Kaldu Jamur Sebagai Pengganti Micin, Apakah Lebih Baik?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 16 Maret 2020
Kaldu Jamur Sebagai Pengganti Micin, Apakah Lebih Baik?

Kaldu jamur memiliki beragam manfaat kesehatan (Foto: Bicycling)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NUTRITIONAL yeast alias kaldu jamur merupakan produk campuran untuk makanan yang berbentuk seperti bubuk dengan bulir yang kasar. Produk ini dikabarkan bisa menggantikan posisi MSG pada micin karena rasa gurih umaminya yang tak kalah lezat. Hebatnya lagi, ternyata nutritional yeast memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Nutritional yeast merupakan bentuk ekstrak ragi dari jamur Saccharomyces cerevisiae. Untuk menghasilkan ekstrak ragi jamur, Saccharomyces cerevisiae ditanam selama beberapa hari di media yang kaya gula, contohnya dalam tetesan tebu. Ragi kemudian dipanaskan, dipanen, dicuci, dikeringkan, dihancurkan, dan dikemas untuk didistribusikan di toko-toko.

Baca juga:

MGS, Si Gurih Nan Bermanfaat

Nutritional yeast juga menjadi produk campuran makanan yang sering digunakan para vegan sebagai penyedap makanan dan untuk memenuhi kebutuhan gizi. Kaldu jamur yang digunakan per hari biasanya sebanyak 1-2 sendok makan.

Melansir dari Healthline, inilah, manfaat yang bisa kamu dapat dari kaldu jamur, misalnya:

1. Mencegah kekurangan vitamin B12

Mencegah Kekurangan Vitamin (Foto: Pixabay/Stevepb)

Bagi orang yang tidak mengonsumsi sumber makanan hewani (vegetarian dan vegan) biasanya akan rentan mengalami defisiensi (kekurangan) vitamin B12. Vitamin B12 dibutuhkan untuk menjaga sistem saraf, produksi DNA, metabolisme energi dan pembentukan sel darah merah.

Vitamin B12 hanya ditemukan secara alami pada produk hewani, sehingga vegan harus menyiasati pola makan mereka agar tidak mengalami kekurangan vitamin B12.

Suatu penelitian yang melibatkan 49 vegan menemukan mengonsumsi satu sendok makan nutritional yeast yang diperkaya zat gizi setiap hari dapat memenuhi kebutuhan vitamin B12.

2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Meningkatnya kekebalan tubuh (Foto: Pixabay/Bru-no)

Kaldu jamur mengandung alfa-mannan dan beta-glukan, yang menurut penelitian dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Beta glukan yang ditemukan dalam nutritional yeast membantu mempertahankan pertahanan tubuh terhadap bibit penyakit.

Baca juga:

Suka Mengonsumsi Makanan dan Minuman Ini? Siap-siap Sistem Imun Melemah

Dilansir dalam laman Nutrition Facts, risiko kambuhnya salah satu penyakit infeksi seperti flu bisa berkurang hingga 25 persen pada mereka yang mengonsumsi sekitar satu sendok makan nutritional yeast per hari. Bahkan, setengah sendok makan nutritional yeast per hari pun tetap dapat menurunkan gejala flu.

3. Membantu menurunkan kolesterol

Menurunkan risiko kolesterol (Foto: Pixabay/GuillermoVuljevas)

Beta glukan yang ada di dalam kaldu jamur juga dapat menurunkan kolesterol darah. Penelitian menunjukan sekumpulan responden laki-laki dengan kolesterol tinggi mengonsumsi 15 gram beta-glucan dari ragi setiap hari selama delapan minggu. Hasilnya, mereka dapat menurunkan total kolesterol hingga 6 persen. (nic)

Baca juga:

Jangan Salah Sangka, Santan dan MSG Itu Sehat

#Micin #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan