnya Peran Perempuan Dalam Sebuah Perubahan

Talkshow tentang pelecehan seksual pada perempuan di acara Minimal & Friends #WomenOfImpact (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEREMPUAN kerap kali dianggap sebagai sosok pelengkap saja. Padahal banyak hal bisa dilakukan oleh perempuan, bahkan tak sedikit perempuan yang sukses memberikan perubahan dan kontribusi untuk orang-orang disekitarnya.

Menengok fenomena itu, salah satu brand fashion Minimal, ingin mengajak seluruh perempuan dengan profesi apapun memulai langkah kecil agar bisa menjadi dampak positif bagi keluarga, teman serta orang-orang disekitarnya.

Langkah tersebut dihadirkan oleh Minimal dalam acara rutin Minimal & Friends #WomenOfImpact yang digelar di gerai Minimal, Grand Indonesia, Jakarta. Dalam acara ini hadir tiga orang narasumber yang berbagi pengalaman tentang pentingnya peran perempuan dalam sebuah perubahan.

Baca Juga: Membuang Trauma Pelecehan dan Menjadi Normal

Salah satu dari tiga narasumber itu ialah aktris sekaligus aktivis, Hannah Al Rashid. Berawal dari pengalaman pribadinya, Hannah pun saat ini aktif dalam gerakan aksi sosial melawan pelecehan seksual.

Hannah Al Rashid, Aktris sekaligus Aktivis yang menggaungkan perlawanan terhadap pelecehan pada perempuan (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Dalam penjelasannya, Hannah menghimbau para perempuan agar berani buka suara untuk melawan pelecehan, karena itu merupakan sebuah hal yang sangat penting.

"Pelecehan seksual sering diabaikan, biasanya diawali dengan kita mengabaikan seperti pelecehan verbal, hal itu justru dapat memicu orang untuk melakukan pelecehan yang lebih parah, atau mengarah ke fisik" jelas Hannah Al Rasid saat ditemui merahputih.com di Mall Grand Indonesia, Jakarta.

Berangkat dari hal itulah Hannah mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk melawan pelecehan seksual. "Saya mengajak teman-teman untuk melawan pelecehan seksual, jangan ditutup-tutupin atau hanya diam saja, karena masyarakat kita juga banyak yang menyalahkan korban" lanjutnya.

Maria Anggia (kiri), Maria Irene Hendranata (tengah, dan Hannah Al Rashisd (kanan) (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Selain itu terkait pelecehan seksual pada perempuan, narasumber lainnya Maria Irene Hendranata seorang psikiater, tak menampik jika masih sedikit para perempuan yang berani melawan pelecehan seksual dan memilih langkah diam.

"Biasanya sih mereka lebih banyak yang memendam daripada melapor" ucap Irene.

Selama pengalaman Irene menjadi seorang psikiater, dia kerap kali menemui orang yang malu mengakui bahwa mereka mengalami depresi. Darisanalah Iren berusaha untuk selalu memberikan motivasi bahwa speek up dan seek for help bukan sesuatu yang memalukan, justru dapat mencegah hal buruk yang bisa terjadi.

Adapun beberapa tips yang disampaikan oleh irene agar tak terjebak dalam depresi akibat pelecehan seksual, caranya yakni harus bisa survive diri sendiri dengan support sistem seperti sharing dengan orang-orang terdekat.

Selanjutnya narasumber ketiga ialah Maria Anggia, selaku Head of Communication Binus University. Sebagai seorang dosen Maria selalu mengajarkan jika pentingnya perempuan untuk berani bersuara.

Baca Juga: Komnas Perempuan Sebut Banyak Anggapan Salah soal Pelecehan Seksual

Lalu ketiga narasumber itu pun berpesan pada perempuan Indonesia , untuk memiliki sikap positif, melakukan segala sesuatu dengan tujuan yang baik, percaya diri serta saling memberikan support satu sama lain.

Karena dari sikap itulah semua perempuan Indonesia, apapun profesinya, bisa memberikan dampak yang besar bagi sekitarnya.

Hesty Halim General Manager Minimal (ketiga dari kiri) sangat perduli dengan isu-isu tentang perempuan (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Selain itu, Hesty Halim selaku General Manager Minimal mengatakan, jika minimal sangat perduli dengan isu-isu tentang perempuan yang tengah marak diperbincangkan saat ini.

"Salah satu goal yang ingin kita capai lewat campaign ini ialah kita ingin perempuan Indonesia selalu aware bahwa mereka memiliki peran besar pada setiap perubahan, karena sikap positif dan genuine bisa memberikan dampak luar biasa bagi sekitarnya" ujar Hesty .

Sebagai apresiasi Minimal pada seluruh perempuan Indonesia, Minimal pun mengadapak promo yang menarik di seluruh gerai Minimal selama bulan Agustus 2019. Yakni, setiap perempuan yang berbelanja minimum Rp500 ribu, bisa mendapatkan satu produk lainnya hanya dengan menambah Rp50 ribu hingga Rp75 ribu saja. (Ryn)

#Perempuan Indonesia #Pelecehan Seksual
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Viral Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN Surakarta, Laporan Lambat Ditangani
Terduga pelaku sebelumnya pernah dilaporkan saat bertugas di fakultas lain. Namun hanya mendapatkan sanksi berupa teguran dan mutasi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Viral Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN Surakarta, Laporan Lambat Ditangani
Indonesia
Kemenag Tegas Cabut Izin Pesantren Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Kementerian Agama mencabut izin operasional pondok pesantren terkait dugaan kekerasan seksual dan menegaskan pelaku harus dihukum berat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Kemenag Tegas Cabut Izin Pesantren Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Indonesia
Puluhan Santri Jadi Korban, DPR Minta Predator Seksual Dihukum Tanpa Kompromi
Pengetatan pengawasan terhadap lembaga pendidikan berasrama melalui audit berkala pada sistem perlindungan anak dan mekanisme pengaduan internal juga menjadi poin mendesak
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
Puluhan Santri Jadi Korban, DPR Minta Predator Seksual Dihukum Tanpa Kompromi
Indonesia
DPR Desak Pemberatan Hukuman UU TPKS bagi Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati
Selain hukuman bagi oknum, evaluasi total terhadap sistem pendidikan pesantren menjadi fokus utama
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
DPR Desak Pemberatan Hukuman UU TPKS bagi Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati
Indonesia
Pengasuh Cabuli Puluhan Santriwati, Kemenag Cabut Izin Operasi Ponpes Ndolo Kusumo Pati
Saat ini 252 santri di Ponpes Ndolo Kusumodi Pati pulangkan ke rumah dan proses pembelajaran dialihkan secara daring,
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Pengasuh Cabuli Puluhan Santriwati, Kemenag Cabut Izin Operasi Ponpes Ndolo Kusumo Pati
Indonesia
Celah Peron Ditutup Usai Aksi Rekam Rok Penumpang KRL Kebayoran Lama Viral, Polisi Buru Pelaku
Polisi tengah memburu pelaku dugaan pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan di Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, setelah video aksinya merekam dari kolong peron viral di media sosial.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Celah Peron Ditutup Usai Aksi Rekam Rok Penumpang KRL Kebayoran Lama Viral, Polisi Buru Pelaku
Indonesia
Pemprov Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan Korban Tetap Berjalan
Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan komitmennya mengawal kasus kekerasan seksual di Pati dan memastikan korban tetap mendapat akses pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
Pemprov Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan Korban Tetap Berjalan
Indonesia
Pendiri Ponpes di Pati Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati, Polisi Ungkap Modus Doktrin Kepatuhan
Pendiri Ponpes Ndholo Kusumo di Pati, AS, ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencabulan santriwati. Polisi ungkap modus doktrin kepatuhan dan buka posko aduan korban.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
Pendiri Ponpes di Pati Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati, Polisi Ungkap Modus Doktrin Kepatuhan
Indonesia
Menteri PPPA Tegaskan Penahanan Pimpinan Pesantren Pati Krusial Guna Cegah Korban Baru
Menteri PPPA menekankan bahwa kekerasan dalam relasi pengasuhan adalah pelanggaran berat yang merusak masa depan anak serta mencederai institusi keagamaan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 07 Mei 2026
Menteri PPPA Tegaskan Penahanan Pimpinan Pesantren Pati Krusial Guna Cegah Korban Baru
Indonesia
Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, DPR Minta Negara Fokus Pulihkan Korban
Komisi IX DPR menyoroti kasus kekerasan seksual di Ponpes Pati. Para korban harus diberikan pendampingan psikologis.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, DPR Minta Negara Fokus Pulihkan Korban
Bagikan